
"Aaaakkkh!!!!! " Terdengar suara terikan keras dari arah luar. segera aku dan mike mengakhiri obrolan kami dan menuju sumber suara. ku lihat bu may, Serry dan kim berdiri di ambang pintu kamar sarah dengan raut wajah pucat pasi. segera ku lihat ke dalam dan mendapati sarah sudah dalam keadaan terduduk bersimbah darah dengan kepala menyandar pada meja. segera ku tahan mereka agar tak masuk ke kamar demi mencegah kerusakan bukti-bukti.
"Mike segera telpon polisi, yang lain jangan masuk dulu, aku akan mengecek keadaan agar tak ada bukti yang tertinggal!! "
mike segera menuju lantai bawah untuk menggunakan telpon di rumah ini karena semua ponsel kami tidak mendapatkan sinyal.
aku amati keadaan sarah yang sudah dapat di pastikan tak bernyawa. ku amati luka di kepala sarah seperti hantaman benda tumpul, tapi yang membuatku merasa heran adalah warna kulit sarah yang kemerahan seperti buah ceri. harusnya jika memang ia mati kehabisan darah kulitnya berwana pucat.
tak lama pak hans dan bu may sampai ke kamar sarah dan kaget melihat keadaan sarah yang sudah tewas.
"A...ada apa ini? " bu may bertanya panik.
"Ini jelas pembunuhan" aku berkata jelas pada semua orang di ruangan.
mataku menjalar mengelilingi seisi kamar, ku lihat jendela kamar sarah terbuka dan ada sebuah tali tambang terikat ke kaki meja dan ujung lainnya sampai ke lantai bawah, apakah ini perbuatan orang luar pikirku.
mike kembali tergesa-gesa dengan wajah panik.
"Semua telpon di rumah ini tidak bisa d gunakan"
Berarti memang ada orang yang sengaja ingin menahan kami di villa ini, untuk pergi keluarpun percuma, terlalu berbahaya melewati hutan di tengah malam terlebih kami masih belum dapat memastikan siapa pelaku pembunuhan sarah.
aku kembali berkeliling kamar memastikan apakah ada senjata yang di pakai untuk membunuh sarah, tapi nihil aku tak menemukan apapun. ku lihat tas yang berada di kamar sarah, segera ku bongkar siapa tau ada petunjuk lain yang berguna.
Ada beberapa potong baju, peralatan makeup, cat kuku, handphone, headset, peralatan mandi dan buku. hanya itu saja.
__ADS_1
"lebih baik kita membicarakannya di ruang tengah dan tetap mempertahankan kondisi kamar sarah, karena aku khawatir akan ada bukti yang rusak atu sengaja dirusak karena pembunuhnya mungkin saja bisa salah satu di antara kita"
semua terdiam, Serry masih terlihat belum berhenti menangis. sedangkan yang lain hanya saling menatap panik dan curiga.
"Pelakunya mungkin datang dari luar, kamu lihat sendiri kan ren. jendela kamar sarah terbuka dan ada tambang yang aepertinya di gunakan untuk turun, selain itu kita tak menemukan senjata atau benda apapun yang d gunakan pelaku" kim berusaha menyimpulka. Tetapi aku masih tak yakin jika pelakunya adalah orang luar.
"kita akan berkeliling kamar untuk untuk mengecek setiap isi tas siswa dan guru! kita juga akan berkeliling rumah untuk mengecek keadaan"
ucapku sembari melirik setiap orang di ruangan. Pertama kami menuju kamar serry dan kim, ku biarkan serry membongkar isi tasnya terlebih dahulu.
"ini isi tasku, hanya ada pakaian, sedikit makeup, peralatan mandi, handphone, buku-buku dan cat kuku. hanya itu saja" serry berucap lirih. selanjutnya kim tanpa ragu langsung menuang seluruh isi tasnya.
"Silahkan lihat sepuasnya, tapi jangan jelalatan begitu lihat pakaian dalamku atau ku pukul kalian!! " kim langsung menyambar beberapa pakian dalamnya dan menyembunyikannya di lemari.
ada pakaian, HP, laptop, peralatan mandi, kaos kaki, sandal, earphone, topi dan peralatan mandi. sama saja tidak ada yang aneh. selanjutnya kami menuju ke arah kamarku dan brian.
pertama aku membongkar isi tasku di hadapan yang lain. aku hanya membawa beberapa potong baju, hp, buku, dan peralatan mandi. memang aku tipe orang yang malas repot dengan barang bawaan jadi aku hanya membawa itu saja.
selanjutnya tas mike, tas yang sedari tadi membuatku penasaran. mike menyerahkan tanya padaku.
"Silahkan kamu bongkar sendiri dan puaskan rasa penasaranmu." mike menyerahkan tiga buah tas besar kepadaku. jujur aku jadi sedikit berdebar akan mengetahui isinya.
aku membuka isi tas pertama, kutarik resleting tas tersebut dan ku dapati isinya adalah tiga buah bantal. aku bengong menatap mike penuh penasaran.
"itu... aku sebenarnya tidak bisa tidur jika tidak memakai bantal pribadiku" mike menjawab sambil menahan rona merah di pipinya. aku dan kim hanya bisa menahan tawa. Tapi sebetulnya ada yang aneh dari tas ini, entah kenapa terasa sangat berat untuk sebuah bantal.
__ADS_1
selanjutnya segera ku bongkar isi tas kedua, ada. pakaian, peralatan mandi, kaos kaki, laptop dan hp. kurang lebi hampir sama seperti isi tasku
menyusul tas ketiga, dan ternyata isinya 4. pasang sepatu dan sebuah sandal. wajahku memandang aneh ke arah mike.
"mike kenapa kamu membawa sepatu sebanyak ini? " tanyaku.
"aku hanya khawatir jika sepatuku kotor atau bau maka bisa ada gantinya" jawab mike dengan nada polos.
aku hanya bisa menggelengkan kepala, berpikir kenapa bisa memiliki sahabat seaneh ini. sedangkan kim ku lihat sedang menahan tawanya sedari tadi.
yang terakhir kami menuju kamar bu guru emi.
bu emi segera mengambil tas dan mengeluarkan isinya. semua benda yang di bawa bu emi hampir sama halnya dengan barang-barang kim atau Serry.
hanya ada pakaian, makeup, peralatan mandi, HP, laptop dan buku.
selesai menggeledah kamar kami kembali ke lantai satu dan menuju kamar pak hans dan bu may. kuteliti setiap tempat dan sudut tapi sama sekali tak ada hal aneh di sana, bahkan ketika mengelilingi rumah kami tak menemukan barang bukti apapun. Apa mungkin memang pelakunya adalah orang luar, pikirku.
Setelah puas berkeliling kamipun segera kembali ke ruang tengah. Aku menarik nafas panjang, masih belum saatnya aku menyerah.
"maaf bu emi aku ingin bertanya, apakah villa ini ibu sendiri yang memilih atau ada orang lain yang menawarkan pada ibu? "
"Sebetulnya, kepala sekolah yang menawarkan untuk menggunakan villa ini. beliau bilang ini adalah villa milik sekolah"
kepala sekolah, sosok yang menurutku masih sangat misterius. bahkan sekalipun aku belum pernah bertemu dengannya.
__ADS_1