
Serry sudah menekan pemicu bom tetapi hening, tak ada hal apapun yang terjadi.
"Ba... bagaimana bisa tidak meledak!!! sialan!!! " Serry membanting alat pemicu bom ke lantai dan berusaha mengambil senapan milik pak hans yang terjatuh di lantai. Tapi dengan sigap mike menahan Serry dan memegang tangannya ke belakang.
"KURANGAJAR KALIAN SEMUA!!! " Serry terlihat mulai lepas kendali. aku kembali berpikir jika memang serry sudah meletakan bom di rumah ini bagaimana mungkin bom itu tidak meledak.
"Kalian mencari ini?" terlihat seorang wanita dengan pakaian ninja keluar dari kegelapan dan melemparkan sebuah bom yang sudah tidak aktif ke arah kami.
"siapa kau!!! kenapa kau berani menghalangi rencanaku" Serry terlihat masih tidak terima rencananya selama ini hancur dalam semalam.
"Kalian tidak mengenaliku? " gadis itu membuka penutup wajahnya, dan akhirnya kami semua tau itu kana. salah satu siswa di kelas kami yang selalu tertidur bahkan saat jam pelajaran.
"Kana!!! Tapi bagaimana bisa kamu sampai ke sini dan pakaian itu? " Tanya kim penasaran.
"Aku sudah mengisi formulir untuk mengikuti karya wisata ini tapi kalian semua dengan teganya malah meninggalkan aku, jadi aku menyusul dengan menggunakan sepeda motor. dan pakaian ini, sebetulnya aku keturunan nina asli jepang" jawab kana enteng
"APA!!! " Teriak kami bersamaan.
Aku masih tak habis pikir bahkan sekarang ada seorang ninja di kelas kami setelah sebelumnya ada mafia dan hacker. aku menggelengkan kepala, entah akan seaneh apa lagi orang-orang yang ku temui di sekolah khusus tersebut.
*****
Dengan bantuan kana yang membawa sepeda motor akhirnya kami bisa meminta bantuan dan melaporkan semua kejadian pembunuhan tersebut pada polisi.
keluarga sarah datang dengan cepat ke kantor polisi begitu mendapat kabar mengenai kematian sarah anak kandung mereka dan di tangkapnya Serry anak angkat mereka sebagai pelaku pembunuhan. aku yakin ini akan jadi tragedi yang tidak akan bisa di lupakan kedua orang tua sarah. bahkan ayah sarah hampir memukuli Serry jika saja tidak di tahan oleh polisi.
Semua dapat selesai dengan cepat, bahkan beberapa pembunuh bayaran yang sudah di lumpuhkan oleh mike sudah di urus semua oleh polisi tanpa melibatkan mike sama sekali. aku yakin ada campur tangan keluarga mike bahkan polisi pun tidak berani menyentuh mike yang jelas-jelas menggunakan senjata api tanpa izin.
sedangkan ibu guru emi mengakui semua kejahatan yang dia lakukan kepada polisi dan akhirnya di berhenti dari sekolah karena kejahatan nya, bu Emi juga secara terang-terangan meminta keadilan untuk adiknya sharon. sepertinya Serry akan mendekam lama di penjara mengingat ia akan di dakwa dengan berbagai kejahatan serta pasal berlapis.
Dalam waktu semalam banyak hal terjadi di kelas kami. Kehilangan nyawa sarah, ibu guru emi dan serry yang di tahan polisi sebagai pelaku pembunuhan sarah serta terungkapnya kasus sharon yang ternyata bukan bunuh diri melainkan di bunuh oleh serry. pada malam itu juga semua orang di kelasku membuka topengnya dan menampakan wajah mereka yang sebenarnya.
*****
__ADS_1
Selesai menghadiri pemakaman sarah.
"brian, bagaimana kamu tau bahwa aku seorang hacker dan sudah mengetahui latar belakang keluarga sarah dan Serry? " Tanya kim penasaran.
"Itu sangat mudah, aku dulu pernah memergoki mu di asrama laki-laki dan kamu bilang mendengar pembicaraan orang-orang tentang kasus sharon. saat itu aku tau kamu sedang mencari komputer penyimpanan data siswa dan sedang menyelidiki kasus tersebut di asrama laki-laki" jelasku.
"Jadi kamu tau bahwa aku meretas data di komputer asrama laki-laki?"
"tentu saja, jika tidak mana mungkin kamu tau banyak hal tentang kematian sharon, padahal aku yang setiap hari mondar-mandir di asrama laki-laki saja tak pernah mendengar kabar seperti itu. selain itu kamu terlalu tau banyak hal untuk seorang yang hanya mendengarkan gosip. jadi aku yakin semua informasi yang kamu dapat bukan hanya sekedar melalui gosip"
kim tersenyum mendengar penjelasanku.
"Ternyata keputusanku untuk membantumu memang tepat, sebetulnya aku juga meretas data pribadimu dan mike untuk lebih meyakinkan bahwa aku telah memilih orang yang tepat untuk membantu mengungkap kasus sharon. Tapi data mengenai mike sama sekali kosong jadi aku lebih memilih memberi informasi padamu"
Aku tersenyum tipis, sudah kuduga data mengenai orang tua mike yang merupakan mafia pasti sangat di rahasiakan bahkan sampai tak dapat di retas oleh kim.
"Hei brian... Terimakasih sudah membantuku" Ucap kim sembari mencium pipiku singkat dan segera berlalu pergi. walaupun sekilas ku lihat wajahnya yang memerah.
"Keluarga mafia memang beda yah, bahkan kehadiranmu pun sama sekali tak terasa"
"kamu berusaha mengalihkan pembicaraan brian" mike tersenyum tipis
"Tidak, aku dan kim hanya teman tadi itu hanya ucapan terimakasih" Jawabku berusaha mengelak.
"Baiklah, setidaknya jika kalian pacaran beri tahu aku agar kita tak lagi di anggap gay" mike tertawa kecil sambil berlalu pergi.
Aku hanya tersenyum, ku lihat sekeliling ku, hampir semua orang sudah pulang, hanya terlihat beberapa keluarga sarah yang masih menangis di pusara tanah yang masih basah. Akupun bersiap untuk segera kembali ke asrama hingga seorang lelaki berparas tegap menghampiriku.
"Brian Alexander Anthanshon"
Aku mengangkat sebelah alisku, sangat jarang orang yang memanggil nama lengkapku.
"siapa anda? " Tanyaku sambil memperhatikan pria di depanku yang sepertinya tak pernah ku lihat.
__ADS_1
"Perkenalkan aku phillip, kepala sekolahmu"
Aku sedikit kaget, karena ku pikir kepala sekolah khusus berusia jauh lebih tua. tapi jika kuperhatikan pria di hadapanku berusia sekitar 30 tahunan dengan rambut pirang, mata biru dan kulit putih bisa di bilanga lumayan tampan.
"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda pak philip"
"jangan sungkan begitu, aku yang harusnya berterimakasih karena dengan bantuanmu bisa membantuku membersihkan nama baik sekolah"
"saya tidak tau apakah harus mengucapkan terimakasih untuk apa. karena sepertinya semua ini juga berkat campur tangan bapa kepala sekolah"
senyum seketika mengembang di wajah pak phillip, seakan dia tau apa yang selanjutnya akan ku katakan.
"Coba jelaskan padaku wahai bocah detektif"
"tentu saja, sebuah kehormatan bisa menjelaskan analisis ku. Aku yakin dari awal anda yang merencanakan semua ini. Anda yang memberikan izin acara karyawisata walaupun tahu acaranya sangat mendadak. Dan anda juga yang mengirim kana untuk menolong kami dalam situasi terdesak"
"Bagaimana kamu bisa seyakin itu? " Tanya pak phillip seakan belum puas dengan jawabanku
"Pertama anda membiarkan kim meretas data-data siswa di sekolah padahal sebagai sekolah khusu aku yakin data siswa di sini tidak akan bisa semudah itu di teras, tapi anda tetap menyembunyikan beberapa data siswa yang menurut anda memang sangat rahasia serta tak ada hubungannya dengan kasus sharon contohnya seperti data mike yang kosong.
Selanjutnya anda sengaja mengirim kana sebagai mata-mata di kelas kami untuk memperhatikan gerak gerik Serry dan juga sarah, karena jika bukan mata-mata anda mustahil kana bisa tahu dengan jelas lokasi karyawisata kami padahal dia selalu tidur di kelas lain cerita jika kana memang merupakan utusan anda yang tau semua data tentang kegiatan sekolah.
Ketiga sepertinya anda memang sengaja membiarkan rencana Serry seakan berjalan lancar karena dengan di tangkapnya Serry maka sekolah anda akan bersih dari tuduhan telah bersekongkol menutupi kasus sharon dan selain itu anda juga akan kembali mengambil seluruh saham yayasan sekolah yang sebelumnya sebagaian milik ayah sarah, karena dengan kematian sarah dan di tangkapnya Serry sebagai pelaku pembunuhan merupakan pukulan keras bagi keluarga sarah yang pasti juga akan memengaruhi kekuatan bisnis mereka dan mau tak mau menjual beberapa saham mereka termasuk saham terhadap sekolah ini"
"Prok... Prok... Prok... " pak phillip memberikan tepuk tangan sembari tertawa kecil.
"Anak yang sangat pintar, aku suka analisismu. Kana keluarlah, identitasmu tak bisa di sembunyikan di depan bocah ini" tiba-tiba kana langsung berada di belakang pak phillip entah datang dari mana, tapi aku yakin dia memang mengawasi kami sedari tadi.
"Dari awal sepertinya anda memanfaatkan kami sebagai bidak dan menggunakan kami untuk mencapai keinginan anda. dengan adanya kasus ini bukankah seperti sekali dayung dua pulau terlampau. anda mendapatkan seluruh saham sekolah dan juga mengembalikan nama baik sekolah"
"Baiklah detektif muda, semuanya benar. Ambil ini sebagai hadiahmu karena telah banyak membantuku"
pak phillip memberikanku sebuah kotak kayu dan berlalu pergi bersama kana.
__ADS_1