
"Sudah jelas pelakunya adalah orang yang sangat paham kebiasaan sarah, orang yang mungkin serumah dengan sara dan juga memiliki cat kuku yang sama dengan sarah. Serry kamulah orang yang telah meracuni sarah"
Serry terlihat kaget dengan tuduhanku, hingga kedua bola matanya memvulat sempurna.
"Ba... bagaimana mungkin aku pelakunya, bukankah siapapun bisa memasukan racun tersebut ke dalam cat kuku sarah? " Serry berusaha menyanggah tuduhanku.
"Tidak mungkin, jika pelakunya orang lain pasti akan lebih memilih langsung menaruh racun di makanan atau minuman milik sarah dari pada mencampurnya dengan cat kuku yang belum tentu bisa masuk ke dalam tubuh, Tapi lain halnya jika pelaku memang sudah kenal lama dengan sarah dan mengetahui kebiasaan sehari-hari yang dia lakukan"
"Tunggu... Bagaimana mungkin aku bisa tau kebiasaan sarah? lagi pula apa motif dan keuntunganku jika membunuh sarah"
"Kamu pasti tau, karena kamu keluarganya. malah mungkin dari awal kamulah yang telah merencanakan semua hal ini dengan rapi"
"Bagaimana kamu bisa membuktikan bahwa aku dan sarah berkeluarga, tau dari mana kamu? "
"kim, coba kamu tunjukkan" aku melirik ke arah kim seakan memberi aba-aba untuk mengeluarkan bukti yang sudah dia kumpulkan. kim segera merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah foto dan beberapa berkas akta keluarga dan menjatuhkannya tepat di kaki serry
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan semua informasi ini? " tanya Serry dengan wajah kaget.
"Aku sebenarnya seorang hacker handal, aku sudah lama meretas data-data siswa di sekolah serta latar belakang keluarganya. walaupun tidak semua siswa memiliki data yang lengkap tapi sepertinya data mengenai keluarga sarah mudah di dapat. Aku juga tau bahwa kamu dan sarah adalah kakak beradik. walaupun sebetulnya kamu hanyalah anak angkat" Kim menjelaskan dengan detail.
"Aku juga tau bahwa kau sebetulnya yang telah mendorong jatuh sharon dari lantai tiga gedung sekolah dan berusaha melimpahkan kesalahanmu pada sarah serta menghasut orang-orang agar ikut membenci sarah terutama bu guru Emi. Agar semua rencanamu berhasil kau terus mendekati bu emi dan memprovokasinya agar benar-benar yakin bahwa sarah lah penyebab kematian sharon sehingga bu Emi berusaha membalas dendam atas nama adiknya dengan begitu kamu bisa melimpahkan semua kesalahan pada bu guru Emi. bagaimana Serry apakah masih ada pembelaan?" ucapku meneruskan kata-kata kim.
__ADS_1
serry hanya terdiam mendengar analisisku, tapi perlahan senyum terkembang di wajahnya.
"HA.. HA.. HA..., Memang benar, semuanya benar aku yang telah mendorong sharon dari lantai tiga dan sengaja memanggil sarah ke tempat kejadian setela itu agar semua orang curiga padanya. Aku juga yang merencanakan pembunuhan sarah dengan menukar cat kukunya dengan cat kuku yang sudah ku campur racun. Aku juga sengaja menghasut bu Emi agar membunuh sarah sehingga semua kesalahanku akan di limpahkan padanya. dengan begitu maka akulah yang akan menjadi pewaris tunggal perusahaan milik orang tua sarah"
Bu. guru Emi yang mendengar semua pengakuan serry segera melayangkan tamparan keras di pipinya hingga cairan merah kental mengalir dari sudut bibir Serry.
"Kenapa?? kenapa harus sharon yang kau jadikan tumbal untuk meraih ambisimu. kenapa harus adikku" bu Emi menangis mengetahui fakta sesungguhnya tentang sharon. dia segera mendorong serry hingga tubuhnya membentur lantai dengan keras, pak hans segera menahan bu Emi agar tidak bertindak lebih jauh.
"Kau tanya kenapa, tentu saja karena Hanya sharon yang memilki hubungan dengan guru di sekolah ini, dengan membunuhnya aku bisa menghasut mu sebagai kakak sharon untuk membunuh sarah"
"KAU KETERLALUAN!!!!!!" bu Emi terlihat masih meronta berusaha menyakiti serry
"Aku yang keterlaluan atau kau yang terlalu bodoh hingga bisa masuk ke dalam perangkapku. Dunia ini memang kejam jika kamu tak bisa bertahan maka kau akan terbunuh. Dan karena kalian semua sudah mengetahui rencanaku maka tak layak bagiku untuk membiarkan kalian semua hidup"
"Tenang saja aku akan membuat kematian kalian tidak menyakitkan. pak hans akan langsung menembak titik vital di tubuh kalian sehingga langsung mati dengan satu tembakan" Serry tersenyum licik seraya kembali berdiri dan menatap kami satu persatu.
"padahal jika Brian tidak sok pintar menjadi detektif semua ini tentu tidak perlu terjadi, kalian semua juga masih bisa pulang ke sekolah dalam keadaan hidup. Tapi karena keadaan sudah kacau maka lebih kalian semua mati bersama kebenaran yang berusaha kau ungkap"
"Kamu tidak akan bisa membunuh kami, polisi akan segera mencari kami dan memenjarakannya. Terlebih keluarga sarah adalah orang terpandang, mereka pasti akan mencari pembunuh kami" Ucap kim berusaha menakuti Serry
"Oh,,, kamu tidak usah mengkhawatirkan itu kim. aku sudah menyewa beberapa pembunuh bayaran termasuk pak hans untuk melenyapkan bukti-bukti dan membuat ini seolah-olah tragedi kebakaran saat acara karyawisata. Aku yakin sebentar lagi para pembunuh bayaran itu akan tiba ke sini" Serry berucap bangga seakan sudah memenangkan game ini.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba kami di kagetkan dengan ambruknya pak hans secara mendadak di iringi dengan darah segar yang mengalir dari punggungnya.
"A... Apa yang terjadi" Serry terlihat panik mengetahui orang bayarannya mati mendadak
"Maaf yah lama, tapi sepertinya aku belum terlambat" Dari gelapnya malam terlihat bayangan seorang laki-laki memasuki pintu dengan menjinjing sebuah senapan laras panjang di tangan kanannya sedang kan di tangan kiri dia menyeret seseorang yang sudah tak bernyawa. Seringai kemenangan terpatri indah di wajahnya di tambah bola mata coklat yang berkilat di terpa sinar rembulan dia adalah mike.
"Kau... bagaimana bisa kau membunuh semua orangku?" Serry terlihat mulai panik
"Itu mudah, Saat kalian sibuk ngobrol hal membosankan di sini, Brian menyuruhku bersenang-senang dan memburu semua orangmu bahkan tanpa suara seperti permintaan tuan detektif aku menggunakan peredam suara. Brian sepertinya sudah tau dari awal bahwa aku menyimpan beberapa senjata di dalam bantal saat memeriksa tasku. awalnya aku hanya berniat berburu babi di hutan tapi ternyata aku mendapatkan hewan buruan yang lebih menarik. Sungguh malam yang indah, walaupun hewan buruannya hanya ada lima di hutan" mike terlihat sangat bahagia.
"Tentu saja aku tau bahwa yang kau bawa bukan bantal biasa karena saat aku memeriksa tasmu beratnya sangat tidak wajar untuk tiga buah bantal" jawabku enteng
"Ba... bagaimana kalian tau dari awal aku menyewa pembunuh!!! " tanya Serry prustasi
"sebetulnya aku sudah mulai curiga semenjak tadi siang saat ibu may asisten rumah tangga sedang mengepel lantai sambil marah-marah karena pak hans menggunakan sepatu bots yang penuh lumpur dan mengotori teras belakang villa. aku pikir bagaimana bisa sepatu bots milik pak hans sangat kotor sedangkan semua halaman villa ini sudah di aspal dan tidak terdapat lumpur. kecuali jika memang pak hans sengaja masuk ke hutan dan menghubungi teman-temannya sesama pembunuh" aku tersenyum lebar, sepertinya game ini akan segera berakhir.
Tapi tiba-tiba Serry kembali tersenyum dan tertawa keras.
"HEI Apa kau sudah gila, semua orangmu sudah tertangkap tapi kau masih bisa-bisanya tertawa" ucap kim dengan nada marah.
"orangku mungkin sudah kalian habisi, tapi aku masih punya kartu AS" Serry mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya. terlihat dari bentuknya itu adalah sebuah pemicu bom.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakukan? " tanyaku agak panik.
"Oh,,, kurasa kamu juga tau apa ini, ini adalah alat pemicu bom. aku sudah meletakan bom di villa ini, ku pikir jika rencanaku sampai gagal maka lebih baik kita semua mati bersama di sini. biarlah villa ini menjadi kuburan terakhir bagi kita" Serry tersenyum tipis dan segera menekan tombol pemicu bom.