The Class Evolution

The Class Evolution
Kasus Baru


__ADS_3

Malam hari.


"Mike, kamu berdandan sangat lama seperti perempuan saja" Aku mulai bicara dengan nada kesal karena sudah satu jam mike masih saja sibuk dengan pakaian.


"Sebentar lagi aku selesai, kenapa kamu sangat buru-buru? " mike mulai memakai salah satu baju berwarna biru donker pilihannya.


"Karena sudah ada dua orang yang menunggu kita" gumamku


"Siapa? bukankah hanya di gadis galak yang kamu ajak"


Gadis galak, pasti kim yang dia maksud. Awalnya memang begitu hanya saja sebelum aku kembali ke asrama Anna memintaku mengajaknya, karena dia bilang bosan dan belum mengenal siapapun disini jadi aku mau tidak mau mengajaknya.


"Hei.. melamun apa? Aku sudah siap ayo berangkat" mike menepuk pundakku sehingga bangun dari lamunan.


Di depan gerbang sekolah terlihat dua orang gadis sudah menunggu kami. Anna terlihat anggun dengan gaun berwarna putih selutut sangat kontras dengan warna rambutnya yang semerah darah. sedangkan Kim, sangat aneh rasanya melihat dia juga memakai gaun berwarna lime bahkan memakai makeup.


"Pantas saja Brian memintaku bersiap cepat ternyata ada seorang gadis cantik yang menunggu. Jadi siapa nona cantik ini" mike memberikan senyum penuh arti ke arah Anna.


"Aku Anna, teman sekelas kalian. aku baru saja pulang dari eropa, jadi masih sedikit asing di sini. Makanya aku meminta ikut dengan brian agar lebih mengenal kota ini juga" Anna membalas senyum ramah mike


"Kim, kamu terlihat berbeda malam ini" Aku tersenyum ke arah kim dan entah bagaimana membuat dia tersipu.


"Terimakasih, Awalnya kupikir kamu mengajakku ken..... Ma.. maaf, bukan apa-apa lupakan saja" kim langsung berlari kecil dan naik ke mobil yang sudah di sediakan oleh mike.


Sepertinya kim salah pahma, Mobil mulai di pacu memasuki jalan raya. Mike mengemudi sebaik dia menggunakan pistol.


"Aku sudah mengira kamu bisa mengendarai mobil tapi tak kusangka keterampilan menyetirmu sebagus ini" ucapku sambil terus menatap jalan raya dihadapanku.


"Semua skill dan keterampilan harus selalu di asah, karena kamu tidak pernah tau kapan dan dimana musuh bisa menyerang, yang bisa kita lakukan hanya siaga dan meminimalkan resiko serangan dengan segala kemampuan yang dimiliki"


Aku tersenyum simpul mendengar ucapan mike, memang benar seorang calon penerus geng mafia pasti di tuntut untuk memiliki banyak keahlian khusus.


Tak lama mobil berhenti dihalaman sebuah rumah dua lantai lumayan besar. seorang pelayan perempuan segera menyambut kami dan mempersilahkan kami untuk masuk.

__ADS_1


"Akhirnya kalian datang juga, ayah dan ibu sudah menunggu. Ayo kita masuk"


Tio yang sudah menunggu kami di ambang pintu dengan semangat menunjukan jalan menuju ruang makan.


"Silahkan duduk, jangan sungkan dan anggap saja rumah sendiri" Seorang wanita setengah tua menyambut kami, sepertinya ibu tio.


kami segera menempati kursi yang kosong di depan meja makan.


"Tio banyak cerita mengenai kalian. Semenjak kalian menolong tio tempo hari para preman sekolah itu tidak berani lagi membully putraku" kini giliran ayah Tio yang menyapa kami ramah.


"Bukan apa-apa, kami hanya sedang kebetulan lewat sana" Aku langsung tersenyum ramah ke arah ayah Tio.


"Ayo Silahkan makan, tidak usah sungkan"


Kami segera menyambut tawaran dari ibu tio dan segera menyantap makanan yang tersedia.


"Kalian semua dari sekolah khusus pasti mempunyai prestasi yang sangat hebat" puji ibu tio.


"tidak juga, kami sama saja seperti siswa lainnya" kini giliran kim yang angkat bicara.


selesai makan, Ibu tio mengajak kami ke ruang tengah untuk ngobrol, sedangkan ayah Tio meminta izin untuk kembali ke kamarnya.


"Silahkan nyonya ini tehnya" Pelayan yang tadi menyambut kami kembali datang menghidangkan teh dan beberapa cemilan serta gula dalam kemasan.


"Silahkan tehnya, karena ayah Tio mengidap diabetes jadi dia terbiasa menggunakan gula khusus seperti ini, akhirnya kami serumah juga terbiasa ikut menggunakan gula yang sama dengan ayah tio" ibu tio menjelaskan bahkan sebelum kami sempat bertanya.


Kamipun mengambil cangkir teh yang sudah di siapkan di hadapan kami


"Nyonya kalau begitu saya permisi mengantarkan teh untuk tuan di kamarnya" Ucap pelayan tersebut sembari mengambil satu sachet gula dalam kemasan dan meletakannya di sebelah cangkir teh.


"Biar aku saja yang mengantarkan tehnya" ucap ibu tio seraya mengambil cangkir teh dari tangan kiri pelayan dan segera berjalan menuju kamar ayah Tio.


"Kalau begitu saya akan kembali ke dapur untuk menyiapkan cemilan lainnya"

__ADS_1


tidak lama setelah itu nyonya kembali ke ruang tengah.


"Maaf membuat kalian menunggu, sebetulnya suamiku sengaja masuk ke kamar untuk menghindari cemilan manis. Dia sangat suka manis tapi semenjak kadar gula darahnya terus tinggi dokter melarangnya makan makanan manis terlalu banyak."


Kami hanya ber oh ria mendengar ucapan ibu tio.


"Kalian ke sini membawa pasangan, Aku yang sampai sekarang masih jomblo jadi iri" Tio berucap sambil tertawa garing.


"Kami bukan pasangan kok, hanya teman dekat saja" Aku angkat bicara.


"Iyah, hanya teman. tidak ada hubungan apapun" sanggah kim.


"Kalau aku sih tidak keberatan jika di anggap pasangan dengan Anna yang cantik ini" Wajah Anna merah mendengar ucapan mike.


"Buaya" aku dan kim bergumam kompak.


"Silahkan dicoba, kue ini buatan sendiri" pelayan kembali datang menghidangkan beberapa pie buah


"Terimakasih Dinda, kamu memang sangat pandai membuat cemilan seperti ini" puji Tio pada pelayannya yang bernama Dinda.


Sekitar sejam setelah mengobrol banyak, kami berniat untuk pamit pulang kepada keluarga tio.


"Kalian sudah mau pulang, kapan-kapan mampirlah lagi jika ada waktu. Tunggu sebentar aku akan memanggil ayah tio" ibu tio langsung beranjak menuju kamar hendak memberitahukan kepulangan kami.


Tapi tak lama ibu tio kembali ke ruangan dengan wajah panik.


"Ayahmu tidak mau membuka pintu walaupun sudah berkali-kali ku ketuk" ibu tio berkata panik.


"Tenanglah tante, mungkin ayah tio sudah tidur" kim berusaha menenangkan


"Tidak mungkin, ayah tak pernah tidur seawal ini" tio segera bangkit dan berlari menuju kamar ayahnya dan menggedor pintu kamar keras sambil memanggil ayahnya.


"Minggir!! " mike dengan tegas menyuruh semua orang minggir dari depan pintu dan dengan sekali tendangan kuat pintu berhasil di dobrak.

__ADS_1


Semua orang terbelalak kaget. Ayah tio terbaring di lantai tak sadarkan diri.


"Berhenti, jangan ada yang memasuki ruangan dan segera panggil polisi" Aku segera menahan setiap orang yang berusaha masuk ke ruangan.


__ADS_2