The Class Evolution

The Class Evolution
Puzzle Sempurna


__ADS_3

"sekarang tolong ceritakan apa yang kalian lakukan dalam rentang waktu setelah makan malam sampai kematian sarah."


"Aku terus bersama dengan kim di kamar, sampai bu guru mengetuk pintu dan mengajak kami ke lantai satu" serry membuka percakapan.


"Iyah itu benar, kami tidak kemanapun setelah acara makan malam sampai menemukan jasad sarah yang sudah bersimbah darah" kim ikut membenarkan jawaban Serry.


"lalu bagaimana dengan pak hans dan ibu may? " tanyaku seraya mengarahkan pandangan pada mereka.


"kami berdua mengobrol di dapur sambil menyiapkan cemilan, sampai kemi mendengar teriakan dari lantai atas" jawab pak hans dan bu may menganggukan kepala tanda setuju.


"berarti hanya tinggal bu guru yang tidak memiliki alibi yah" bu guru menatap khawatir ke arahku.


"ibu memang hanya sendiri di kamar memilih kaset horor yang akan kita tonton, tapi mana mungkin ibu membunuh murid sendiri, lagi pula kalian sudah memeriksa kamar ibu dan tidak di temukan barang bukti apapun yang di gunakan untuk menyerang sarah kan? "


ya, bu emi benar. sampai sekarang barang bukti penyerangan masih belum bisa d temukan.


"Kamu tidak bertanya padaku?" celetuk mike sambil tersenyum.


"kamu kan sedarai tadi bersamaku di kamar jadi mana mungkin bisa tiba-tiba membunuh sarah" jawabku sembari tersenyum kecut.


"jika tidak ada yang di bicarakan lagi bisakah aku dan Serry kembali ke kamar?"


"Silahkan, apakah kamu mau belajar makeup pada Serry sehingga terburu-buru seperti itu? " Godaku, seketika membuat pipi kim merona merah.


"Si... Siapa yang mau berdandan, aku hanya mau belajar menggunakan cat kuku."


"Oh.. mulai jadi nona muda yah? " aku kembali tersenyum meledek, kim yang sebal segera melempar sebuah buku ke arahku. setelah itu bu emi, pak hans dan bu may juga menyusul keluar dari ruangan.


"Baiklah kalau begitu aku akan berkeliling rumah ini sekali lagi untuk memastikan tak ada petunjuk yang terlewati" jawabku sembari pergi menuju ke luar.


"tunggu Brian, aku ikut!! " mike segera berdiri dan berjalan menyusul ku.

__ADS_1


aku dan mike mulai kembali berkeliling.


"brian, menurutmu siapa yang paling mencurigakan di antara mereka? "


"Aku belum yakin, Tapi entah kenapa terasa masih seperti tidak hanya ada satu pembunuh"


"Maksudmu kemungkinan ada dua orang yang bersekongkol membunuh sarah? " mike sedikit terkejut dengan analisisku.


"Bisa jadi, tapi sepertinya mereka tidak bersekongkol. mereka seakan memiliki tujuan tersendiri"


"maksudmu, ada dua orang yang berusaha membunuh sarah tapi tidak saling bekerja sama? "


"ya, kemungkinan seperti itu. karena jika aku melihat tanda-tanda umum kematian sarah, sebelum di serang dengan benda tumpul sepertinya dia lebih dulu sudah dalam keadaan kritis karena racun" jawabku singkat.


"A... apa maksudmu racun? "


"jika sarah meninggal karena kehabisan darah akibat luka hantaman benda tumpul di kepala maka kemungkinan warna kulitnya akan cenderung pucat. tapi setelah ku perhatikan warna kulit sarah kemerahan seperti buah cery dan lagi dari mulutnya aku mencium seprti bau almond yang khas seperti keracunan sianida! "


"Itu mustahil mike, jika menaruh racun dalam makanan yang di makan bersama seprti tadi bisa saja yang keracunan bukan hanya sarah tapi juga kita semua"


mike mulai memikirkan kata-kataku. hingga langkahnya tiba-tiba berhenti. dan menatapku serius.


"Brian tunggu, sepertinya aku menginjak sesuatu" mike segera mengangkat kakinya dan melihat ke bawah.


"mungkin kamu menginjak kotoran srigala. tenang saja kamu kan membawa banyak sepatu" aku meledek sembari tertawa.


"Hei brian ini bukan kotoran, tapi gundukan tanah"


segera ku hampiri mike dan melihat apa yang dia injak sebetulnya.


"Bagaimana bisa ada tanah berserakan di sini, padahal semua halaman rumah ini sudah di lapisi bata jadi tak ada bagian yang kotor oleh tanah, lagi pula tanah ini jika di perhatikan secara seksama lebih mirip tanah kompos dari pada tanah liat." aku segera menoleh ke atas dan tanah ini tepat berada di bawah jendela kamar ibu guru emi.

__ADS_1


"sepertinya tirai. kebenaran mulai tersibak, hanya menunggu pencarian pion terakhir." Aku tersenyum seakan kemenangan sudah terlihat di depan mata.


"sepertinya tuan detektif mulai menemukan cahaya kebenaran"


"ya, tapi aku mau merepotkan kamu untuk beberapa hal lagi" aku tersenyum ke arah mike penuh makna.


"jadi bantuan apa yang bisa ku bantu untuk tuan detektif?" mike membalas senyumku seakan sudah tau maksud pembicaraan ini.


kami kembali ke dalam rumah, menaiki setiap anak tangga seakan menuntun kami semakin dekat dengan kebenaran. sesampainya di lorong lantai 2 aku melihat serry dan kim yang sedang asyik mengobrol.


"sedang apa kalian? " tanyaku datar.


"aku kan sudah bilang kami sedang memakai cat kuku, lihat baguskan. wanginya juga tidak menyengat dan Serry bilang ini herbal loh jadi aman jika tertelan" kim menjawab antusias. sedangkan aku dan mike hanya memperhatikan dengan senyum aneh


"tak ku sangka kamu akan semangat begini dengan barang-barang perempuan, tapi cat kuku ini bagus juga yah. ayo mike masih ada yang harus kita periksa" jawabku singkat sambil tersenyum seraya pergi menuju kamar sarah.


jujur saja aku sedikit miris melihat sarah, seorang nona muda yang harus meregang nyawa di tempat terpencil dengan cara seperti ini. pandanganku teralihkan kepada barang-barang yang berada di atas meja, di sana ada sebuah kotak kecil cat kuku. ku perhatikan dari berbagai sisi ini sama percis dengan yang dimiliki Serry. aku mengambil cat kuku tersebut dan membuka isinya lalu mencium bau cat kuku tersebut.


"serupa tapi tak sama, ada bau lain yang lebih khas" aku bicara sendiri sambil tersenyum.


Aku lihat kembali kuku sarah, dan dugaanku benar. ada sesuatu di sana, akhirnya puzzle kasus ini sudah terisi sempurna.


"jika melihat dari senyum mu sepertinya kasus ini akan segera berakhir." mike seakan tau maksud senyumanku.


"Memang dan sekarang giliranmu yang beraksi mike, sepertinya barang bawaanmu di kamar akan sangat berguna kali ini jadi gunakanlah dengan bijak" aku tersenyum ke arah mike.


"memang sulit menyembunyikan kebenaran darimu, sejak kapan kamu tau barang bawaanku yang berharga? "


"Aku tau mike, kamu bukanlah orang sembarangan. ketika kamu menginjakkan kaki di sekolah khusus berarti ada sesuatu yang istimewa darimu"


"Jika memang aku sudah mendapat persetujuan maka aku tak segan untuk bergerak" mike terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


"Ya,,, lakukan sesukamu tapi jangan di bunuh. ingat cukup lumpuhkan saja mereka. oke mike, atau harusnya ku panggil tuan besar mike pemimpin geng mafia terbesar di kota ini"


__ADS_2