The Class Evolution

The Class Evolution
Semua di Mulai


__ADS_3

"kamu ingat siswi yang bunuh diri di sekolah beberapa bulan yanglalu? serry bilang mungkin ini ada hubungannya dengan salah satu petinggi di sekolah" mike berkata sembari menatapku serius.


"Aku tidak berani menyimpulkan mike, banyak kabar burung tentang kematiannya. lagi pula sejak kapan kamu tertarik dengan kasus-kasus seperti ini? "


"aku hanya ingin memberitahumu saja karena selama ini kulihat kau tertarik dengan hal-hal seperti ini. lagipula... sampai sekarang aku masih penasaran siapa orang di balik sekolah khusus kita ini? "


"Itu masalah yang cukup rumit untuk di selesaikan, aku tak bisa dengan mudah mendapatkan informasi konkret mengenai pendiri atau yayasan yang terkait dengan sekolah kita ini"


Aku yakin semua ini masih saling berkaitan, tapi sampai sekarang bahkan aku belum menemukan benang merah penghubung kasus tersebut.


"Tak ku sangka detektif hebat sekolah khususpun kesulitan memecahkan kasus seperti ini"


Mike menepuk pundakku membuyarkan semua lamunanku. sejak awal memang aku sedang berusaha memecahkan kasus tersebut tapi semua penyelidikan menemui jalan buntu. bahkan sampai sekarang aku yakin bahwa itu bukanlah kasus bunuh bunuh diri biasa.


Mungkin memang jika ini ada kaitannya dengan pihak sekolah semua bukti bisa dengan mudah di hilangkan. Aku semakin pusing memikirkan ini semua


"sudahlah mike aku pusing, aku mau tidur dulu " segera ku baringkan tubuh di tempat tidur, lelah rasanya.


*****


'Kring.... Kring.... Kring.... '

__ADS_1


sebuah suara jam memaksaku untuk membuka mata, segera ku ambil jam di sisi tempat tidur dan menghentikan bunyinya, Kutengok melalui ujung mata yang seakan masih terlalu lelah untuk terbuka, jam 6 pagi saatnya bersiap kembali ke sekolah.


"Hei mike cepat bangun nanti kamu terlambat lagi"


mike tetap tidak beranjak dari tempat tidur, bahkan kedua matanya tidak membuka sedikitpun. aku tidak menghiraukannya dan segera menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.


"Aku berangkat dulu!!! "


mike sepertinya masih enggan untuk bangun maka kubiarkan saja, dia memang selalu seperti ini sangat sulit di bangunkan. bahkan aku sendiri sudah menyerah jika untuk urusan ini.


Sesampainya di kelas kudapati keadaan masih cukup sepi, hanya ada 3 orang siswa yang sudah datang, ada kim, serry dan kana anak perempuan yang selalu kulihat sedang tidur di kelas. walaupun memang kenyataannya hanya ada 8 orang siswa di kelas ini. Selanjutnya segera kutarik kursi untuk duduk.


"Tumben sekali kamu datang pagi, sepertinya akan ada hujan es batu di sekolah"


"Aku hanya sedang bosan di asrama jadi lebih baik kesekolah."


tumben juga kim menjawab pertanyaanku dengan serius, ada angin apa yang sebetulnya masuk ke dalam tubuh anak ini. segera kuletakkan tangan kananku pada dahi kim, jaga-jaga jika memang dia sedang sakit.


kim segera menepis tanganku dengan kasar.


"aku sehat, lagipula tidak sopan pegang-pegang wanita sembarangan. kamu bisa kena pasal pelecahan seksual"

__ADS_1


"Tapi itu hanya berlaku untuk wanita lembut seperti Serry. sedangkan kamu sepertinya tidak akan ada lelaki yang tertarik menyentuhmu sembarangan"


aku tertawa, sedangkan serry yang mendengar namanya di sebut hanya tersenyum kecil. kim memukul kepalaku dengan sebuah buku yang ada di atas meja.


sarah tiba-tiba datang sembari memukul pintu dengan cukup keras, membuat kami semua menoleh. Raut wajahnya terlihat marah, dia berjalan cepat mendekati Serry dan membanting buku yang sedang di baca oleh Serry.


"ini pasti kamu kan yang melakukannya, kamu yang sengaja menyebarkan video ini di internet agar orangtuaku membenciku!!! "


"Bu-Bukan, aku tak pernah melakukannya"


"jika bukan kamu lalu siapa lagi yang berani mengambil gambar saat aku membullymu di kelas dan menyebarkannya di internet!!!? "


"A-aku tak tahu, siapa saja bisa melakukannya tapi bukan aku sarah!! "


terlihat bulir bening mulai mengalir dimatanya.


"Cih.... dasar manja, aku pastikan kamu tidak akan bisa mengambil keuntungan dari keluargaku dengan cara-cara seperti ini!!!?"


sarah mendorong serry hingga terjatuh lalu beranjak pergi meninggalkan kelas. segera aku membantu serry berdiri. Tapi satu hal yang mengganjal di pikiranku. apa maksud kata-kata sarah tentang mengambil keuntungan dari keluarganya.


jam di dinding sudah menunjukan pukul 7.30, menunjukan waktu masuk telah tiba. tapi kudapati di kelas hanya ada lima orang siswa termasuk aku. bahkan mike juga masih belum datang.

__ADS_1


Terlihat bu Emi setengah berlari menuju kelas kami. padahal harusnya ini bukan jam pelajaran yang diampu oleh beliau.


__ADS_2