The Class Evolution

The Class Evolution
Gula Dalam Kemasan


__ADS_3

"Kim aku ingin minta tolong sesuatu padamu"


Aku melambaikan tangan ke arah kim, memberinya isyarat untuk mendekat.


"Ada apa?"


"Aku ingin kamu menyelidiki sesuatu tentang...."


Aku berbisik pada kim mengenai tugas yang ku berikan. selanjutnya kim mengangkat jempol tanda setuju.


"Apa yang kalian rahasiakan? kenapa pakai acara berbisik-bisik berdua seperti itu? Apakah kamu sudah mengetahui siapa pelakunya?" ucap mike agak kesal.


"Belum, masalah kematian ini masih agak rumit"


Bagaimana racun itu masuk ke dalam tubuh korban, sedangkan sisa racun hanya pada jari.


"Wah... kue coklat ini enak sekali. Kalian harus mencobanya, siapa tau bisa membuat pikiran lebih tenang" Anna berucap agak keras sambil menyodorkan beberapa potong kue pada ku dan mike.


"Tidak, Terimakasih" aku menjawab singkat.


"Sepertinya enak. Aku akan coba beberapa, sudah lama aku tidak makan coklat" Mata mike berbinar melihat kue coklat.


Tanpa ragu mike mengambil sepotong kue coklat dan melahapnya dalam satu suapan lalu menjilat sisa coklat di jari-jari nya.


"Kamu seperti anak kelaparan yang tidak pernah makan coklat" Gumamku.


Anna tertawa kecil melihat kelakuan mike. Tapi melihat mike membuatku teringat sesuatu yang penting tentang kasus ini. Hingga sebuah senyum mengembang di wajahku.


Aku segera kembali ke kamar korban sekaligus TKP pembunuhan. Yang pertama ku periksa adalah tempat sampah, dan dugaanku benar. Barang bukti masih belum hilang, Aku segera mengambil benda itu dari tempat sampah menggunakan sapu tanganku.

__ADS_1


"Pak polisi, bisakah kita mengumpulkan para saksi sekarang"


"Tunggu bocah, apakah kamu sudah mengetahui pelakunya?"


"Mungkin saja. Jadi lebih baik kumpulkan semua orang dan kita akan tau, dan tolong anda cek barang yang ada di sapu tanganku. Jangan langsung di sentuh karena kemungkinan masih ada racun tersisa di sana"


Para polisi saling menatap bingung tapi tetap mengikuti instruksi dariku. Tak lama setelahnya semua orang sudah berkumpul di ruang tengah. Terlihat mereka saling menatap satu sama lain.


"Apakah kami sudah mengetahui siapa pelakunya?" Tanya ibu tio cemas.


"Tenanglah tante, sebelum kita menguak misteri ini pertama aku akan memaparkan kronologi kejadian. Awalnya semua orang duduk di sini menunggu hidangan penutup, kemudian korban yaitu ayah tio mohon izin untuk lebih dulu memasuki kamar karena tidak ingin tergoda makanan manis.


Tak lama setelah itu pelayan menghidangkan cemilan dan teh di atas meja lalu kami mengambil gelas tersebut secara acak dan lalu pelayan mengambil satu sachet gula dan meletakan di tepi gelas teh tersebut lalu dibawa ke kamar korban oleh ibu tio.


Selanjutnya kami mengobrol selama sekitar satu jam dan akhirnya kami meminta izin untuk pulang karrna sudah larut, tetapi beberapa kali ibu tio memanggil tetap tidak ada respons dari korban sehingga mike terpaksa mendobrak pintu dan menemukan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan mulut berbusa di duga karena keracunan.


Setelah di teliti ternyata tidak ditemukan racun dalam makanan ataupun minuman korban, tetapi racun malah ditemukan pada tiga bagian jari tangan kanan dan kiri korban yaitu jari jempol, telunjuk dan jari tengah. Tapi kita melupakan satu hal, gula sachet yang di konsumsi oleh korban"


"Tidak, aku tidak pernah mengatakan jika racun itu ada di dalam kemasan. Racun itu sebetulnya ada di luar kemasan gula tersebut"


Semua orang di ruangan seketika menatapku terkejut.


"Tapi bagaimana bisa ada racun di luar kemasan? bukankah jika racun berada di luar kemasan bisa sangay beresiko menempel pada kemasan lain?" Sergah mike ragu.


"Racun itu menempel pada jari pelaku. Jadi pelaku sengaja menempalkan racun ketika mengambil gula dalam kemasan tersebut"


"Sebentar. Kenapa pelaku tidak langsung saja menaruh racun dalam gelas korban dan malah repot-repot menempelkan racun pada kemasan gula yang belum tentu akan masuk ke tubuh?"


"Pertanyaan bagus, Awalnya aku juga berpikir demikian. Tapi tujuan pelaku sebenarnya ingin membuat korban seolah-olah meninggal karena bunuh diri dengan sengaja menelan racun menggunakan tangannya sendiri karena racun hanya ada pada tangannya dan tidak terdapat pada makanan atau minuman lain. Benar begitukan pelayan nina?"

__ADS_1


Aku mengarahkan pandangan ke arah nina, pelayan rumah ini yang di ikuti tatapan kaget semua orang.


"Tunggu dulu, jika ingin meletakkan racun dalam kemasan bukankah ibu tio yang mengantarkan minuman tersebut juga bisa melakukannya" Ujar nina berusaha membela.


"Tidak, anda jelas-jelas memberikan minuman kepada korban setelah kami selesai memilih, anda sengaja meletakan seluruh minuman di meja dan membiarkan kami memilih terlebih dahulu agar anda tidak di curigai sebagai tersangka.


selain itu cara anda memegang cangkir dan piring teh untuk korban agak sedikit aneh, setelah mengambil sebungkus gula anda tetap memegang piring dan cangkir teh dengan tangan kiri bukannya memegang dengan kedua tangan karena anda menghindari racun di jari tangan kanan anda tercecer pada cangkir dan juga piring teh.


Selain itu anda juga sepertinya tau kebiasaan korban yang suka menjilat kemasan gula setelah menuang isinya"


"Kenapa korban memilki kebiasaan seperti itu?" Tanya Anna.


"Sama seperti mike tadi, ketika seseorang sangat menyukai makanan dan minuman manis tetapi mereka jarang memakannya karena suatu alasan kemungkinan mereka akan memakan sampai menjilat makanan tersebut sampai habis.


Begitu pula yang terjadi pada korban, karena korban sangat menyukai manis makanya korban sangat suka menjilati kemasan sisa gula. Selain itu ada hal aneh lain yang aku temukan. Pak komandan apakah anda sudah memeriksa barang yang tadi ku berikan?" Tanyaku pada komandan polisi.


"Iyah sudah, memang di temukan racun yang sama pada kemasan tersebut serta air liur korban" Papar komandan polisi.


Aku mengambil bungkus gula tersebut dari tangan komandan menggunakan sapu tangan dan menunjukkannya pada setiap orang di ruangan.


"Satu hal lagi yang mencurigakan, perhatikan cara membuka bungkus ini. Garisnya tidak rapi, berbeda dari bungkus lain yang kutemukan di tempat sampah kamar korban. Bungkus ini sepertinya di buka menggunakan mulut sedangkan bungkus yang lainnya di tempat sampah di buka secara rapi dengan gunting.


Ini berarti, pelaku sengaja menyembunyikan gunting di kamar korban, agar korban membuka bungkus gula tersebut dengan menggunakan mulutnya untuk memastikan racun tersebut bisa masuk ke dalam tubuh.


Buktinya bisa kalian dapatkan ketika kalian memeriksa jari kanan pelayan nina mungkin masih tersisa racun di antara sela-sela kukunya"


"Nina!!! Apakah semua itu benar? Katakan bahwa semua itu salah nina!!"


Terlihat pelayan nina menunduk, tidak menjawab sedikitpun pertanyaan ibu tio.

__ADS_1


"Kenapa nina? Padahal kamu sudah sangat lama bekerja disini dan aku sangat mempercayaimu!!!" Ibu tio berteriak sembari mencengkram pundak nina keras.


"Mungkin nina membunuh ayah tio karena ingin melindungi keluarga anda, Benarkan kim?" Tanyaku pada kim yang sepertinya sudah selesai mencari beberapa hal yang kuminta.


__ADS_2