
Akhirnya setelah seminggu di liburkan sekolah kembali memulai pembelajaran seperti biasa. yang berbeda adalah kelas kami menjadi lebih sepi karena kehilangan dua orang siswi serta wali kelas.
Aku masih terduduk di kursi, sambil memikirkan kotak kayu yang di berikan oleh kepala sekolah. bagaimanapun caranya aku tak berhasil membuka kotak tersebut, terlebih pak kepala sekolah juga tidak memberitahu tentang kunci dan semacamnya. mungkin dia ingin aku cari cara sendiri untuk membukanya.
Apa mungkin aku harus meminta bantuan mike untuk membuka kotak tersebut secara paksa dengan menggunakan senjata. Tapi sepertinya masalah dengan kepala sekolah ini aku tidak ingin melibatkan siapapun terlebih karena sampai sekarang aku tak yakin apakah pak phillip itu baik atau sebaliknya. karena bagaimanapun dialah yang menjadi sutradara kasus pembunuhan sarah di villa belum lama ini.
"Semakin sepi yah" Kim tanpa ku sadari sudah terduduk manis di kursinya.
"Iyah, sekarang hanya tersisa 6 orang di kelas. tapi tetap saja yang normal hanya kita bertiga. Mungkin"
"Kenapa kau bilang mungkin, jadi menurutmu aku tidak normal? " kim membalas perkataanku agak kesal.
"Sebetulnya memang dari awal semua yang ada di kelas ini agak tidak normal. mike, anak Mafia yang suka bawa senjata. kamu juga ternyata seorang hacker handal. Kana yang selalu tidur di kelas juga ternyata seorang ninja. dan jangan lupa aku seorang detektif sekolah tampan dan berbakat" ucapku sambil tersenyum
"Mau muntah rasanya ku dengar ucapanmu, Tapi sebetulnya masih ada dua orang lagi teman sekelas kita yang belum pernah nampak batang hidungnya"
kim benar, masih ada dua orang siswa yang belum terlihat masuk kelas bahkan setelah hampir setengah tahun berlalu.
"brian, aku butuh bantuanmu. sini ikut aku sebentar" Mike datang dan segera menarik tanganku menuju ke luar, entah ada hal apa yang sangat penting sampai dia terburu-buru begitu. ku lihat kim juga ikut mengekor di belakang kami.
"mike, kamu mau membawaku ke mana?"
"Ada yang sedang butuh bantuan, dia bilang kakeknya hilang dan sampai sekarang masih belum di temukan" ucap mike, kupikir sangat tumben mike mau mencampuri urusan orang lain.
sesampainya di gerbang depan sekolah ku lihat seorang wanita cantik dengan tubuh indah, berumur sekitar 19 tahun sedang berdiri dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
"Pantas saja kau begitu antusias ternyata yang meminta tolong adalah seorang wanita cantik" mike berpura-pura tidak mendengar ucapanku dan segera hampiri wanita tersebut.
"Maaf nona membuatmu menunggu, ini temanku namanya Brian. dia seorang detektif yang hebat jadi pasti bisa menemukan kakek mu" mike berkata antusias.
"Hei.... Hei.... kenapa kamu sampai berani bilang pasti menemukannya, kamu pikir aku ini punya radar atau semacamnya" jawabku agak kesal.
"Maaf merepotkan, namaku mona. Apakah betul kalian bisa membantuku? " nona tersebut bertanya dengan raut wajah khawatir.
Akupun menghela nafas panjang, mungkin akan aku dengarkan lebih dulu cerita nona ini. jika memang memungkinkan apa salahnya membantu orang lain.
"Kalian berdua benar-benar akan menolongnya? kelas sebentar lagi akan mulai loh" kim yang sedari tadi ada di belakangku tampak agak keberatan dengan ide mike.
"Aku kan sedang minta tolong pada Brian kenapa malah kamu yang keberatan? " mike menjawab agak kesal
"Aku hanya mengingatkan kalian bahwa kelas akan segera di mulai!!" kini giliran kim yang menjawab agak marah.
"siapa yang cemburu, dasar bodoh!!! "
"Kalian berdua sudah lah, aku akan mendengarkan dulu cerita dari mona"
sontak mereka menatapku tajam bersamaan. Aku menghela nafas panjang, sejak kapan mereka tidak akur seperti sekarang.
"uhm.. maaf, jadi apakah kalian bisa membantuku? "
"Baiklah, Tolong ceritakan secara lengkap bagaimana kronologi kakakmu bisa hilang? " Tanyaku
__ADS_1
"Awalnya kemarin pagi kakek bilang akan pergi ke warung untuk membeli makanan, tapi setelah itu kakek tak kunjung kembali hingga sekarang, aku sudah mencoba menelponnya tapi tidak di jawab. aku juga sudah mencoba melapor ke polisi tapi sampai sekarang masih belum ada kabar. jadi aku khawatir dan berusaha mencari kakek berdasarkan petunjuk yang ada. di tambah kakek sudah mengalami rabun jadi agak sulit mengenali tempat"
"Petunjuk apa saja yang kamu bilang" tanyaku antusias mendengar kata petunjuk.
"sebenarnya kemarin sore sekitar pukul 3 kakek menelpon sedang ada di sekolah tapi tidak tau sekolah mana, maka aku segera mengunjungi tiap sekolah di daerah ini dan menanyakan siapa tau ada yang melihat kakekku"
"Sekolah? bagaimana bisa dia tau ada di sekolah sedangkan kamu bilang kakek mengalami masalah rabun" Tanyaku heran.
"sebetulnya kakek bilang semua orang memakai seragam dan memasuki gedung yang besar"
mungkin memang bisa saja dia di sekolah, tapi yang menjadi perhatianku adalah jika kakek menelpon pukul tiga sore dan dia bilang di sekolah harusnya para murid baru keluar dari gedung sekolah untuk pulang bukan malah baru masuk.
"Bagaimana apakah kamu sudah tau kakek mona ada di mana? " Tanya mike antusias.
"Kamu pikir aku cenayang hanya dengan mendengarkan bisa langsung tau. Apakah ada hal lain lagi yang kakakmu katakan?? Oh iyah jika ada HP kenapa kamu tidak telpon lagi? "
"Setelah menelpon HP kakek kembali tidak aktif. Tapi kakek juga bilang bahwa gedung sekolahnya sangat besar dan mewah, makanya aku datang ke sekolah ini karena merupakan sekolah paling besar di sekitar sini"
"Apakah kakekmu juga bilang mengenai seragam apa yang digunakan oleh siswa dimana? "
"Oh iyah, kakek bilang sepertinya ada dua sekolah dalam satu gedung"
"Eh... kenapa bisa begitu? " kali ini kim ikut bertanya penasaran.
"sebenarnya dia bilang mereka memakai dua warna seragam yang berbeda jadi mungkin ada dua sekolah berbeda disana"
__ADS_1
Aku mulai kembali berpikir, orang berseragam memasuki gedung yang besar dan mewah pada pukul 3, dan mereka kemungkinan dari dua sekolah berbeda. dimana sebenarnya kakek mona berada??