The Class Evolution

The Class Evolution
Undangan dan Teman Baru


__ADS_3

Hujan dipagi hari mengawali hari senin, membuat malas untuk berangkat ke sekolah.


"Jika malas, tidak usah memaksakan diri berangkat ke sekolah" mike yang sedarai tadi berbaring ditempat tidur angkat bicara, seakan tau betul apa yang sedang aku pikirkan.


"Memang membuat malas, tapi aku termasuk siswa rajin jadi akan tetap berangkat ke sekolah" ucapku sambil membereskan tas.


"kalau begitu tolong kuatkan aku alasan untuk bolos hari ini" mike berkata santai sambil kembali menarik selimut.


"Dasar kau ini, Aku akan bilang kamu makan apel beracun dan sedang menunggu ciuman hangat dari seorang ksatria wanita" kulihat mike tertawa kecil mendengar ucapanku.


Aku segera keluar asrama dan berjalan santai menuju sekolah sambil menggunakan payung.


Sesampainya di kelas, sepi. tak ada siapapun kecuali aku, padahal jam sudah menunjukan pukul delapan pagi.


"Apa sebaiknya aku kembali saja ke asrama" gumamku pada diri sendiri.


Aku segera berbalik hendak kembali ke asrama, ku tatap langit yang seakan tidak berniat mengeluarkan matahari dari peraduannya.


"Bruukh!!!!"


seseorang menabrakku dari depan hingga tubuhku hilang keseimbangan dan terjatuh tepat ke atas tubuh orang yang menabrakku.


"Ma-maafkan aku"


seorang gadis dengan rambut merah terang serta bola mata hijau seperti batu emerald. Aku belum pernah melihat gadis ini sebelumnya.


"Bisakah kau menyingkir sekarang" perkataan gadis tersebut sontak menyadadarkanku tentang situasi kami yang masih saling bertindihan.


"Maafkan aku" Aku segera bangkit dan mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.


Dilihat dari seragamnya memang merupakan salah satu siswa sekolah khusus. emblem dibajunya bertertuliskan nama Anna Scarlet.


"Siapa kamu? " pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutku.


"Aku baru kali ini masuk sekolah, namaku Anna Scarlet. Aku siswa kelas 2-A"


2-A, berarti sekelas denganku.


"Sepertinya kita sekelas, namaku Brian dari kelas 2-A" Aku mengulurkan tangan sambil tersenyum ramah.


Anna dengan lembut menjabat tanganku sambil membalas dengan senyum simpul.


"Ini kelas kita kan, Tapi kenapa tidak ada orang? padahal hampir jam sembilan" Anna menengok ke dalam kelas, matanya berkeliling kelas mengamati.

__ADS_1


"Sepertinya mulai besok kamu harus mulai terbiasa dengan pemandangan kelas yang kosong seperti ini"


"Eh... kenapa? " Anna bertanya heran dengan ucapanku


"Karena siswa di kelas kita hanya ada Enam orang termasuk kamu. satu orang tidak pernah masuk, satu lagi kerjanya hanya tidur, sisanya hanya ke kelas jika sedang good mood"


Aku berusaha mendeskripsikan secara singkat keadaan orang-orang aneh di kelas ini tanpa mengungkap identitas mereka yang asli. Anna terlihat tersenyum kecil mendengar penjelasanku.


"Ku kira siswa di sekolah khusus akan jauh lebih berkompetisi di kelas ternyata aku salah"


Kompetisi? dari awal aku masuk kelas sama sekali tak ada yang peduli dengan nilai. Bahkan dia sendiri tidak masuk kelas sama sekali selama setengah tahun lebih. Aku jadi penasaran kemana saja Anna selama hampir setengah tahun hingga baru nampak sekarang.


"Anna maaf, jika boleh tau kemana saja kamu selama setengah tahun ini? "


" Aku akan jelaskan tapi bagaiman jika sambil mengajakku berkeliling, aku belum paham denah sekolah ini" pinta Anna sambil menarik tanganku.


Akupun hanya mengangguk tanda setuju.


"Sebenarnya selama setengah tahun ini aku mengikuti sebuah turnamen dan pelatihan jangka panjang di eropa"


Ternyata memang bukan siswa sembarangan. Harusnya aku tau pak philip pasti tidak akan memilih sembarangan orang untuk bisa masuk ke sekolah khusus.


"Brian, Kenapa tiba-tiba melamun? " suar Anna seketika membuyarkan lamunanku tentang kepala sekolah.


"Pacarmu? " Anna berucap lugas.


"Bukan... Aku tidak memiliki pacar." Aku segera mengelak dari pertanyaan Anna.


Kami terus berjalan menyusuri lorong hingga tak terasa sudah tiba di pintu gerbang depan sekolah. Tiba-tiba mataku menangkap sesosok anak yang sepertinya pernah aku temui.


"Tio" Gumamku. pelan seraya mendekati sosok tio.


"Akhirnya aku bertemu denganmu" Tio berkata lega sembari tersenyum lebar


"Apa yang membawamu sampai ke sini? "


"Sebetulnya aku ingin menyerahkan ini pada mike, sekaligus mengundang kalian untuk makan bersama keluargaku sebagai ucapan terimakasih" ucap Tio sambil menyerahkan sebuah baju seragam.


Seingatku ini adalah pakaian seragam mike yang dia buang tempo hari. Ternyata Tio memungut dan mencucinya.


"Baiklah, aku akan mengajak mike dan juga kim"


"Acaranya nanti malam pukul tujuh, Alamat rumahnya juga sudah ku tulis." Tio berucap seraya pergi.

__ADS_1


Aku menengok baju yang tadi di serahkan Tio, terdapat secarik kertas bertuliskan sebuah alamat.


"Siapa anak itu?" Anna yang muncul dari belakangku bertanya penasaran


"Dia Tio, ceritanya agak panjang sampai aku bisa bertemu dengannya"


Aku mulai bercerita tentang awal mula pertemuanku dengan Tio sambil terus berjalan menuju asrama wanita.


"Ini asrama wanita, kurasa cukup sampai disini acara berkelilingnya"


"Terimakasih sudah mengajakku berkeliling, Apakah kamu akan kembali ke asrama? " Anna sedikit membungkuk mengucapkan terimakasih.


"Tidak, masih ada seseorang yang mau aku temui diasrama wanita"


"Boleh aku ikut" Anna terlihat antusias untuk mengikuti ku.


Akupun mengangguk tidak bisa menolak, aku mengajak Anna untuk menemui kim. Aku akan menyampaikan undangan makan malam dari Tio.


Sesampainya didepan sebuah pintu kamar, Aku segera mengetuk daun pintu Tersebut tanpa ragu, sambil menyerukan sebuah nama.


"Kim.. Kim... Kimberlly!! "


Tak lama seorang gadis dengan rambut kusut dan masih menggunakan baju tidur membuka pintu. dari wajahnya terlihat kim baru saja bangun tidur.


"Ada apa kau membangunkan aku pagi-pagi, ini hari senin"


Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihatnya.


"Karena ini hari senin harusnya kamu bangun pagi untuk ke sekolah"


ucapku dengan nada kesal, tapi kim seakan masa bodo dan bersiap kembali masuk ke dalam kamar. aku segera menahan pintu kamar kim dengan kakiku tepat sebelum dia menutup pintu.


"Nanti malam Tio mengundang kita makan bersama di rumahnya jam tujuh malam. aku akan menunggumu di depan sekolah"


"Oke" balas kim singkat sambil kembali menutup pintu.


Aku hanya dapat menarik nafas dalam dan beranjak pergi. Baru beberapa aku melangkah kim tiba-tiba membuka pintu dengan keras seraya menatapku dengan wajah memerah.


"Apa kau serius Brian? " kim kembali bertanya seakan tak percaya.


"Iyah, aku serius. Nanti malam pukul tujuh, aku menunggumu di depan pintu gerbang sekolah"


Mendengar jawaban ku kim segera menutup pintu kamar setengah dibanting. Apa jangan-jangan ada kesalahan pahamkan antara kami.

__ADS_1


__ADS_2