
sesampainya di depan kampus citra melihat amel yang sedang mengendarai sepeda motor nya
" Mel.. " teriak citra sambil membuka kaca mobil nya
"citra" balas amel yang jga berhenti
" tunggu gue"
" teman kamu? " tanya lee
" iya, udah kak sampai sini aja "
" gak kakak antar kamu sampai dalam" lee tetap melajukan mobil nya sampai parkiran dalam amel yang melihat mobil citra melewati nya amel langsung melakukan motor nya untuk menuju parkiran
" ih apaan sih kakak sampai masuk ke sini" ucap citra cemberut
" memang nya kenapa? ada yang melarang? banyak kok mobil yang parkir di sini "
" gak ada yang melarang sih tapi kan aku malu"
" kamu itu apa apa malu apa sih yang bikin kamu gak malu"
" hhm.. ya udah kamu mau turun" citra membuka pintu mobil nya terlihat amel yang sudah menunggu dan di situ juga ada geng nya ester
" mobil nya bagus banget" ucap ester yang masih belum tahu siapa orang yang di dalam itu karena kaca mobil Lee yang gelap jadi susah buat orang melihat dari luar
" kita tunggu aja siapa yang keluar , siapa tahu murid baru juga" sahut melly
"ih ngapain juga si hidung jambu ikut ikutan berdiri di sini" ucap ester kesal
citra membuka pintu mobil nya membuat ester dan teman teman nya kaget
" hah.. itu beneran mobil nya itu arti nya dia anak orang kaya" ucap tere
" ya gak mungkin lah. paling paling dia berangkat jalan kaki terus ada orang yang kesian maka nya di ajak" ucap ester yang gak mau kalah
" tok.. tok.. tok... " citra mengetuk kaca mobil nya Lee
" ada apa? " tanya Lee membuka pintu mobil nya sambil memasang kaca mata hitam.
" gak usah tebar pesona" citra bete melihat tingkah laku kakak nya
" aku gak tebar pesona aja banyak cewe yang ngejar apa lagi aku tebar pesona" sahut Lee
" terserah kakak lah.. oh ya nanti aku gak usah di jemput ya aku mau pulang sama teman aku apa lagi di jemput sama bodyguard yang kemaren aku gak mau, mereka seperti ingin menculik aku" ucap citra
" iya.. " Lee membuka pintu mobil nya dan turun dari mobil
tere dan melly melihat Lee langsung berteriak histeris Gak sanggup melihat ketampanan nya Lee
" terus ganteng banget" ucap melly
__ADS_1
" ih kalian apaan sih, biasa aja kali"
" ini lebih dari biasa ser, dava ganteng lebih ganteng lagi ini" ucap Mely
cewe cewe di sekitar situ juga pada melongok melihat kegantengan nya Lee
" ngapain? " tanya citra melihat Lee keluar dari mobil
" kakak belum cium kamu"
" ih aku gak mau aku malu di sini banyak orang " citra berusaha melarikan diri dari kakak nya itu namun tangan nya citra langsung di genggam erat dengan Lee. Lee tidak menghiraukan orang orang di sekitar situ
" kamu jangan macam macam ya dan pulang nya jangan telat kamu tahu kan bagaimana papah kalo kita telat pulang" ucap Lee
" iya"
" cup. cup.. " Lee mencium pipi kanan dan kiri nya citra
dari kejauhan kelvin melihat citra dan Lee
" apa tuh bermesraan di area kampus apa gak ada tempat lain" ucap kelvin kesal
" tuh kan itu berarti pacar nya" ucap Mely
" ih mau mau nya cowo seganteng itu dengan cewe seperti dia jauh cantikan juga gue" ucap ester yang terus terusan membanggakan diri nya
" udah ya ka" citra menjauhkan wajah nya Lee
" kamu tau kan kakak gak bisa kalo gak cium kamu sebelum kerja"
" lah biarin lah.. kita gak pacaran juga" ucap lee, citra mendengar nya langsung terdiam dan lemas seperti orang yang tidak sarapan
" cup.. " Lee mengecup kening nya citra dan setelah selesai dia mencium adik kesayangan nya ini dia langsung masuk ke dalam mobil dan melakukan mobil nya sedangkan citra masih diam mematung
" cit" amel menepuk pundak nya citra
" eh Mel"
" lo kenapa? "
" gue gak kenapa kenapa kok"
" lo jujur deh sama gue yang itu tadi buka kakak lo kan tapi pacar lo"
" enggak Mel itu kakak gue beneran deh "
" tapi gue liat lo berdua itu ada yang aneh "
" aneh gimana? "
" yah mungkin kakak lo emang perlakuan dia ke loe kaya perhatian kakak ke adik nya yang begitu dia sayang tapi di sisi lain gue liat lo kaya lo itu kaya canggung, kaya orang punya rasa suka gitu, tapi itu mungkin cuman menurut gue aja ya, "
__ADS_1
" iya gak papa"
" lo jangan marah ya gue cuman nanya aja dan ga jb mungkin juga kamu suka dengan kakak kamu sendiri "
bel pun berbunyi
" oh iya cit kita kan hari ini mengumpul buku tanda tangan itu dan kita gak punya tanda tangan ketua BEM dan wakil nya "
" jadi kita harus cari kemana dong"
" kita kan belum berbaris juga bagaimana kalo kita cari kak dava" amel memberikan usul
" ayo.. "
amel dan citra pun langsung mencari dimana keberadaan nya dava dan ternyata dava baru datang dia berjalan menuju aula kampus itu
" kak... " panggil citra dan amel dava berhenti dari langkah nya dan berbalik mengetahui siapa yang memanggil nya
" ada apa? " tanya dava dengan data
" him nu kak.. boleh gak minta tanda tangan nya" ucap amel gugup
" maaf saya seeing sibuk" ucap dava
" ayo lah kak sekali ini aja aku minta tolong, kamu udah gak dapat tanda tangan kelvin dan teman teman nya, "
" iya kak tolong banget kalo gak kamu nanti pasti akan di hukum "
" maaf saya gak bisa saya sudah terlambat" dava pun langsung meninggalkan citra dan amel. amel begitu kesal dengan perlakuan nya dava
" sombong banget sih jadi orang, memang nya dia pikir dia siapa" ucap amel marah marah
" udah Mel sabar... ya udah lah kita apa ada nya aja"
" gue gak mau cit di hukum, di hukum capek *
" terus mau gimana lagi. dava gak mauu beri kita tanda tangan lagi lagi geng gak jelas itu" citra bilang gengs nya kelvin geng gak jelas
. " semua mahasiswa baris" teriak kelvin
semua mahasiswa langsung berlarian memasuki barisan nya
beberapa menit kemudian,
" hari ini sebelum acara di mulai kalian kumpulkan buku tanda tangan yang kemaren, nanti para panitia yang akan berkeliling mengmbil buku itu dan siapa yang banyak tidak bertanda tangan akan mendapat kan hukuman"
mendengar ada hukuman nya semua mahasiswa langsung risau
" semua nya diam... baris dengan rapi" teriak kelvin
" gue benci banget sama orang itu Mel" ucap citra menunjuk kelvin
__ADS_1
" kenapa? "
" belagu banget jadi orang