The Effect

The Effect
28


__ADS_3

jam sudah menunjukkan pukul 23.30 Lee sudah selesai makan dan juga sudah selesai ganti baju tidur.


tok..tok..tok.. Lee mengetuk kamar nya cintra


" belum tidur tuan?"tanya bi Laras yang salah satu pembantu nya yang khusus masak masak


" nih mau tidur bi"


" mau tidur?" seketika bi Laras berpikir apa yang di maksud tuan nya itu " apa tuan Lee mau tidur di kamar nya non Citra" ucap bi ilas dalam hati


" maaf tuan apa tuan ada yang di perlukan biar nanti saya bikin kan, siapa tau tuan mau minum teh atau kopi"


"tidak bi makasih, silahkan bibi tidur aja"


" baik tuan permisi " bi Laras pun langsung ke kamar nya


tok..tok..tok... Lee mengetuk pintu kamar nya citra


" ada apa sih kak?" tanya citra sambil mengangguk


" kakak malam ini tidur di sini"


" gak mau kakak tidur di kamar kakak aja" teriak citra


" bodo amat yang jelas kakak mau tidur sama kamu"


" kak aku bukan anak kecil lagi ya yang seenak nya kakak tidur dengan aku, aku udah besar kak" teriak citra kembali.


" dengar ya sayang. kamu sampai kapan pun tetap jadi adik kecil kakak yang kakak sayang, paham kan kamu?"


" adik.. iya kak aku cuman adik kakak sampai kapan pun cuman adik kakak gak akan bisa pendamping hidup kakak selama nya" batin citra berkata


" sudah jangan melamun terus kakak ada di samping kamu kok" ucap Lee sambil melingkarkan tangannya di pinggang citra


" kak kalo seadanya papah tau kita tidur berdua kaya gini apa papah akan marah?"


" kenapa harus marah kan kamu gak kenapa kenapa, kamu gak hamil juga " ucap Lee dengan cuek nya " ya sudah tidur jangan banyak pikir nanti cepat tua"


citra pun memejamkan mata nya dan Lee juga mulai memejamkan mata dengan posisi enaknya memeluk citra dari belakang


ke esokkan hari nya.


"pagi mah, pah" sapa Lee yang baru bangun


" baru bangun kamu? emang hari ini gak ke kantor"

__ADS_1


" ke kantor mah tapi agak siangan "


" mana citra? apa dia masih belum bangun, sudah jam berapa ini" ucap papah nya


" citra sudah bangun pah tuh dia lagi mandi"


" kok kamu tau kalo dia lagi mandi? kamu tidur di kamar nya citra lagi ya?" tanya mamah nya kepada anak laki laki nya itu,


" enggak kok mah,"


" awas ya kamu kalo masih tidur di kamar nya citra, nanti mamah tanya sama pembantu di rumah ini" karena rumah nya begitu besar jadi kamarnya citra, Lee dan mamah papah nya itu terpisah jauh jadi agak susah untuk mengetahui apa Lee tidur di kamar citra atau gak dan mana mungkin para asisten rumah tangga itu berani lapor yang enggak enggak tentang tuan nya


" silahkan tanya aja" sahut Lee dengan santai nya seperti orang yang tidak berbuat apa apa


" pagi mah pah" sapa cinta yang baru turun dari tangga


" pagi" balas mereka semua


" sudah ki biar saya aja" citra menghentikan Kiki yang hendak mengambilkan makanan nya


" baik non" Kiki pun menurut dengan perintah citra


" hari ini kamu pulang jam berapa?" tanya papah nya


"mungkin sore pah memang nya kenapa?" citra kembali bertanya dengan nada gugup


" mobil pah?" citra kembali bertanya dia masih tidak mengerti apa dari maksud papah nya


" iya.. kamu sudah dewasa sudah menjadi keluarga ini jadi papah ingin membelikan mobil untuk kamu supaya kamu kuliah bawa mobil sendiri jadi gak repot repot minta jemput supir atau.kakak kamu"


"tapi aku gak papa kok pah kalo harus di jemput terus "


" sudah sayanh terima aja pemberian papah mu" sahut mamah nya


" aku juga senang jemput dan nganter citra kemana mana" sahut lee


"hhm enak sekali nona citra dia cuman anak angkat dari panti asuhan tapi.mempunyai keluarga yang baik.yanh sudah menganggap dia anak nya sendiri, andai saja aku bisa.jadi non Citra" atin nya Kiki berbicara


" sebentar mamah juga.ada hadiah untuk kamu" mamah nya pun langsung meninggalkan meja makan dan menuju kamar


citra benar benar heran dengan sikap mamah dan papah nya pagi ini


terlihat mamah nya membawa sebuah kotak kecil seperti kotak perhiasan


" ini sayang mamah belikan buat kamu" mamahnya membuka kotak itu dan ternyata isinya sebuah kalung berlian yang yang begitu mahal

__ADS_1


" apa ini mah?" tanya citra


" ini kalung berlian buat kamu " mamahnya pun langsung memasangkan kalung itu "happy birthday sayang " ucap mamahnya sambil mencium pipi kanan dan kiri.citra


" astaga... kenapa aku sampai lupa kalo hari ini hari ulang tahu kamu" ucap Lee yang langsung semangat bangkit dari kursinya ". semenjak kapan mamah dan papah merencanakan semua ini? kenapa gak ngajak ngajak aku? "


" mamah sengaja gak bilang sama kamu kalo bilang sama kamu semua nya pasti akan bocor"


tiba tiba semua pembantu di rumah itu datang dengan membawakan sebuah bunga untuk citra


citra tersenyum bahagia banget melihat semua bisa nga bunga yang di bawa pembantu


" makasih ya semua untuk kejutan pagi ini makasih banyak mamah dan papah " cintra menangis memeluk papah nya


" jangan nangis harusnya kamu senang dong bukannya nangis " ucap mamah nya


" jangan lupa nanti pulang kuliah temui papah di kantor "


" biar nanti aku yang jemput citra pah" sahut Lee


" iya harus itu Lee, dan kamu harus jadi kakak yang baik sama adek kamu jangan sering bikin dia nangis, kamu harus ingat bagaimana dulu kamu nangis nangis mau bawa citra pulang kerumah"


" iya pah iya" sahut Lee


" kejutan nya sudah selesaikan mah dan rencana mamah sudah berhasil jadi papah mau berangkat kerja dulu" ucap papah


" iya pah"


cup" papah nya mencium kening mamah nya


" hhm selalu bermesraan di depan anak anak nya bikin anak nya cemburu aja" ucap Lee saat melihat mamah dan papah nya romantis


" maka nya kamu cepat cepat menikah" sahut mamah nya


" Lee itu keseringan pilih pilih cewe mah jadi gak dapat dapat"


" Lee mau cari cewe yang kaya citra, gak matre" ucapan Lee membuat mamah dan papah nya bingung


" udah pah gak usah di dengerin ucapan kakak Lee dia emang suka ngawur" citra mendinginkan masalah


" ya sudah papah sudah telat nh.. papah berangkat dulu ya"


" iya hati hati di jalan pah" ucap mamah nya


" cepat cit kamu siap siap juga nanti kamu terlambat kuliah nya"

__ADS_1


" iya mah" citra mencium pipi mamah dan kemudian lari ke kamar


__ADS_2