
di perjalanan menuju rumah sakit
" phi.."
" kenapa sayang" sahut Lee dengan plong nya mengeluarkan kata kata sayang dengan tatapan yang tetap pokus ke depan
" ih sayang sayang" ucap citra bete
" kenapa kamu mau apa?"
" kita beli makan ya"
" beli makan? bukan nya kamu sudah makan "
" bukan untuk aku tapi untuk amel dia pasti belum makan"
" ooh iya.. mau beli apa?"
" lalapan aja deh yang gak lama nunggu nya"
tepat banget mereka tidak jauh dari warung lalapan dan Lee pun langsung membelokkan mobil nya dan berhenti di depan warung lalapan di pinggir jalan
" kamu yakin ingin membelikan makan nya amel di sini?"
" iya memang nya kenapa? di sini bersih kok dan rasa nya juga gak kalah enak dengan di restoran, ya udah aku mau beli dulu"
dengan segera Lee langsung mengraih tangan nya citra " biar phi aja yang turun" ucap Lee dengan tatapan nya yang manis yg selalu membuat citra salah tingkah
"iya.. " ucap citra dengan gerogi
" kamu gak usah gerogi kaya gitu"
" ih siapa yang gerogi sih, aku biasa aja kali, ya udah sana cepat turun"
" iya iya"
tiga puluh menit kemudian Lee datang dengan membawa dua bungkusan plastik
" beli berapa?"
" beli tiga "
" kok tiga aku kan minta nya dua aja phi'
" satu nya buat aku"
" buat p'lee, kata nya kotor gak mau makan di situ"
" heheh iya sih tapi tadi phi lihat orang nya menggoreng phi jadi pengen terus ditambah lagi liat orang ulek sambel nya kaya nya enak banget dan pedas dari pada phi paper liat lebih baik phi beli aja "
" hhhmm"
__ADS_1
" ya udah kita langsung cus kerumah sakit" Lee pun dengan segera melajukan mobil nya"
tiga puluh menit kemudian mereka sampai di depan rumah sakit, setelah Lee memarkirkan mobil nya citra menelepon amel.
" hallo Mel"
" iya cit"
" runagan ibu dimana? nih gue udah di parkiran"
" Lo naik aja ke lantai tiga nanti di depan lift gue tunggu"
" ok kalo begitu"
citra dan Lee pun lngsung masuk ke dalam rumah sakit . saat amel ingin menunggu citra di depan lift lagi lagi amel berpapasan dengan dokter tampan dan muda itu, siapa lagi kalo bukan dokter Tomy. amel memberikan senyuman tipis kepada dokter itu namun dokter itu hanya menoleh sekilas dan langsung pergi dengan tatapan datar
" mungkin dia lagi sibuk, kan dia dokter terkenal ya pasti banyak pasien yang dia layani" ucap amel dalam hati nya saat senyuman nya tidak ada balasan
" Mel.." panggil citra " melamun aja sih lo, kenapa?"
" enggak kok cit gue kan lagi nunggu Lo"
" oh gitu, nih buat Lo Lo pasti belum makan kan" citra mengasih kan bungkusan yang berisi makanan.
" iya cit tau aja sih lo.. hallo ka" sapa amel kepada lee
" iya di makan ya makanan nya enak kok phi juga beli nih "
"iya kak.. ayo kita masuk " ucap amel yang membukan pintu ruangan ibu nya, terlihat ibu nya yang terbaring tak sadarkan diri.
" iya cit makasih banyak Lo dan kakak lo udah mau datang ke sini"
" tapi mel.. yang bayar biaya ini semua siapa Mel?"
" hhm anu cit.. itu Dava yang bayar ini semua" ucap amel dengan terputus putus
" Dava? kok bisa ada dia disini"
saat amel ingin menjelaskan kepada citra tiba tiba ibu nya amel sadarkan diri dengan segera amel memencet tombol untuk memanggil dokter atau pun suster
" ada apa?" tanya dokter Tomy, bukan nya khawatir dan kelabakkan citra malah langsung terpesona dengan ketampanan dokter itu
" ibu saya dok tolong" ucap amel
dokter itu pun langsung meriksa detak jantung ibu nya amel.
" syukurlah ibu anda sudah siuman, dan saya harap biarkan dulu pasien untuk beristirahat "
" terus saya bagaimana dok saya kan baru datang" tanya citra yang sengaja berbica dengan gaya centil untuk merayu dokter muda itu
" mba bisa saja bertamu tapi di harap jangan berisik "
__ADS_1
" oh makasih ya dok, oh iya kenalkan nama saya.." citra ingin menyodorkan tangan nya dan memperkenalkan nama nya namun tangan citra langsung di raih oleh Lee
" ih phi apaan sih"
" kamu kenapa kok centil begitu" gerutu Lee dengan wajah marah
" ya sudah kalo begitu saya kembali keruangan saya, kalo perlu apa apa bisa panggil saya saja permisi" Tomy pun langsung meninggalkan ruangan itu
" terima kasih dok"malah citra yang berterima kasih kepada Tomy
wajah Lee berubah menjadi cemberut seperti orang yang lagi kesal. citra asik berbincang bincang dengan amel sedangkan Lee hanya duduk dan terdiam dengan tatapan dalam kearah citra .
" sudah jam 22.00 kita pulang" ucap Lee
" ih phi tapi kan aku masih belum pengen pulang" rengek citra
" ini sudah jam 22.00 sudah malam saya capek pengen istirahat" ucap Lee datar
" ya udah cit pulang aja gak papa kok kesian kakak lo capek"
" tapi mel..."
" kamu mau pulang apa enggak, kalo enggak biar phi yang pulang sendiri" ucap Lee tegas kepada citra gak seperti biasa nya
" iya mau pulang tapi kan nanti dulu, sebentar lagi"
" phi capek, ngantuk mau tidur, terserah kamu mau pulang sama phi atau pakai taksi"
"ih dasar" ucapan citra yang juga ikut ikutan kesal dengan tingkah nya Lee
" Lo pulang aja gak papa kok cit, makasih ya udah mau datang "
Lee memberikan sebuah amplop coklat yang berisi uang
." ini apa ka?"
" uang untuk kamu biaya di sini"
" gak usah kak aku masih punya pegangan kok"
" udah terima aja buat kamu dan ibu "
" ta--pii ka" amel berat menerima uang pemberian dari Lee sudah banyak dia di tolong orang dia takut berutang Budi pada orang
" terima aja Mel anggap aja dari aku" sahut citra
" ya udah aku terima ya terima kasih banyak citra dan kakak Lee"
" iya sama sama" sahut Lee dan citra bersamaan.. namun kesal nya citra sama Lee masih akan tetap berlanjut, Lee masih memsang wajah kesal kepada adik nya itu dan citra juga membalas wajah kesal kepada lee. tidak tahu masalah nya tiba tiba Lee langsung marah marah kepada citra
" Lo berdua kenapa sih kok jadi diam diam begitu" tanya amel yang berjalan sambil mengantarkan citra dan Lee keparkiran
__ADS_1
" dia tuh yang salah tiba tiba marah aja" ucap citra kesal banget
" sabar cit.. gitu gitu kakak kesayangan Lo juga yang mau ngantaran Lo kemana mana"