The Effect

The Effect
part 36


__ADS_3

saat di perjalan tiba-tiba citra memberhentikan mobilnya


"kenapa cit? " tanya amel yang kaget di sebelah nya


"ada mobil yang berhenti mendadak di depan mobil gw Mel" jawab citra


amel pun memperhatikan mobil nya


"mati gw... " ucap amel sambil menepuk jidat nya


"kenapa jadi loe yang mati? " tanya citra lagi


"itu mobil dava, kenapa dia tau sih gw ada di mobil loe? apa dia tau mobil loe cit? " tanya amel


"gw juga gak tau Mel tapi apa loe yakin itu mobil dava? "


"100℅ gw yakin itu mobil dava"


perkataan amel benar kalo itu mobil dava. Tiba-tiba dava keluar dari mobil dan berjalan menuju ke arah mobil citra


"tok.. tok... tok... " dava mengetuk kaca mobil citra yang sebelah kiri tepat tempat duduk nya amel


"gimana nih cit? " tanya amel


"yah buka lah" sahut citra


citra pun membuka kaca mobil nya


"ada apa? " tanya citra kepada dava sedangkan amel dia langsung memalingkan wajah nya tidak menglihat muka dava


"amel pulang sama gw" ucap dava


"tapi gw mau antarkan amel kerumah loe juga kok " sahut citra


"tidak perlu" jawab dava


"buka mobil nya " ucap dava lagi


citra pun membuka kunci pintu nya dan dava langsung membuka pintu mobil dan menarik tangan amel agar amel keluar dari mobil nya citra


"Mel maafin gw ya" ucap citra sebelum amel keluar dari mobil nya citra


"dengan wajah marah, kesal amel keluar dari mobil citra dia. kesal dengan perlakuan dava yang menarik dia seenak nya


di dalam mobil


" kenapa muka kesal seperti itu? " tanya dava


"kenapa sih harus di tarik dan suruh gw turun berpakaian dari mobilnya citra? " tanya amel kesal


"loe tau gak, gw keluar dari kelas jam 13.45 gw nunggu loe sampai jam 14.50 gw nunggu lo tiba-tiba loe pulang sama citra siapa yang gak kesal? " tanya dava


"hah dava menunggu gw selama itu? hampir 1 jam dia nunggu gw apa gak salah dengan gw" ucap citra dalam hati

__ADS_1


"tidak usah banyak pikir sekarang pulang lalu masak di rumah gw udah lapar" ucap dava


"maafin gw ya. seharusnya loe telpon atau kirim pesan whatsapp kalo lo nunggu gw" ucap amel


"gak usah di pikiran gak penting juga " sahut dava yang begitu dingin


dava pun langsung melajukan mobil nya sedangkan citra dia langsung memutar arah mobil nya untuk ke kantor nya Lee


citra sampai di kantornya Lee


"bapak Lee lagi sibuk gak? " tanya citra kepada resepsionis nya


"sebentar mba citra saya nanya asisten bapak dulu" sahut resepsionis nya


"tapi jangan di bilang ya kalo saya yang cari bapak Lee" ucap citra


"baik mba"


tut.. tut.. tut.. " resepsionis itu menelpon asisten nya Lee


"ada apa? " tanya asisten Lee yang bernama caca


"bapak Lee sedang rapat? "


"iya kami lagi di ruangan rapat, ada apa? " tanya caca lagi


"ada yang mencari" jawab resepsionis itu


"nanti saya suruh menunggu saja"


"bapak lagi sibuk ya? " tanya citra


"iya lagi ada rapat di ruangan atas" jawab resepsionis


"ya sudah saya menunggu di ruangan nya saja " ucap citra


"mba ini aneh mba kan adek nya juga punya perusahaan ini gak ada yang melarang mba masuk ke dalam perusahaan ini walaupun mba gak bilang pun gak ada yang berani melarang" ucap resepsionis..


"shut... sudah dia, saya mau ke ruangan dulu" ucap citra. lalu citra langsung masuk keruangan Lee yang bertulisan direktur utama di depan pintu nya


"apa ada yang mencari saya? " tanya Lee kepada caca


"iya saya tidak tahu siapa kata nya mau menunggu saja" jawab caca


"paling-paling nada" jawab Lee


lalu dia melanjutkan rapat nya yang masih ada beberapa waktu lagi


citra merasa ngantuk sambil menunggu Lee yang sedang rapat citra pun merebahkan tubuhnya di sopa panjang yang ada di ruangan lee dengan AC yang begitu dingin di ruangan itu membuat citra jadi mengantuk tidak sadar dia ketiduran


30 menit kemudian Lee kembali ke ruangan nya di ada kaki cewe yang sedang selonjoran


"ini bukan nada" ucap Lee yang langsung mengunci pintu ruangan itu agar tidak ada orang yang masuk sembarangan. Lee pun langsung berjalan menghampiri citra. di tatap nya dari atas sampai bawah

__ADS_1


"kamu sungguh menggoda ku" ucap Lee yang begitu mesum saat melihat citra tertidur dan dia pun duduk di samping badan nya citra. di sentuh nya dari pipi, bibi dan leher nya yang membuat citra terbangun


"phi.. " panggil citra yang perlahan membuka mata nya


"ada apa? " bisik Lee di kuping citra yang membuat citra merinding


citra pun langsung mendorong tubuh kekar nya Lee agar lee menjauh dari diri nya


"maaf aku ketiduran menunggu kamu" ucap citra


"hhm iya... ada apa kamu kesini tumben gak langsung pulang kerumah? " tanya Lee


"ada yang ingin aku bicarakan sama phi" jawab citra


"apa? " tanya Lee lagi


"pinjam kan aku uang 20 juta" ucap citra dengan wajah memohon kepada Lee


"buat apa kamu uang sebesar itu? apa kamu ingin mengadakan party? "


"dalam pikiran kakak itu ya gak jauh dari party, cewek, dan mesum " ucap citra


"kamu salah kakak masih bisa kok mikirin perusahaan kalo kakak gak mikirin perusahaan gak mungkin perusahaan ini berjalan begitu mulus" jawab Lee yang menyombong diri nya


"ayolah kak pinjamkan aku uang sebesar 20 juta" mohon citra lagi


"untuk apa? " tanya Lee


"aku mau membantu amel kak, dia ada utang sama cowok yang pernah aku ceritakan sama kakak itu" ucap citra


"cowok yang kamu bilang ganteng? " tanya Lee


"iya.. dia ada utang sama dava untuk bayar biaya rumah sakit mamahnya dan sekarang dava selalu menagih uang itu kalo gak di bayar sekarang amel akan jadi pembantu di rumah nya itu" ucap citra menjelaskan kepada Lee


"bagus dong" jawab Lee singkat


"bagus apa nya? " tanya citra lagi


"ya bagus.. kalo amel bekerja di rumahnya dava itu artinya amel kan bisa dekat dengan dava" jawab Lee


" tapi dava itu orang nya nyebelin dan sombong banget kak" sahut citra


"tadi aja aku mau antar amel langsung di tahan nya di tengah jalan dan dia langsung menarik amel untuk keluar dari mobil ku" ucap citra


"itu.cara dava untuk mendekati citra " jawab Lee yang membuat citra kaget


"maksud kaka apa? " tanya citra lagi


Lee pun mendekatkan wajah nya dengan wajah citra


"kita biarkan saja dulu, kita lihat bagaimana perkembangan nya ya paling-paling nanti mereka Sama-sama jatuh cinta atau itu cara dava agar bisa dekat dengan amel, jadi kamu tidak perlu khawatir percya Sama kakak.. " ucap Lee yang ngomong begitu dekat dengan wajah citra membuat citra jadi gugup


_cup... lee mengecup bibir citra yang tipis

__ADS_1


__ADS_2