
selesai makan citra ingin cepat cepat pulang.
" phi cepat kita pulang" ucap citra
" kamu kenapa? kamu sakit nong? " tanya Lee sambil menyentuh jidat nya citra
" enggak aku capek mau istirahat "
" ih manja banget " ucap nada dalam hati nya yang kesal melihat tingkah laku Lee ke citra
" mas" Lee memanggil pelayan di restoran itu
" ada yang bisa di bantu mas? " tanya pelayanan itu
" saya mau minta bil "
" baik tunggu sebentar ya mas"
" aku bayar sendiri aja kak" Ucap amel
" udah gak usah biar saya yang bayar semua nya"
" kalo begitu Terima kasih banyak kak"
" iya santai aja"
" ini mas bil nya"
" baik " Lee pun mengasih kan kartu kredit nya
di dalam mobil
" kita antar amel dulu ya" ucap Lee
" terus antar pacar phi kapan? " tanya citra sinis
" phi mau kenalin nada sama mamah dan papah jadi setelah kita mengantar amel kita langsung pulang ke rumah"
nada mendengar ucapan Lee dia merasa menang kepada citra
sepanjang perjalanan citra hanya diam dengan muka kusut nya
" lo kenapa sih cit? " tanya amel
" gue gak kenapa kenapa, memang nya ada masalah apa? "
" yah gue nanya lo malah balik nanya! muka lo itu lo kaya orang yang gak suka, lo marah sama gue? "
" enggak kok"
* terus kenapa? "
" gue capek Mel "
" oh ya udah "
mobil nya pun terhenti di depan rumah nya amel.
" kak Terima kasih banyak ya udah antarin aku dan juga teraktir aku makan "
" iya, nanti kapan kapan main kerumah ya kenalan sama mamah dan papah"
" iya kak"
__ADS_1
" gak usah " tiba tiba kata kata itu dari mulut nya citra
" kok gitu sih cit? " tanya amel
" nong kamu jangan bicara kaya gitu gak sopan" tegur Lee
" cepat pulang aku capek" ucao citra
saat Lee memutar mobil nya citra membuka kaca mobil.
" Mel nanti gue telpon "
" iya cit"
di perjalanan menuju pulang nada malah bertanya kepada Lee
" adik kamu kenapa sayang kok dari tadi marah marah aja? "
" gak tau juga yank mungkin pms"
beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah nya
tit.. tit.. tit... Lee membunyikan klason mobil nya
" wah rumah kamu besar juga ya sayang" ujar nada
" enggak ini rumah orang tua aku sayang, kalo aku masih belum ada rumah" ucap Lee sambil mengelus rambut nya nada
" nanti kita beli rumah ya sayang"
" iya"
pak teguh pun langsung membuka kan gerbang rumah nya
. " iya non"
" kok tumben ya non citra duduk di belakng, memang nya siapa yang di samping nya tuan Lee? " tanya pak teguh dalam hati nya
citra pun langsung keluar dari mobil nya, sudah terlihat mamah nya yang sedang membaca majalah di ruang tamu
" sayang kamu kenapa? " tanya mamah nya kepada citra yang masuk ke dalam rumah dengan wajah yang cemberut
" aku ke kamar dulu mah" ucap citra yang langsung meninggalkan mamah nya
" hey mom" sapa Lee
" adik kamu kenapa? kamu usilin dia lagi? " tanya mamah nya kepada Lee
" gak tau mah dari tadi gak mood aja mungkin lagi pms "
" dia gak pms kok mamah tau sekali kalo adik kamu pms, oh iya ini siapa sama kamu? "
"biarin lah mah, nih kenalin pacar baru aku''
" hallo sayang cantik banget sih, nama nya siapa? "
'' nama aku nada tante"
" gak usah panggil tante panggil mamah aja"
" iya mah, kamu sudah makan? "
" sudah tadi mah"
__ADS_1
" kesempatan gue nih tanya tanya tentang citra" ucap nada dalam hati
" papah mana mah? "
" papah kamu belum pulang"
" oh belum pulang, sayang aku ganti baju dulu ya"
" iya"
Lee pun naik ke kamar nya tapi sebelum dia masuk ke dalam kamar nya dia lebih memilih masuk ke dalam kamar nya citra. terlihat citra yang sedang duduk di teras kamar nya. oh iya kamar nya citra yang menghadap keluar ke arah sawah jadi setiap citra ada masalah citra selalu duduk di situ dia merasa itu tempat favorit nya.
Lee pun masuk terlihat citra yang sudah ganti baju menggunakan baju kaos dengan celana pendek nya.
" siapa itu?" tanya lee sambil tangan nya yang melingkar di leher nya citra,
" ka alan" ucap citra sambil menunjukan potongan foto seorang anak laki laki
" kak alan? siapa dia, kenapa foto nya cuman separo?"
" kak alan teman masa kecil aku dulu, sudah 13 tahun aku gak pernah ketemu, aku kangen dia phi" citra kembali memeluk lee
" ini kenapa foto nya cuman separo?"
" ini foto kami berdua yang separo nya dulu kak alan yang pegang"
" kamu kangen sama dia?"
" iya phi.." tangis citra pun pecah
" kamu jangan nangis sayang, phi selalu ada buat kamu"
kata kata sayang yang keluar dari mulut lee membuat citra melongok menatap lee
" phi pasti akan lupakan citra juga kalo phi sudah menikah, phi pasti akan ninggalin citra, citra akan sendiri lagi phi"
" kamu gak sendiri nong masih ada phi, papah dan mamah yang selalu ada buat kamu" lee menghapus air mata nya citra bukan nya air mata nya berhenti mengalir itu malah tambah semakin deras air mata nya mengalir. " sudah jangan nangis terus sudah sore cepat mandi, phi juga mau mandi terus nganter nada, kamu baik baik ya sama nada dia baik kok orang nya"
citra hanya menganguk dan lee pun keluar dari kamar nya citra.
" aku sayang kamu phi" ucao citra.
lain hal nya dengan nada yang asik ngobtol dengan mamah nya lee.
" tante punya anak cuma dua ya?" citra memulai pertanyaan kepada mamah nya lee
" hhm sebenar nya" ucapan mamah nya terputus
" kenaoa tante? apa ada yang salah dengan pertanyaan aku? aku minta maaf ya tante"
" gak kok tante gak papa"
" maaf sekali lagi aku nanya, apa citra dan lee beneran adik kakak soal nya aku merasa muka lee dan citra itu sama sekali dak mirip, maaf sekali lagi aku nanya'
" lee belum cerita tentang dia?'
" belum tante kita pacaran juga belum terlalu lama"
" tante punya anak dua lee anak paling tua dan adik nya lee meninggal saat lahiran dan tente juga setelah itu sudah tidak berani untuk mempunyai anak"
" terus citra siapa?" jiwa kepo nya nada semakin menjadi jadi
" citra anak angkat dari panti asuhan, dulu waktu lee masih SD kita satu keluarga pergi ke panti asuhan untuk memberi bantuan, dan di taman saat lee asik main dengan baby sister lee melihat citra yang sedang menangis " ucapan mamah nya terhenti saat lee turun dari anak tangga
__ADS_1