
nada semakin penasaran dengan asal usul nya citra tapi yang jelas dia sudah tahu kalo citra bukan anak kandung dari keluarga ini.
papah nya lee pun datang dari kantor.
" eh papah sudah pulang" ucap mamah nya yang langsung mengambil tas kerja papah nya dan papah nya hanya melirik ke arah nada dan kemudian langsung menaiki anak tangga.
" sebentar ya mamah temuin papah dulu, minum lagi teh nya nak nada,"
"iya tante"
" bi tolong buatin kopi buat papah nya"
" baik nyonya"
mamah nya pun masuk ke dalam kamar nya sedangkan nada asik ngobrol dengan lee, tiba tiba citra keluar dari kamar nya dengan tatapan sinis dia ke arah nya nada.
"nong... nong...mau kemana kamu?" panggil Lee yang melihat citra yang berlewat begitu saja pada nya. citra tetap tidak menoleh kebarah Lee dan nada.
" adik kamu gak suka ya sama aku" ucap nada
" enggak sayang, kamu jangan ngomong begitu dong sama adik ku"
" phi..." citra datang mendekati lee
" kenapa nong" Lee langsung menarik tangan adik kesayangannya nya itu " ada apa sayang"
" phi ambilkan kunci mobil sama papah dong"
Lee pun langsung mengambil kunci mobil nya di saku celana nya " pakai mobil phi aja, tapi kamu mau kemana?"
" aku mau beli makan "
" beli makan? kan kamu bisa minta masakin pembantu di sini"
" dah aku pergi ya" citra langsung mengecup pipi nya lee, Lee hanya tersenyum bahagia melihat tingkah laku adik nya ini , sedangkan nada begitu benci melihat tingkah laku nya citra.
" kenapa segampang itu kamu mengasihkan kunci mobil kamu?"
" memang nya kenapa? kan citra nya Makai citra adik ku bukan orang lain kenapa aku harus takut?"
" iya tapi kan citra adik angkat kamu"
Lee lnagsung kaget mendengar ucapan nada
" dari mana kamu tahu?" tanya Lee dengan tatapan tajam kepada nada
" ibu kamu yang cerita tadi"
" ibu.... aku tidak pernah menganggap citra adik angkat ku aku snagat menyayangi nya seperti adik kandung ku"
" oh begitu, "
" jadi kamu jangan pernah sekali sekali mengungkit itu lagi"
lain hal nya dengan amel,
" Mel kamu sudah pulang? bisa bantu ibu?" teriak ibu nya yang baru datang dari warung
" sudah bu!" Amel pun langsung keluar dari kamar nya
__ADS_1
" kamu pulang sama siapa?"
" sama citra dan kakak nya Bu, dan aku juga di traktir maka stik di restoran mahal"
" wah.. mereka baik sekali ya"
" iya Bu, kau tambah yakin kalo citra itu anak orang kaya "
" iya ibu juga berpikir begitu, sudah lah kamu jangan terlalu banyak berpikir tentang citra, kamu bersyukur aja bisa mempunyai sahabat yang sebaik citra"
" iya Bu"
" terus bagaimana dengan laki laki yang kamu taksir?"
" hhmm ibu... aku gak ada naksir sama ornag Bu"
" iya, ibu selalu berdoa semoga kamu mempunya suami pendamping hidup yang baik, sayang sama ibu dan kamu yang bisa selalu jaga kamu, kalo masalah ganteng, tampan itu kamu jangan terlalu tinggi ya Mel kita harus sadar diri juga ya Mel, cuman itu yang bisa ibu sampaikan sama kamu, kamu harus jaga diri baik baik"
" iya Bu, amel sayang sama ibu " amel memeluk erat ibu nya
beberapa menit kemudian citra datang dengan membawa dua bungkusan plastik
" nih phi kunci nya "
" itu apa ?" tanya Lee yang melihat sebuah kantong plastik
" nih satu buat phi dan pacar nya phi"
" apa?" tanya nada
" mie ayam, kalo gak bisa makan bisa kasih kan ke pembantu aja, nada pasti gak level kan makan makan begini" ucap citra sambilenyindir nada
" ini buat aku, mamah, dan papah. siapa tau aja papah mau makan mie ayam pembelian aku, dah aku mau ke dapur dulu aku sudah lapar"
citra pun langsung meninggalkan Lee dan nada
beberapa menit kemudian
" lah, mah" panggil citra dari meja makan nya
" ada apa mah citra panggil panggil kita?" tanya papah nya yang berada di dalam ruangan kerja nya
" mamah juga gak tau lah"
" coba liat dong kenapa citra"
mamah nya pun membuka pintu nya terlihat citra yang membawa dua buah piring yang berisi mie ayam.
" ini apa sayang?" tanya mamah nya
" mie ayam mah, tadi aku beli"
" tapi mamah sudah makan "
" tapi papah belum makan kan mah, coba aja dulu mie ayam nya pasti mamah ketagihan "
" memang nya kamu beli dimana?"
" aku beli di mas mas gerobak, tapi aku jamin enak kok"
__ADS_1
" enak yah.. tapi bersih gak?"
" yah mamah.." citra mulai manja kepada mamah nya
" kenapa cit?" tanya papah nya yang juga heran melihat citra manja kepada mamah nya, yang biasa nya cutra dingin kepada mamah dan papah nya tapi hari ini dia manja.
" ini pah citra tadi beli mie ayam kata nya di tempat mas mas gerobak, papah mau?"
" iya taro di meja makan aja nanti papah turun"
" ya udah mamah bantu kamu sayang"
mamah nya dan citra pun turun ke meja makan, terlihat Lee dan nada yang masih duduk di ruang tamu
" phi juga kamu belikan ?"
" iya mah tapi gak tau pacar nya mau makan atau gak "
"Lee kalian mau mie ayam?"
" iya mah nanti"
papah nya pun turun menuju meja makan
" makan pah?"
"Lee sama pacar nya gak ikut makan?" tanya papah nya kepada mamah nya
" tadi kata nya sudah di belikan tapi gak tau "
"Lee kalian gak makan?" tanya papah nya
" makan apa pah?"
" ini mie ayam yang di belikan citra"
Lee heran melihat tingkah laku papah nya yang mau makan makanan pinggiran
" apa benar papah kamu mau makan makanan yang kaya gini? dari bungkus nya aja gak banget" ucap nada sambil mengangkat kantong plastik nya
" kamu jangan menghina begitu, siapa tahu memang enak, ya udah ayo kita makan jua aku juga lapar nih, habis makan aku antar kamu pulang"
dengan muka bete nada ikut berjalan ke meja makan
" tolong Bi ambilkan piring untuk saya dan nada" perintah Lee
" baik tuan"
" gimana pah rasa nya enak?"
" enak.. papah suka" citra hanya tersenyum mendengar pujian papah nya
beberapa menit kemudian mereka semua selesai makan dan langsung berbincang bincang
" oh iya kita belum kenalan" ucap papah nya Lee debgan suara berat nya
" kenalkan nama saya nada pacar nya lee"
" sudah berapa bulan kalian pacaran? "
__ADS_1
"baru satu bulan pah"