The Effect

The Effect
14


__ADS_3

saat citra asik makan dengan amel telpon citra berbunyi


" siapa cit? " tanya amel


" kaka gue"


" oh... "


" hallo kamu dimana? " tanya Lee saat vidio call citra


" aku lagi makan sama teman ka kenapa? "


" makan dimana kok tempat nya seperti itu"


citra langsung mematikan telpon nya


" kenapa di matiin cit? " amel kembali bertanya karena amel masih penasaran dengan kehidupan citra " apa citra orang nya tertutup kalo masalah keluarga nya" ucap amel dalam hati nya .


Lee kembali menelpon citra


" ada apa kak? " dengan suara citra seperti lagi bete


" kamu dimana makan sama siapa di tempat seperti itu"


" kakak itu ngomong apa sih? aku itu lagi sama teman aku"


" oh sama teman kamu tapi kenapa kamu mau makan di tempat seperti itu"


" udah deh kak gak usah lebay aku gak papa kok! emang nya ada apa kakak nelpon aku? "


" tadi nya kakak mau jemput kamu terus ngajak makan bareng sama kakak dan nada"


" oh sama nada.. kakak makan berdua aja aku sudah makan dan aku gak usah di jemput aku pulang nya telat"


" beneran? "


" iya.. "


" ya udah kamu hati hati ya pulang nya nanti jangan malem malem"


" iya. " telpon pun langsung di matikan citra


" kenapa lo cit kaya nya lagi bete"


" gak papa"


" lo bete sama kakak lo ya? "


" enggak biasa aja" sahut citra seperti orang yang lagi cemburu


" itu kakak kandung lo cit? gue liat lo berdua itu buka kaya kakak adek tapi kaya orang yang pacaran, terus perhatian nya juga sama seperti perhatian sama pacar nya, kalo gue punya kakak seperti itu gue pasti gak kepikiran cari cowo lagi karena udah punya pacar yang lebih perhatian "


" lo ngomong apaan sih Mel" citra mulai mengalihkan pembicaraan nya


" lo kenapa sih setiap gue tanya masalah kakak lo masalah keluarga lo lo selalu mengalihkan pembicaraan, memang nya kenapa cit lo ada masalah "


" enggak gue gak kenapa kenapa kok" ucap citra menunduk


" lo tau gak gue liat tatapan mata lo ke kakak lo itu seperti orang yang lagi memendam perasaan "

__ADS_1


" memedam perasaan ya enggak lah mana mungkin "


" iya mana mungkin ya saudara kandung saling naksir" ucap amel


" belum saat nya Mel gue cerita semua nya" ucap citra dalam hati


" tuh kan lo diem lagi"


" gue gak kenapa kenapa Mel, gue mau tanya sama lo "


" tanya apa? "


" kenapa mata lo selalu melirik ke arah cafe di sebrang itu? "


" enggak papa kok"


citra membalikkan badan nya ke arah cafe dan dia penasaran siapa dari tadi yang di perhatikan ame dan ternyata ada dava


" oh ternyata ada dava di situ, pemandangan indah dong ya" ucap citra Meledek amel


.


" cit diam... " amel mulai ketakutan


" berarti lo sudah lama kenal dengan dava? "


" enggak gue tahu dia semenjak di kampus aja"


" beneran kok gue kaya gak percaya ya? "


" ih citra gitu sih gak percaya sama gue"


" nah itu yang jadi pertanyaan gue cit, kemaren gue liat dia sana cewe cantik dan kaya nya lebih dewasa dari dia"


" sama cewe? lo yang sabar ya Mel" citra mengelus pundak nya amel


" lo apaan sih cit... gue itu cuman penasaran aja apa dia pacaran sama tante tante soal nya. dia kaya dekat banget gitu dan u


juga cupika cupiki"


" dava cowo seganteng itu pacaran sama ibu ibu kaya gak ada cewe lain yang mau sama dia aja"


" itu cit lihat itu mobil cewe nya "


"citra juga mulai melotot melihat cewe yang keluar dari mobil dengan pakaian nya ya h seksi dan rambut yang terurai


" pantesan dava mau sama tante tante orang tante nya cantik begitu"


amel langsung memanyunkan mulut nya mendengar ucapan citra


" udah lah Mel gak usah terlalu di pikirin dia udah punya pacar tante tante lagi saingan lo tambah berat"


"ih " ucap amel dan langsung pergi meninggalkan citra


" ih gitu aja ngambek "


" benar ya tante tante itu pacar nya dava itu aja tante tante nya meluk meluk dava" citra berbicara sendiri


" Mel sini? "

__ADS_1


amel datang dengan membawa kue" ada apa? "


"apa dava simpanan tante tante itu dan mobil mewah yang di pakai dava itu punya tante itu? menurut lo gimana Mel masa lo gak bisa liat bagaimana perlakuan mereka berdua gue yang baru liat aja udah bisa menebak apa lagi lo yang tiap hari liat nya"


" gak tiap hari cit, tapi omongan lu ada benar nya juga sih"


" iya omongan gue kan selalu benar"


" udha lah ga usah di bahas biarin aja dia sama tante tante itu, gue mau bantu ibu dulu"


" gue ikut" citra dan amel pun membantu ibu nya amel


jam sudah menunjukan pukul 17.30 amel


, citra dan ibu nya segera pulang kerumah. karena jualan ibunya sudah habis semua


" pulang nya pakai apa bu? " tanya citra


" pakai motor nak, kamu mandi di rumah ibu aja ya"


" gak usah bu aku langsung pulang aja"


" jangan langsung pulang lo ikut ke rumah gue dulu aja " ucap amel


" tapi Mel ini sudah sore nanti papah gue marah kalo gue pulang gak tau waktu terus masih pakai baju sekolah lagi"


" lo pinjam baju gue aja"


ibu nya langsung ketawa mendengar ucapan amel yang menyuruh citra memakai baju nya


" mana pas citra pakai baju kamu Mel ada ada aja kamu" citra ikut ketawa geli mendengar perkataan ibu nya


" kamu pakai baju daster ibu aja baju ibu pasti pas kok sama kamu"


" iya bu.. "


mereka pun langsung balik ke rumah dan terlihat awan yang begitu gelap seperti mau hujan.


" Mel hari nya mau hujan"


" maka nya lo di rumah aja dulu nanti kalo pulang lo kehujanan belum lagi nunggu taksi"


akhirnya mereka sampai di rumah nya amel terlihat ada ester yang sedang bediri di depan gerbang rumah nya


" ih dua anak kampung baru pulang " ucap ester


" apa lo bilang??? " citra dengan geram nya langsung menghampiri ester " lo gak sadar bilang begitu lo gak ngaca "


" kenapa gue harus ngaca? emang lo berdua anak kampung "


" eh lihat rumah lo juga di sini berarti lo juga anak kampung "


ester langsung diam ******** dengan perkataan citra.


" nak citra kesini harinya mau hujan" panggil ibu


" iya bu.. " citra pun kembali ke rumah nya amel


" udah nak gak usah di masukkin ke hati omongan ester dia orang nya memang begitu"

__ADS_1


__ADS_2