
di perjalanan citra memasang muka gugup dan dia hanya diam
" kenapa kamu. diam? " intan tidak msnyahuti pertanyaan lee
" nong? " panggil lee kembali dengan nada lembut
" phi aku takut" ucap citra dengan muka pucat nya
" takut kenapa? "
" aku takut papah marah sama aku*
" kamu tenang aja papah gak tau masalah nya papah lagi sibuk kerja di ruangan nya"
" beneran? "
" iya beneran buat apa phi bohong sama kamu nong"
" ya udah syukur lah kalo gitu"
beberapa menit kemudian mereka sampai di muka gerbang nya
tit... tit.. tit... " lee membunyikan klakson mobil nya
dengan hujan hujan dan payung nya pak teguh berlari membuka kan pintu gerbang
" terima kasih pak" sapa citra
" dari mana non citra jam segini baru pulang?" tanya pak teguh dalam hatinya " ya sudah lah bukan urusan saya juga lebih baik saya lanjut nonton TV"
mobil lee sudah terparkir rapi di depan rumah. lee dan citra pun masuk ke dalam rumah nya terlihat mamah nya yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menggenggam ponsel nya seperti orang yang lagi ketakutan dan khawatir
" mamah.. " panggil citra
" kamu dari mana aja? hari hujan lebat begini kamu gak ada di rumah terus ini kamu pakai baju siapa? "
" aku dari rumah teman mah tadi mau pulang tapi gak ada taksi online yang menerima, baju ini mamah nya yang pinjaman kan"
" kenapa kamu gak minta jemput supir aja? mamah takut papah kamu tahu citra"
" aku minta maaf mah... papah nya mana? "
" papah lagi kerja di ruangan nya! ya sudah kalian cepat ganti baju terus kita makan malam"
" iya mah kita ganti baju dulu" ucap lee
di pertengahan anak tangga saat lee dan citra yang mau masuk ke dalam kamar ternyata papah nya keluar dari ruangan nya dan melihat lee dan citra yang baru datang dan dengan keadaan sedikit basah karena hujan di luar.
__ADS_1
papah nya langsung memberikan tatapan tajam kepada lee dan citra. citra hanya bisa menundukkan kepala nya.
" papah tunggu di meja makan" ucap papah nya dengan suara datar dengan mata yang terus
" baik pah" ucap lee sedangkan citra cuman hanya diam dan menunduk tidak berani berbicara sepatah kata
di depan kamar nya citra
" sudah kamu gak usah takut phi akan membela kamu " ucap lee
" beneran phi? "
" iya.. kapan sih phi gak bela kamu dari dulu kan selalu phi yang lindungin kamu"
" iya. aku ganti baju dulu" citra membuka pintu kamar nya, di balik pintu kamar citra bersender " sangat beruntung phi wanita yang memiliki kamu " ucap citra sambil memeluk boneka kesayangan nya yang di berikan lee waktu dia ulang tahun di umur 17 tahun
beberapa menit kemudian.
tok.. tok.. tok...
" kami sudah selesai ganti baju nya? " terdengar suara lee dari luar
" sudah.. " citra membuka pintu kamar nya
" ayo kita makan malam"
"makan dimana? "
" makan di rumah teman aku"
" kamu makan sedikit saja dan temui papah, papah sudah menunggu di meja makan jangan bikin papah tambah marah sama kamu"
" hhhmm.. " citra menarik napas panjang dengan berat dia melangkah keluar dari kamar dan menuruni anak tangga yang di temanin lee
terlihat papah dan mamah nya yang sedang menikmati hidangan yang tersaji di meja makan. seketika mamah nya menatap citra dan mengangguk memberi kode dengan arti nya " jangan takut ada mamah dan phi kamu yang akan membela kamu" arti dari tatapan mamah nya. papah nya tetap pokus dengan makanan nya tanpa menoleh sedikit pun ke arah lee dan citra. lee juga tidak ada mengeluarkan sepatah kata pun dia langsung duduk dan menikmati hidangan nya.
semua orang yang berada di meja makan telah menyelesaikan makan nya dan papah nya mulai membuka mulut.
" kalian dari mana? kenapa baru pulang? " tanya papah nya dengan suara berat
" aku dari kantor tadi masih banyak pekerjaan maka nya baru pulang" sahut lee
" kalo kamu citra dari mana? anak gadis pulang kuliah seluruh itu"
" hhmm aaa--kuu "
" citra dari rumah teman nya pah tadi hujan gak bisa pulang " sahut lee yang niat nya ingin membela citra
__ADS_1
" kamu diam lee bukan kamu yang papah tanya, citra jawab "
" benar pah apa kata phi lee aku tadi dari rumah teman mau pulang terus hari nya hujan aku pesan taksi online tidak ada yang menerima mungkin karena hujan yang begitu lebat"
" taksi online apa di rumah sini gak ada supir yang untuk antar dan jemput jadi harus menunggu taksi online? ngapain kamu ke rumah teman kamu sampai selarut itu? "
" aku cuman mau main aja pah"
" main..? main sampai kamu tidak ingat waktu atau kamu sudah bosan diam di rumah ini dengan peraturan yang ada di rumah ini kamu mau bebas? "
" enggak pah aku minta maaf pah " citra menggelengkan kepala nya
" kamu lebih menttingkan teman kamu mamah kamu minta temanin belanja kamu juga gak mau "
" bukan gak mau pah mamah yang bolehin citra jalan kerumah teman nya" sahut mamah nya
" diam mah papah bicara sama citra. kamu citra papah ada di kampus kenapa kamu berat panggil papah kamu malu? "
" bukan nya malu pah tapi aku cuman gak mau orang di kampus siapa papah "
" memang nya kenapa? apa kamu mau terlihat seperti orang biasa kalo begitu mulai sekarang kamu boleh angkat kaki dari sini papah gak pernah melarang kamu"
" apa apaan papah ngusir ngusir citra, aku gak setuju" sahut lee
" kata nya dia pengen jadi orang biasa kan? papah gak pernah larang kalo dia ingin keluar dari rumah ini "
" gak aku gak akan setuju"
" pah sabar" ucap mamah nya
" ada apa lagi non citra jadi di marahin tua besar" ucap pembantu nya yang mendengar dari dapur
" kata nya dia malu punya keluarga seperti ini "
" malu? aku aja sebagai pembantu aja udah senang bisa diam di rumah sebesar ini"
" udah kita lanjut kerja aja nanti kedengeran tuan malah kita yang kena "
" dan kamu juga lee, papah ada dengar berita kamu di kantor bawa cewe, kamu kau jadi apa lee? kalo sifat kalian berdua terus terusan seperti ini lama lama papah bisa sakit jantung " mendengar ucapan papah nya citra langsung menatap dalam ke arah lee
" itu cuman teman aku pah"
" teman? kenapa kamu mesra mesraan jalan nya saja bergandengan, kamu masih tidak mau berubah kamu masih ingin senang senang dengan wanita yang gak jelas dan kerjaan kamu masih mau tiap malam ke barat? "
" lee sudah gak ada ke bar"
" ok papah pegang ucapan mu"
__ADS_1