
jam sudah menunjukan pukul 12.00 amel dan citra berjalan menuju kantin tiba tiba ada seorang cewe yang mengasihkan sebuah kertas kepada amel.
" ada titipan" ucap seorang cewe itu lalu dia langsung pergi, kertas nya itu seperti selembar surat dan citra pun langsung merampas kertas itu dari tangan nya amel.
" citra... gue kan belum baca"
" gue yang bacain" ucap citra
" hey Mel... kenalkan nama aku dava mau gak kenalan sama aku, kalo mau nanti temuin aku di depan gerbang kampus ya... #dava" citra sampai kaget membacakan isi surat itu
" hah dava? gue gak mimpi kan cit? " tanya amel kegirangan
"ya enggak sih tapi apa mungkin ini beneran dava? " citra masih tidak percaya yang menulis surat itu dava yang amel maksud
'' duh cit doain aja kenapa cit buat teman lo yang malang ini" ucap amel
" ya udah gue doain semoga berhasil aja "
" Amiinn" ucap amel bahagia banget
jam sudah menunjukkan pukul 15.00 semua mata kuliah citra dan amel sudah berakhir.
" Mel lo pulang sama gue gak? "
" gimana ya? kan gue mau nunggu dava dulu"
" oh nunggu dava? gue juga menasar"
" ya udah ayo kita ke depan" amel menarik tangan nya citra
di depan gerbang kampus amel sudah menunggu dava
" gue nunggu agak jauhan situ ya sekalian nelpon phi gue"
" iya "
citra pun menjauh sedikit dari amel, cukup lama amel menunggu dava dia benar benar penasaran apa itu benaran dava atau cuman orang lain yang ingin membohongi nya
beberapa menit kemudian
" hey.. " terdengar suara laki laki yang berada di belakang amel
" apa itu dava? " tanya amel dalam hati nya yang dia ingin membalikan badan nya tapi takut, gerogi dan jantung nya pun berdebar hebat..
" tuh kan bukan dava yang dimaksud amel" ucap citra yang melihat dari arah kejauhan
amel pun membalikkan badan nya, terlihat laki laki yang beda jauh dengan dava yang dia maksud, dava yang dia maksud memiliki postur tubuh yang tinggi, tampan, putih dan bisa di bilang sempurna, sedangkan laki laki yang di belakang nya amel tinggi badan nya yang kurang lebih sama dengan amel, memiliki perawakan yang gede juga.
" hallo kenalin aku dava! "
" dava? aku kira kamu dava... "
" iya aku dava fakultas ekonomi, dari pertama aku melihat kamu waktu kita ospek dulu aku sudah suka sama kamu"
saat amel dan dava asik mengombrol geng nya ester pun lewat dengan mobil nya.
__ADS_1
" eh lo berdua cocok kok sama sama " ledek ester
amel yPaling senang berbelanja di sini barang nya selalu bagus dan real pikiran gak pernah kecewa. Pengemasan nya juga cepat Terima kasih ang mendengar nya langsung mengerutkan dahi nya. dan beberapa menit kemudian dava mahendra dava yang di maksud amel pun lewat dengan mobil sport nya, yang di tambah bikin amel malu lagi dia malah membuka kan kaca mobil nya saat melewati amel dan dava.
" aku pulang dulu ya" amel pun langsung berlari ke arah citra
" citraaaa... " rengek amel. kepada citra
" udah gak usah nangis"
" gue malu Mel, ternyata apa kata lo benar"
" kenapa lo harus malu? kan gak salah nya kalo lo nebak dan lo berharap dava yang lain, siapa sih yang gak suka sama dava fakultas hukum" ucap citra menghibur sahabat nya itu
" ayo pulang, gue lapar" makan lah cara nya amel menghilang kan setres nya
" sebentar gue nelpon kakak gue dulu, kok tumben ya gak jemput ''
citra pun mengambil ponsel nnya
tut.. tut.. tut...
tut.. tut.. tut..
tut.. tut.. tut..
" ya nong " lee mengangkat telpon nya
" phi lagi sibuk ya? bisa jemput gak kalo gak aku minta jemput sama supir aja "
" kamu sudah pulang? phi bisa kok jemput "
" phi lagi sama nada ya? " suara citra pun berubah jadi datar
" iya, nih phi langsung jemput kamu"
citra pun langsung mematikan ponsel nya.
" bagaimana cit? bisa gak kakak lo jemput"
" kata nya bisa " dengan suara datar
" lo kenapa? "
" gak papa"
" huh gue yang bete malah dia yang marah marah" ucap amel dalam hati nya
30 menit kemudian mobil nya Lee pun datang di hadapan mereka berdua. saat citra ingin membuka pintu mobil yang di depan tiba tiba kaca mobil nya terbuka. di situ ada nada yang duduk di sebelah Lee .
" maaf ya nong kamu duduk di belakang dulu" ucap nada sambil tersenyum kepada citra, raut wajah citra pun semakin berubah. citra begitu cemburu kalo melihat phi nya ini dengan wanita lain
" lo kenapa sih? " tanya amel
" gak papa"
__ADS_1
sekilas nada melirik ke arah nya citra, dia tahu sekali kalo citra cemburu dengan nya, dia semakin penasaran apa yang di sembunyikan antara kakak beradik itu.
" kalian lapar? mau makan siang dulu" tanya Lee
" gak usah langsung pulang aja aku capek"
" tapi kan gue lapar cit" sahut amel
" ya udah sayang kita makan siang aja kesian mereka pasti lapar" ucap nada sambil menyenderkan kepala nya di pundak nya Lee
" ya udah kita ke restoran ya"
citra hanya diam tanpa kata kata dia begitu muak melihat tingkah manja nada kepada phi nya itu.
" kalian mau makan ap" tanya nada yang sok baik sama citra dan amel
" apa aja " sahut citra
Lee pun memanggil pelayan restoran itu
" mau pesan apa mas? "
" mau pesan stik 4 "
" minum nya apa? " tanya Lee
" aku es jeruk sayang"
" aku es jeruk juga" ucap amel
" kamu apa nong? ''
" es teh aja"
" minum nya es teh 1, es jeruk 2, jus alpukat 1"
" baik tunggu sebentar ya mas"
" iya "
" di restoran kok minum nya es teh sih kaya warteg saja" ucap nada
" citra tidak suka minuman yang terlalu manis seperti jus dan dia gak biasa minum jeruk takut mah nya kambuh" malah Lee yang menjelaskan kepada nada
" oh... ' sampai ke makanan aja Lee tahu " ucap citra dalam hati
" memang nya kenapa sih kalo gue mau minum itu ada masalah? " tanya citra kepada nada
" ah enggak... santai saja dong nong"
" udah kamu jangan bikin suasa memanas" tegur Lee kepada nada
" siapa juga yang bikin suasana memanas, adik kamu saja yang kaya gak suka sama aku"
" enggak dia suka kok sama kamu! ya kan nong" tanya Lee sambil mengelus rambut nya.
__ADS_1
citra hanya terdiam sambil memainkan ponsel nya
" lo kenapa sih cit kok bete gitu"