
" aku sebal aja bu sama orang yang sombong seperti itu"
" udah kita sabar aja nak"
" iya bu.! amel nya mana bu? "
" mungkin di kamar mandi nak, kamu duduk dulu ya mau ibu bikin kan teh? "
" gak usah repot repot bu"
" gak papa, oh ya rumah kamu di mana? "
" dekat sini aja bu di komplek lestari indah"
" kompleks lestari indah? di situ kan rumah orang kaya semua ya? "
" enggak kok bu rumah aku paling ujung, "
" oh kirain kamu juga anak orang kaya"
saat ibu dan citra asik bicara berdua amel keluar dari kamar mandi
" lagi bicara tentang apa bu? " tanya amel
" enggak ibu cuman nanya alamat citra "
" oh.. nih cit lo mandi dulu" amel mengalihkan handuk kepada citra
" nanti ibu ambilkan baju tapi cuman baju daster kamu gak papa? "
" iya bu gak papa"
citra pun masuk ke dalam kamar mandi dan ibu nya masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil baju untuk citra
" Mel ini baju untuk citra"
" iya bu"
" oh iya mel, ibu boleh nanya sama kamu? "
" kenapa bu? "
" citra itu anak orang kaya ya? "
"aku juga gak tau bu citra gak pernah cerita sama aku"
" kata dia rumah nya di kompleks lestari indah, itu kompleks orang kaya semua Mel, ibu jadi takut "
" takut kenapa bu? "
" ibu takut dia kenapa kenapa pasti kita yang akan di salahkan "
" ibu tenang aja aku tahu kok citra orang nya gak kaya gitu "
" ya sudah ibu mau ke dapur dulu mau bikin kan teh dan makan malam "
" iya bu"
beberapa menit kemudian citra sudah selesai mandi dan berganti baju
" Mel baju nya seksi banget" citra mengenakan baju daster tanpa lengan dan panjang nya selutut yang menurut nya itu terlalu seksi biasa nya dia di rumah mengenakan baju piyama
" enggak kok biasa aja"
__ADS_1
"cit hujan nya lebat banget, lo nginap di sini aja deh kalo gak bisa pulang"
" gimana ya? gue takut orang rumah mencari Mel"
" tapi kalo sudah malam begini dan hujan lebat taksi jarang masih lewat sini cit, gue takut lo kenapa kenapa kalo di jalan"
" ya udah deh gue tunggu reda aja"
" minum teh nya dulu dan makan malam"
" makan lagi? gue kan tadi sudah makan dan gak bayar lagi gue gak enak sama ibu lo Mel"
" gak papa biasa aja anggap saja rumah sendiri"
" makasih ya MelMel, tapi lo gak perlu repot repot kaya gitu"
" udah cit santai aja kali"
jam sudah menunjukkan pukul 21.00 hujan di luar belum jua reda citra sudah mulai gelisah ingin pulang namun taksi online yang di pesan nya selalu tidak di Terima mungkin karena hujan yang begitu lebat.
" Mel gimana ya gue pulang nya gue takut papah marah Mel"
" telpon orang tua kamu biar ibu yang bicara supaya orang tua kamu tidak marah"
" tapi bu... "
lain hal nya dengan Lee yang juga baru sampai di rumah
tit.. tit... tit.. Lee membunyikan klakson mobil nya dengan hujan hujan pak teguh membukan gerbang untuk lee. kalo sampai lama tidak di buka Lee pasti akan marah marah lagi sama dia.
di dalam rumah
" Lee kamu pulang sama citra? " tanya mamah nya Lee
" belum Lee mamah takut papah kami marah kalo jam segini citra gak pulang"
" di luar hujan mah"
" aduh mamah jadi khawatir nih Lee kamu coba telpon adik kamu "
" sebentar mah"
tut... tut... tut... Lee menelpon citra dan langsung di angkat oleh citra
" hallo... nong kamu dimana" nong yang arti nya adik dalam bahasa thailand dan yang biasa di gunakan Lee dan seisi orang di rumah nya
" phi aku di rumah teman aku gak bisa pulang hujan nya lebat pesan taksi online tidak ada yang menerima nya"
" kirim alamat nya biar phi jemput, kalo kamu gak pulang nanti papah marah"
" iya aku share lokasi, bye"
telpon pun langsung di matikan citra dan dia mengirim alamat nya ke whatsapp nya Lee
" bagaimana Lee adik kamu di mana? " tanya mamah nya
" di rumah teman nya mah ini aku mau jemput "
" kamu ganti baju aja dulu"
" gak usah mah biar gini aja langsung "
" kalian langsung pulang ya? jangan kemana mana lagi jangan sampai papah kamu tahu kalo citra belum pulang jam segini"
__ADS_1
" papah nya dimana? "
" papah kamu di atas di ruang kerja nya"
" oh ya udah aku pergi dulu mah, citra sudah mengirim lokasi nya "
" iya hati hati sayang"
30 menit kemudian Lee sudah sampai di depan rumah nya amel dia tidak turun dari mobil dia hanya membunyikan kelakson mobil nya.
" itu kaya nya mobil kakak kamu cit" ucap amel yang mendengar nya dan citra langsung keluar dengan membawa tas nya
" bu aku bawa dulu ya baju nya dan aku Terima kasih banyak ibu sudah baik sama aku ibu dan amel sudah beri aku makan"
" iya sayang ibu juga Terima kasih sama kamu karena sudah baik sama amel, sering sering ya main kesini lagi"
" iya bu.. "
Lee turun dari mobil nya dengan. membawakan payung untuk citra
"Swadiee khab " Lee memberikan salam kepada amel dan citra.endengar perkataan Lee ibu nya kebingungan apa yang dimaksud Lee..
" kami pulang dulu terima kasih sudah jagain adik saya" ucap Lee dengan sopan
" iya sama sama " sahut ibu nya amel
" Mel gue pulang dulu"
citra pun bergegas masuk ke dalam mobil nya Lee.
di dalam mobil Lee menatap citra begitu tajam
" kenapa phi? " tanya citra
" kamu pakai baju siapa? "
" baju ibu nya teman aku memang nya kenapa"
" kamu pakai baju kaya begitu memang gak kedinginan? "
" dingin maka nya matiin AC nya "
bukan nya mematikan AC mobil nya Lee malah membuka jas yang di kenakan nya
" kok malah buka Jaz " tanya citra namun tidak di jawab Lee
" tutup badan kamu nong nanti kamu masuk. angin" Lee memasangkan Jaz nya kepada citra dan Lee juga mencium aroma buah wangi nya badan citra
" phi kenapa lama? " tanya citra
" kamu wangi" Lee mendekatkan wajah nya ke wajah citra seperti orang yang ingin mengecup bibir nya.
" ya ampun kenapa phi bikin aku gugup" ucap citra dalam hati dan dia langsung mendorong badan kekar nya Lee
" phi aku gak bisa napas" ucap citra sambil mencari alasan
" kamu gugup ya phi mau cium "
" enggak biasa aja"
" biasa aja? ok kalo begitu phi cium bibir kamu"
" gak boleh yang boleh cium bibir aku cuman orang yang mencintai kamu"
__ADS_1