
saat amel menggatar makanan sekilas dia melihat mobil yang mirip persis kaya mobil dava berhenti di sebuah cafe di seberang rumah nya makan nya amel. amel begitu penasaran dengan mobil itu apa itu beneran dava atau bukan. dia berdiri sambil menunggu orang dalam mobil itu keluar.
pintu mobil itu pun terbuka dan keluar seorang laki laki dan benar yang di dalam mobil itu beneran dava.
" itu dava, " ucap amel dalam hati " ngapain dia ke cafe itu apa lagi ada janji sama pacar nya" ucap amel yang begitu penasaran
dava pun masuk ke dalam cafe itu dan karena kaca cafe itu terlihat begitu jelas dari luar dan dugaan amel benar dava menemui seorang cewe di dalam cafe itu. dava datang cewe itu langsung berdiri dan langsung merangkul dava disambut nya lagi dengan ciuman pipi kanan dan pipi kiri tapi tetap ekspresi dava tetap datar seperti gak ada bahagian nya. dan yang paling di kagetkan amel cewe itu terlihat jauh lebih dewasa dari dava
" itu siapa nya dava ya? apa dava pacaran sama tante tante maka nya dia gak bernafsu dengan cewe seusia nya" pikiran amel terus berkerja untuk mengetahui cewe yang bersama dava " tapi kenapa dava seperti tidak lagi bahagia seharus nya kalo ketemu sama cewe nya kan bahagia itu malah biasa aja cewe itu terus yang berbicara dava cuman diam"
" Mel sini.. kamu sedang apa" panggil ibu kepada amel yang seperti nya sedang melamun
" enggak bu gak papa"
" siapa yang kamu lihat di seberang situ? teman kamu? " ibu nya penasaran dengan amel
" bukan bu bukan siapa siapa" jawab amel gugup
" pasti ada yang kamu sembunyikan dari ibu?"
" enggak bu"
" gak usah mengelak ibu tahu gerak gerik kamu kalo lagi berbohong sama ibu"
" ini di antar kemana bu?" amel mengalihkan pertanyaan ibu nya
" oh antar ke meja situ"
" kemana mobil nya dava? " tanya amel saat melihat mobil nya dava yang sudah tidak ada di cafe itu lagi dan juga terlihat hanya seorang cewe itu aja yang masih duduk sendiri dengan wajah sedikit sedih. " aku benar benar penasaran dengan dia" ucap amel dalam hati
jam sudah menunjukan pukul 16.00 citra selesai makan dengan kakak nya dan ingin segera pulang ke rumah
" aku pulang. dulu ya kak" ucap citra
" kamu gak mau pulang bareng kakak"
" ga usah lagi pula kakak kan harus mengantar pacar kakak, akun juga udah rasa capek banget mau istirahat "
" ya sudah kamu pulang hati hati ya, cup.. cup.. cup.. " lagi lagi Lee mengecup kening, pipi kanan dan pipi kiri nya citra
" udah phi banyak orang " bisik citra malu
" memang nya kenapa? kamu malu.? bukan nya memang biasa nya begini" ucap Lee cuek dengan orang orang di situ
__ADS_1
" ya udah aku duluan "
nada terdiam sambil menatap Lee dan citra " apa dia beneran adik nya lee tapi muka nya begitu berbeda, Lee begitu putih dan hidung yang mancung sedangkan adik nya sedikit hutang dan hitung juga tidak terlalu mancung kaya Lee, kalo memang dia adik nya dan Lee sudah terbiasa mencium citra begitu terus bagaimana perlakuan Lee dengan mantan mantan nya dulu" pikir nada tentang Lee
" hey.. kamu mau pulang juga? " tanya Lee
" hhm iya kaya nya ini udah terlalu sore dan kita juga udah lama di sini" ucap nada
" aku antar kamu ya"
nada hanya mengangguk
Lee pun memanggil pelayan di restoran itu untuk meminta bill pembayaran dan salah satu pelayan datang dengan membawakan bill
" ini pak bill nya"
Lee pun memberikan kartu kredit nya
setelah selesai bayar Lee dan nada langsung keluar dari restoran
" kamu tunggu di sini dulu aku mau ngambil mobil" ucap Lee
beberapa menit kemudian Lee datang dengan mobil mewah nya dan nada pun langsung masuk. di perjalanan nada menanyakan kembali siapa sebenarnya citra
" kamu mau nanya apa sayang" ucap Lee kata kata sayang bagi Lee itu biasa keluar dari mulut nya.
" sebenar nya citra itu beneran adik kamu"
" kamu masih tidak percaya dengan aku? bagaimana kamu mau jadi istri saya kalo kamu tidak percaya dengan saya" ucap Lee kesal
" bukan seperti itu aku melihat kalian berdua itu kaya banyak perbedaan nya "
" banyak perbedaan nya? beda dari mana? "
" muka kamu dan dia aja gak mirip muka kamu ketahuan masih campuran thailand sedangkan adik kamu seperti orang Indonesia asli dan juga kulit kamu putih adik kamu agak hitam dan yang paling penting perlakuan kamu itu seperti kaya sama pacar kamu"
lee langsung terdiam mendengar ucapan nada
" hhm kamu marah ya sama aku" nada mulai panik takut lee marah dengan nya
" enggak " sahut lee singkat
" aku minta maaf ya, ya udah aku percaya deh sama kamu" ucap nada membujuk lee
__ADS_1
" belum saatnya kamu tahu tentang aku sepenuh nya" ucap lee kesal
dan akhy mereka sampai di depan rumah nya nada. rumah nya yang begitu besar dan mewah dengan rumah nya lee
" makasih ya aku masuk dulu" ucap nada namun tangan nada langsung di raih lee. membuat muka nada dan lee berdekatan yang sangat dekat. nada pun langsung memejamkan mata nya
" apa dia ingin mencium ku" ucap nada dalm hati namun perkiraan nada salah
" kenapa kamu merem? " tanya lee membuat nada kaget dan langsung membuka kedua mata nya
" aku gak mau cium kamu" le mengetahui isi pikiran nada membuat nada begitu malu
" kamu istirahat ya" lee hanya mengelus rambut nya
" hhm i.. ya makasih, kamu mau masuk dulu? " ucap nada gaguk
" oh nanti saja, lain kali aja aku mampir, aku langsung pulang aja ya"
" ya udah hati hati ya"
" nanti aku telpon"
nada hanya mengangguk, mobil lee pun langsung melaju dengan cepat sedangkan citra yang sudah lama sampai rumah, sesampai nya di rumah dia langsung tertidur mungkin benar kata nya kalo dia capek.
" tit.. tit.. tit.. lee membunyikan klakson mobil dengan kencang
" pasti pak teguh ketiduran lagi" ucap lee kesal. pak teguh adalah security di rumah nya namun pak kebiasaan pak teguh selalu ketiduran kalo lagi kerja. sebenarnya lee ingin sekali memecat pak teguh namun kedua orang tua nya selalu mempertahankan pak tegug dengan alasan kesian
tittt... tit ttt.... tit.... lee terus terusan membunyikan klakson nya dan asisten rumah tangga nya yang lain langsung berlari untuk membuka kan gerbang rumah nya.
" pak teguh mana? " tanya lee dengan kesal nya.
" anu tuan.." sahut asisten rumah tangga nya yang bernama kekey
" saya udah tahu pasti dia ketiduran lagi" ucap lee kesal dan muka seram nya dan lee langsung masuk ke dalam rumah
sedang kekey langsung membangunkan pak tegus di pos nya
"pak.. bangun... "
" hah.. ada apa? " pak teguh kaget
" tuan lee datang dan marah marah karena bapak tidak bukakan pintu gerbang "
__ADS_1