
Setelah batas waktu yang di tentukan dalam ujian ke dua ini selesai, kini hanya tersisa 244 calon murid dari total ribuan calon murid telah mengikuti ujian pertama.
Tapi itu belum sepenuhnya selesai, karena masih ada ujian ketiga yang harus mereka semua lalui, bisa dipastikan hanya akan tersisa separuh calon murid.
Akademi pedang suci bukan suatu lembaga yang mencari keuntungan dengan menerima sebanyak-banyaknya murid, tapi mereka hanya ingin murid berkemampuan tinggi, tekad kuat dan layak sesuai kriteria.
Meski Wersno bukan pemilik bakat di atas rata-rata, tapi dia mempunyai tekad kuat demi mengejar Sania walau harus berjuang setengah mati.
Dan pendekar pedang naga Elonel muncul kembali, tapi kini dia bersama lima sosok lelaki serta perempuan dengan aura luar biasa kuat.
"Selamat untuk calon murid yang sudah melewati ujian kedua, sungguh aku tidak menyanka jika akan ada banyak calon murid yang mampu melewati lapisan anti energi."
Untuk sekedar basa basi, Elonel pun memperkenalkan ke lima sosok yang dia bawa, mereka adalah para ketua bagian dari masing-masing ilmu pengetahuan akademi.
Huhou Fugo dari ilmu alkemis, Sienan Gyuko dari ilmu rangkaian prasasti, El Maou dari ilmu tempa senjata, Saqira Siwase dari ilmu medis atau ilmu tabib dan A Kiong dari ilmu bisnis.
Setelah ujian ini selesai, para murid akan memilih satu dari ke lima bidang ilmu pengetahuan. Dan Sania pun sudah memiliki rencana untuk mempelajari ilmu pengetahuan medis atau menjadi tabib.
Di karenakan bagi Sania, kemampuan membunuh adalah sesuatu yang sangat mudah, bahkan tanpa perlu belajar sekali pun seorang manusia bisa membunuh manusia lain. Tapi tidak dengan menyembuhkan, Sania ingin memiliki kekuatan berguna bagi orang lain.
"Ujian ketiga, sedikit beresiko, kalian bisa saja terluka bahkan tewas, aku memberi kalian kesempatan untuk mundur sekarang dan berhenti menjadi seorang ahli beladiri." Tegas ungkapan pendekar pedang naga Elonel kepada semua orang dengan tatapan mata serius.
Mendengar perkataan grandmaster Elonel, tentu banyak murid yang menjadi ragu-ragu, tapi perjuangan mereka untuk mendaftar di akademi pedang suci sudah bulat, meski pun itu harus bertaruh nyawa.
Setelah pernyataan Elonel, tidak ada satu calon murid pun mengundurkan diri, mereka memutuskan untuk tetap ikut di ujian ke tiga tanpa peduli soal resiko.
Tawa keras dari Elonel... "Bagus, bagus sekali. Aku senang dengan keteguhan hati kalian, jalan beladiri memang di perlukan tekad yang kuat dan pengorbanan, jika kalian takut atau menyerah, maka semua akan percuma."
Sistem ujian ketiga pun dikatakan.
__ADS_1
Bahkan di sekitar pegunungan Soulland adalah hutan yang dipenuhi binatang iblis dari binatang-binatang tingkat rendah hingga tingkat tinggi.
Para master pun sudah melepas binatang iblis dari bermacam-macam tingkat dengan sebuah tindik bertanda di tubuh mereka, para binatang iblis itulah yang menjadi target pemburuan bagi setiap calon murid.
Bukan tentang seberapa banyak binatang iblis untuk mereka bunuh, melainkan mendapat tindik yang terpasang di tubuh binatang iblis sebagai kunci keberhasilan di ujian ke tiga.
Namun jelas dikatakan oleh grandmaster Elonel bahwa ujian ini beresiko mendapat luka fatal dan mungkin juga kematian, karena jika para calon murid tidak beruntung, binatang iblis tingkat tinggi akan menargetkan mereka sebagai mangsa.
"Baiklah batas waktunya adalah satu hari, kalian bisa menjelajah ke setiap hutan di pegunungan Soulland, dan kembali untuk menyerahkan tindik di tubuh binatang iblis yang kalian dapat. Lepas dari waktu yang di tentukan, maka kalian akan gagal." Grandmaster Elonel pun sudah memulai ujian terakhir.
Setelah grandmaster Elonel memberi tanda, kini dua ratus murid pun segera berlari pergi dan mulai melompat turun ke hutan di bawah.
Sania tidak terlalu terburu-buru, dia cukup berjalan santai saat akan memasuki hutan. Namun seseorang mengejar, tentu dia bukan siapa-siapa, melainkan Wersno.
"Nona Sania Tunggu." Teriak Wersno keras.
Tapi Sania tetap berjalan dan tidak memperdulikan panggilan Wersno meski dia sudah jatuh akibat tersandung akar pohon.
Sania pun memutuskan untuk berhenti sejenak..."Apa lagi yang kau inginkan ?."
"Aku hanya ingin bekerja sama di ujian kali ini." Ungkap Wersno tersenyum rumit.
"Kerja sama ?, Memang apa yang selama ini kita kerjakan bersama-sama, pada akhirnya kau hanya menjadi beban bagi ku. Sebagai lelaki harusnya kau bisa diandalkan, jangan lupa sekarang kau bukan di istana kerajaan Fluel dengan banyak prajurit siap membantumu." Tegas ucapan Sania tanpa peduli soal perasaan Wersno.
"Ya aku tahu itu nona, tapi..." Wajah Wersno memelas.
Sania jelas tidak menyukai seseorang yang memohon di depan mata. Hembusan nafas panjang dan mengeluh karena sifat Wersno membuatnya repot.
"Baiklah aku akan membantu mu, tapi dengan satu syarat." Ucap Sania.
__ADS_1
"Apa itu nona ?." Wersno bertanya.
"Kali ini aku menginginkan imbalan, aku tidak mau hanya dimanfaatkan untuk membantu mu saja, tapi kau harus membayar." Jawab Sania.
Wersno cepat mengangguk sebagai tanda untuk setuju...."Baiklah aku mengerti."
Pada akhirnya, Sania dan Wersno kini menjadi satu kelompok, atau bisa di sebut juga, merepotkan diri untuk membawa satu beban yang tidak berguna.
Dari sisi lain...
Putri Xiumin memperhatikan Sania dan Wersno dari jauh, dia memiliki niat buruk kepadanya. Sebagai sosok yang menginginkan pujian dari semua orang, kehadiran Sania menjadi pengganggu, Putri Xiumin pun seperti kehilangan harga diri di depan guru besar Elonel.
Satu tepukan tangan dari putri Xiumin membuat lima sosok lelaki membungkuk di hadapannya.
"Aku akan memberi kalian uang yang banyak, jika bisa membuat wajah Sania itu rusak, tapi tidak perlu membunuhnya, aku ingin melihat dia malu seumur hidup." Ucap Xiumin atas rencana buruk kepada Sania.
"Kami mengerti putri Xiumin, tapi apa boleh kami...." Satu orang memberi tanda senyum yang tidak menyenangkan.
"Terserah kalian."
"Baik putri." Penuh semangat mereka mengangguk paham.
"Kalian pergi sekarang, dan beri aku kabar baik." Ucap Xiumin.
Lima lelaki yang di kirim oleh putri Xiumin adalah para kerabat dari klan Gong, mereka memang memiliki tugas untuk menjaga, mematuhi dan melaksanakan semua perintah yang di berikan oleh keturunan keluarga utama.
Klan gong memang klan yang sangat kuat, tapi mereka juga memiliki sisi buruk, dimana di dalam keluarga Gong. Pemegang kekuasaan dari segala aspek adalah keturunan utama, sedangkan mereka yang menjadi kerabat jauh hanya akan diperlakukan tidak lebih seperti pembantu.
Termasuk juga untuk Xiumin Gong adalah putri dari kepala keluarga Gong, Dou Gong, dia memiliki sifat tempramental, sombong, licik, gila pujian, dan keras kepala. Sehingga ketika dia melihat ada orang lain jauh lebih mendominasi, tidak akan sedikit pun segan menyingkirkannya.
__ADS_1
Memberi perintah kepada para keluarga pembantu dalam hal-hal kotor, termasuk juga seperti keinginannya sekarang, yaitu membuat perhitungan kepada Sania.