
Perhatian Sania dan Wilea benar-benar terfokus kepada patahan mata pedang yang dinyatakan sebagai senjata milik dewa Askar. Tentu tidak disangka oleh Wilea jika dia bisa menemukan itu sekarang, meski pun kondisi patahan pedang sudah berkarat dan kehilangan auranya.
"Jadi apa benda itu masih berguna ?." Tanya Sania penasaran.
Namun Wilea tidak senang atas pertanyaan Sania...."Jangan sembarangan mengatakan benda itu. Kau harus tahu, pedang dewa adalah senjata istimewa yang terbuat dari batu surga, di jagat raya ini mana bisa kau menemukannya."
"Baiklah, baik, jadi apa patahan pedang dewa itu masih berguna ?." Sania mengganti cara bicaranya agar terdengar lebih baik.
"Meski aura di dalamnya sudah lenyap, tapi batu surga tetaplah batu surga, selama kita bisa menggabungkan patahan ini ke senjata yang lain, itu mungkin akan berguna kembali." Jawab Wilea.
"Hmmm apa Raynor bisa melakukannya." Pikir Sania.
"Aku tidak tahu, tapi kemungkinan besar jika melihat patahan pedang dari batu surga, dia akan tertarik. Kita perlu mengambilnya." Wilea jelas tidak ingin melepas penemuan besar ini.
"Hei... Aku tidak ingin menjadi pencuri." Balas Sania.
"Siapa yang mengatakan kau harus mencuri, bisa saja kau meminta kepada bocah Elonel itu. Aku yakin dia tidak membutuhkan pajangan pedang yang patah dan berkarat ini."
"Pada akhirnya kau sendiri menganggap patahan dari batu surga sebagai benda berkarat." Sindir Sania.
"Lupakan itu, kau harus bisa mendapatkannya Sania."
"Ya, akan aku coba nanti." Sania pasrah saja.
Tapi di sisi lain, seorang lelaki melangkah keluar dari salah satu ruangan dalam istana suci, langkah kaki yang tegas, tatapan mata tajam dan aura penuh wibawa dengan ekspresi wajah dingin.
Dia adalah Sin Shun, murid akademi pedang suci senior dan menjadi pemegang peringkat tiga teratas sebagai murid langsung dari pendekar pedang naga Elonel.
Di wilayah daratan tengah, tidak ada yang tidak mengenal kekuasaan tiga klan besar, klan Gong, klan Shun dan klan Ying.
Orang-orang di setiap kerajaan wilayah daratan tengah tentu tahu, bahwa masing-masing klan selalu bersaing satu sama lain. Setiap generasi muda yang di kirim ke akademi pedang suci untuk mempelajari ilmu beladiri dan menjadi seorang ahli beladiri kuat di masa depan.
__ADS_1
Tapi bagi ketiga klan besar itu, persaingan tetap ada di akademi, klan Gong, klan Shun dan klan Ying, mereka berlomba-lomba menempati peringkat atas agar bisa menunjukkan kekuatan klan mereka kepada semua orang.
Seperti sekarang, Sin Shun adalah pemegang peringkat terbaik diantara kedua klan saingannya. Dia mendapat segala hal, entah itu popularitas, sumber daya, kekayaan dan segala kehormatan atas prestasi di akademi pedang suci.
Dengan posisinya itu, klan Shun harus diakui sebagai klan teratas diantara dua klan lain.
Setiap kali Sin Shun berjalan, para murid-murid lain yang melihat kedatangannya segera membungkuk hormat dan memberi pujian.
Para murid lelaki akan merasa iri dan meratapi nasib karena hidupnya tidak semujur Sin Shun. Dan para murid perempuan akan mengagung-agungkan namanya demi mendapat perhatian.
Hingga saat dia melewati aula untuk keluar dari istana suci, perhatiannya teralihkan oleh paras cantik milik Sania.
Tidak peduli tentang para murid perempuan yang masih berkumpul di sekitar Sin Shun, karena tatapan matanya hampir lupa berkedip seakan-akan sedang terhipnotis.
Berjalan mendekati Sania, Sin Shun bersikap tenang dan sopan... "Nona muda, apa yang sedang anda lakukan di sini."
Sania terkejut, dimana saat dia tidak memperhatikan sekitar, tiba-tiba saja sebuah suara datang dari belakang.
"Oh maaf, aku tidak bermaksud untuk mencuri atau apa pun itu...." Sania segera berbalik.
"Ah maaf kalau begitu."
"Aku baru pertama kali melihat mu di sini." Sin Shun memperhatikan jubah putih akademi pedang suci tanpa simbol.
Dia paham jika sosok wanita cantik yang baru saja ditemuinya ini adalah murid baru. Tapi pertanyaan pun terlintas di dalam pikiran Sin Shun.
"Aku di panggil oleh grandmaster Elonel." Jawab Sania.
"Jarang sekali grandmaster memanggil murid baru... Lupakan itu, jadi siapa nama nona ?."
"Aku Sania, Sania Avya dari klan harimau merah, daratan timur." Sania memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku Sin Shun dari klan Shun..."
"Salam kenal senior."
Sikap sopan yang di tunjukan oleh Sin Shun jelas untuk menarik perhatian Sania.
Dia pun tidak mau hilang kesempatan berbicara kepada seorang wanita cantik, meski pun itu adalah saingan klan Shun. Seperti Putri Xiumin Gong, yang memang terkenal akan paras indah hingga mampu membuat setiap pangeran bertekuk lutut.
Tapi kali ini dia menemukan Sania, gadis dengan kecantikan melampaui Xiumin Gong tanpa pernah sekali pun mendengar asal klan harimau merah yang dia sebutkan.
"Luar biasa, tidak banyak orang dari daratan timur mampu melewati ujian akademi pedang suci, aku yakin nona Sania memiliki bakat yang sangat tinggi." Puji Sin Shun.
"Jangan terlalu banyak memuji tuan, aku masih belum ada apa-apanya dibanding dengan anda." Sania tidak senang atas pujian itu.
"Aku, aku pun tidak seperti yang nona bayangkan, aku masih seorang murid sederhana." Sin Shun bersikap rendah diri.
Namun Sania melihat semuanya, aura kekuatan energi tenaga dalam dari tubuh Sin Shun seakan sengaja di tunjukan agar dia melihatnya langsung.
"Tidak ada seorang murid sederhana yang sudah memasuki tingkat penguasa tempur, seperti anda."
Sin Shun hanya membalasnya dengan tersenyum ramah, dia merasa senang mendengar pujian dari Sania, tapi tetap merendah diri agar tidak dipandang sombong.
Namun kesenangan Sin Shun berbincang dengan Sania segera berubah muram, ketika satu sosok lelaki lain datang, dia memiliki rambut hitam panjang, tatapan mata lembut dan halus, tidak terlalu tinggi atau pun pendek, namun tetap saja, dia adalah salah satu murid terkuat yang menyamai Sin Shun.
"Oh, dari kejauhan aku penasaran lelaki mana yang sedang menggoda seorang junior cantik dengan rayuan murahan. Ternyata saudara Sin Shun." Ucap lelaki itu dengan sindiran halus.
Tapi Sin Shun tidak terima..."Saudara Yang Gong, anda memiliki kosa kata cukup tidak menyenangkan untuk di dengar."
"Terimakasih, aku tidak pernah ragu untuk menunjukkan salah satu kebolehan ku ini."
Sania paham antara hubungan dua lelaki di depannya sekarang, mereka saling menunjukkan sikap yang terlihat ramah sebagaimana teman satu sekolah, tapi di balik itu, keduanya adalah saingan.
__ADS_1
Yang Gong, Sania sudah mendengar nama itu dari Wersno, bahwa Yang Gong adalah kakak, putri Xiumin Gong, dan menjadi salah satu murid peringkat atas.
Namun karena dia tidak ingin terlibat dalam urusan mereka, selagi keduanya saling beradu tatapan, dia pun melangkah pergi tanpa suara.