
"Domain beku : dunia dingin keabadian."
Kabut putih menyebar cepat, tanah-tanah berubah putih tertutup salju, pepohonan, batu, rumput, semak belukar dan bunga kini terselimuti oleh es tebal.
Wersno dan para saudara Joua dari keluarga cabang Gong, merasa takjub, dimana sebelumnya mereka masih bisa melihat pepohonan dan suasana hutan seperti biasa, kini berubah menjadi tumpukan salju dan Es.
Jika orang-orang itu tidak segera mengatur aliran nafas dan tenaga dalam tentu efek pembekuan akan berakibat kepada tubuh mereka.
Kekuatan domain adalah kekuatan yang mampu mengubah wilayah sekitar menjadi tempat kekuasaan di dalam kendali mutlak si pengguna.
Seperti halnya sekarang, dunia dingin keabadian, itu adalah kekuatan tingkat tinggi dari teknik meditasi dunia beku abadi, orang-orang yang memasuki wilayah Sania akan menjadi beku tanpa perlu dia mengangkat satu jari pun.
Mereka yang terjebak di dalam domain hanya memiliki dua pilihan. Pertama adalah melawan dengan serangan tingkat tinggi yang melampaui kekuatan musuh, lebih seperti mereka harus menghancurkan wilayah domain secara langsung.
Namun ini cukup sulit, karena di dalam sebuah domain kekuatan, seluruh kendali berada di tangan penggunanya, dia bisa menciptakan bermacam hal dari wujud energi dingin. Bahkan semakin tinggi kekuatan Sania, domain beku akan semakin kuat dan juga luas.
Dan yang kedua adalah pasrah saja, karena kemampuan dari Domain sangat kuat mustahil untuk di patahkan.
Dan kini, sangkar duri di sekitar Sania pecah, dia pun mewujudkan diri dalam bentuk zirah Phoenix biru bersayap es. Ini termasuk meminjam jiwa Phoenix Wilea.
Joua tersenyum penuh makna, dia merasa senang untuk pertarungan sekuat tenaga, karena sebagai seorang jenius di klan Gong, Joua hampir tidak pernah menemukan lawan sepadan.
Namun dirinya terlahir di keluarga cabang, sehingga keluarga utama tidak ingin ada orang lain yang bukan dari keturunan murni melampaui mereka. Joua harus menahan diri tiap kali bertarung latih tanding bersama Xiumin dan saudara lainnya.
Tapi Joua tidak menyerah begitu saja, dia tersenyum semakin bersemangat, melepas aliran energi tenaga dalam berwujud petir ke seluruh tubuh.
Aura kekuatan Joua meningkat drastis, dia memang salah satu jenius yang melampaui batas setingkatan, bahkan jika bukan karena perintah Dou Gong agar menahan diri dan patuh sebagai pembantu, tentu Joua bisa memiliki nama cukup besar.
Pertarungan berlanjut kembali, Sania bergerak maju dengan ayunan pedang Asa Layn menghantam senjata milik Joua, benturan dua serangan itu melepas energi tingkat tinggi.
__ADS_1
Ledakan besar gelombang energi menyapu orang-orang di sekitar hingga terlempar jauh. Wersno dan lainnya terkejut atas kekuatan Sania dan Joua karena pertarungan mereka terlalu hebat.
Petir menyambar ke segala arah dari tubuh Joua dan sebuah serangan jarak jauh serupa kilat muncul ke arah Sania, itu harusnya cukup memberi luka berat bagi seorang raja tempur. Bahkan sekelas tingkah penguasa masih memiliki pengaruh besar.
Tapi apa yang Joua dapati setelahnya adalah bunga es enam belas kelopak yang mekar, dimana itu adalah jenis kemampuan bertahan dari teknik meditasi dunia beku abadi.
Setiap kelopak yang jatuh adalah tanda seberapa banyak kekuatan pertahanan bunga beku itu melindungi Sania dari serangan kepada dirinya.
Di dalam domain beku, kekuatan Sania berada di tingkat lebih tinggi, meski pun Joua menggunakan seluruh energi tenaga dalam, itu masih belum cukup melepas Domain dunia beku.
Namun di sisi lain Wilea merasa jika Sania belum cukup mampu mengalahkan Joua.
'Orang ini, dia bukan lawan yang mudah, kau harus bertarung dengan serius.' ucap Wilea dari dalam hati.
'Memang kau pikir aku tidak serius sejak awal.' Sania mengeluh kesal karena dari pernyataan Wilea dia merasa sedang di ejek.
'Kau terlihat kesulitan untuk melawan bocah seperti ini saja, itu mengecewakan.'
'Kalau begitu, biar aku yang melawan.' Jawab Wilea bersemangat.
'Kau hanya ingin bertarung kan.' ucap Sania paham.
'Hanya sedikit.' Balasnya.
'Tapi jangan pikir kalau aku sudah kalah, kau harus tahu itu wilea.' Sania coba membela diri.
'Ya, ya, aku tahu, jadi tenang saja.'
Sania dan Wilea bertukar jiwa, dimana sekarang Phoenix biru sendirilah yang melawan Joua dalam pertarungan.
__ADS_1
Sorot tatapan mata Sania berumah biru, setiap gerak tubuh dari teknik pedang yang di gunakan Sania pun berubah, itu semua karena sudah dikendalikan oleh Wilea dan menunjukkan teknik berpedang lebih intens lagi.
Joua seakan sadar, bahwa ada yang berbeda dari cara sania bertarung, sebelumnya dia merasa cukup mengimbangi serangan demi serangan itu, tapi sekarang, dia menjadi terpojok tanpa bisa untuk membalas.
Di satu kesempatan, Sania menendang tubuh Joua hingga terlempar jauh dan seketika dari arah belakang pun muncul duri-duri es yang siap menembus tubuhnya.
Tapi tepat sebelum Joua tertusuk duri es itu, dia melepas gelombang energi dari kilatan petir yang memberi efek penghancur kepada benda apa pun saat di sentuh olehnya.
Joua berhasil selamat. Dia bernafas lega karena masih sempat melepas energi pelindung.
"Bocah, kau terlalu sombong untuk seukuran manusia biasa." Ucap Wilea dari tubuh Sania.
Tapi terkejut Joua mendengar sebutan Sania yang terbilang masih muda itu..."Jangan sembarangan bicara, kau panggil aku bocah, aku itu lebih tua dari mu."
"Tapi bagiku, kau tidak lebih dari bocah ingusan yang lahir kemarin sore." Ejek Wilea dengan tertawa keras.
Joua kesal, dia menunjukkan aura kuat ingin membunuh Sania..."Kalau begitu. Biar aku akhiri hidup mu sekarang."
"Itu jika kau mampu." Balas Sania menantang.
Energi tenaga dalam serupa kumpulan bola petir hitam berkumpul di antara kedua tangan Joua, dirasa tingkat konsentrasi energi itu cukup mampu meluluhlantakkan sebuah bukit hanya untuk satu serangan saja.
Tapi saat bola petir hitam datang, dinding es terbentuk besar menyerupai patung Phoenix dan menahan serangan
Sania tidak mau kalah, dia pula menggunakan salah satu kekuatan yang nyata dari Phoenix biru setelah menerima teknik meditasi dunia beku abadi.
Kini nyala api biru menyebar ke seluruh wilayah yang tertutupi salju, tapi itu tidak membuatnya meleleh. Ini adalah kekuatan nyata bentuk energi dingin dari Phoenix biru, api beku. Memang tidak mengeluarkan aura panas, namun saat bersentuhan dengan sebuah benda itu akan meleburkan seperti terbakar nyala api, bahkan jauh lebih panas dari api biasa.
Hanya perlu satu ayunan pedang, nyala api biru yang dingin melesat dan membentuk garis lurus panjang hingga setiap pohon pun hancur tanpa sisa.
__ADS_1
Joua melepas bola energi petir hitam yang siap beradu dengan Sania, hingga saat keduanya saling bertabrakan, letusan besar dua energi itu menghancurkan domain beku.