
Joua dan Sania masih berdiri tegas saling berhadapan, keduanya sama-sama mendapat luka ketika harus bertahan dari energi ledakan.
Tapi untuk Sania dia tidak merasa khawatir tentang luka fisik, karena jiwa Phoenix yang ada di dalam tubuh memberi kemampuan regenerasi tingkat tinggi.
Selama bukan kepala yang hilang Sania akan mampu untuk bertahan dan kembali sembuh seperti sediakala, hanya saja di saat dia mendapat luka fisik terlalu berat, maka taruhannya adalah esensi kehidupan.
Esensi kehidupan hampir mirip seperti nyawa, dimana kehilangan esensi kehidupan terlalu banyak itu berakibat kematian, tidak peduli jika Phoenix dikatakan sebagai makhluk abadi.
Para Phoenix tetap bisa tewas namun memiliki kemampuan khusus yaitu renkarnasi untuk hidup kembali dengan membawa ingatan dari masa lalu.
Dan sekarang yang cukup memperihatinkan adalah Joua, dia menerima luka bakar parah di dua tangannya saat menahan kobaran api biru dari ledakan besar.
Meski pun domain beku telah hancur oleh benturan dua kekuatan sebelumnya, dan kini Joua terjatuh tidak mampu bergerak karena semua rasa sakit yang dia terima.
Sania berjalan mendekat, dia sudah siap untuk menghabisi Joua dengan pedang yang di arahkan langsung ke depan wajah.
Tapi Joua tidak menunjukkan rasa takut. Bahkan sebaliknya, dia tertawa keras, sebuah tawa dimana seakan melampiaskan rasa senang meski sudah pasti akan mati.
"Aku sekarang tidak bisa bertarung, kau bisa membunuhku." Ucap Joua yang menatap tajam kepada Sania.
Tentu Sania tetap bersikap dingin di depan Joua, karena jiwa Wilea tidak memiliki perasaan belas kasih saat harus membunuh seorang musuh... "Tapi aku bertanya-tanya, kenapa kau terlihat sangat senang, asal kau tahu aku bukan wanita lemah lembut yang akan memberi belas kasih melihat mu mati."
"Aku tahu itu, jadi aku menerima kekalahan ku." Balasnya.
"Baiklah...." Namun saat pedang di tangan Sania sudah di ayunkan.
Tepat di ujung tenggorokan pedang itu berhenti, Sania bukan berubah pikiran, tapi jiwa Sania memaksa Wilea untuk berhenti.
'Biarkan dia hidup.' keras Sania menahan jiwa Wilea.
'Apa kau yakin, padahal dia berusaha untuk membunuhmu.' tanya Wilea.
__ADS_1
'Tidak apa-apa, sekali pun dia berniat balas dendam, kita cukup mampu mengalahkannya lagi.'
'Baiklah....'
Sania menarik kembali pedang ke dalam sarungnya, dia pun berjalan pergi tanpa berkata apa-apa kepada Joua. Bahkan ini membuat semua orang bingung, dimana aura membunuh Sania jelas dirasakan, tapi semua memudar tanpa melanjutkan niatnya.
Para saudara yang lain kini berdatangan, mereka membawa pergi Joua untuk mendapat perawatan karena luka bakar di sekujur tubuhnya benar-benar parah.
Wersno kembali mengikutinya Sania dari belakang dan ada banyak pertanyaan terlintas di dalam kepala karena takjub setelah melihat Sania bertarung begitu luar biasa.
Tapi tetap saja, Sania membalas semua pertanyaan itu dengan sinis dan lebih memilih melanjutkan perjalanan untuk mencari keberadaan Binatang iblis yang menjadi tiket masuk ke akademi pedang suci.
*******
Di dalam istana pedang suci.
Ternyata pertarungan antara Sania dan Joua terlihat jelas oleh pendekar pedang naga, Elonel dan para guru lain dari segala bidang ilmu pengetahuan melalui bola kristal.
"Siapa gadis itu, aku baru pertama melihat seseorang dengan energi dingin yang begitu luar biasa selain putri giok Es, Ao Lan." Ucap Elonel penuh kekaguman.
"Gadis itu bernama Sania Avya, dari klan harimau merah." Jawab seorang guru.
"Avya kah.... Apa dia memiliki hubungan dengan Rezar." Elonel penasaran.
"Itu benar tuan Elonel. Aku sudah mencari informasi tentang Sania Avya, dan dia adalah saudara dari Rezar Avya yang berhubungan darah."
Tawa Elonel keras .... "Sungguh menarik, dia memiliki kekuatan yang tidak biasa, pastikan Sania itu masuk ke akademi pedang suci, aku ingin melihat bagaimana Sania itu di masa depan nanti."
"Baik tuan grandmaster."
Elonel memperhatikan lebih jauh tentang sosok Sania, tentu soal bakat tidak perlu lagi di pertanyakan, semua orang sudah melihat, jika dia memiliki kekuatan domain di usia yang masih sangat muda, kekuatan beku dari energi dingin yang langka dan juga teknik berpedang luar biasa.
__ADS_1
Bahkan ketika mereka semua menganggap bahwa Joua dari keluarga cabang klan Gong memiliki bakat di atas rata-rata, ternyata sosok Sania masih mampu mengalahkannya.
Hingga setelah dipastikan Sania berhasil mendapatkan tanda di binatang iblis untuk memasuki akademi pedang suci, kini guru besar Elonel segera beranjak pergi meninggalkan ruang pertemuan.
Tentu semua orang tahu bahwa sosok guru besar Elonel, atau sang pendekar pedang naga yang menjaga benua selatan adalah salah satu ahli beladiri terkuat.
Dibalik penampilan layaknya lelaki muda berusia dua puluh tahun, dia sudah hidup ratusan tahun, ikut berkontribusi pula dalam peperangan melawan ras iblis di benua langit hitam.
Tidak perlu ragu soal kekuatan, teknik berpedang dan segala hal yang berhubungan langsung dengan keahlian beladiri.
Semua orang menghormatinya, dia berjalan tegas penuh wibawa, tersenyum ramah saat murid-murid akademi menyapa.
Namun dibalik semua itu, Elonel menyimpan suatu rahasia besar yang tidak banyak diketahui oleh orang lain.
Bahwasanya, usia pendekar pedang naga, Elonel tidak lama lagi, dia memiliki luka di tubuh, saat bertarung melawan salah satu iblis yang dibangkitkan oleh sekte tanah neraka.
Setelah memasuki ruang istirahat yang menjadi kamar pribadi guru besar Elonel, langkah kakinya lemas seketika, keras batuk hingga mengeluarkan darah segar dari mulut, keseimbangan tubuh pun goyah dan jatuh di lantai.
Tiba-tiba saja sebilah pedang muncul dan mengeluarkan cahaya terang berwarna merah terang. Wujud pedang berubah menjadi seorang wanita cantik berambut merah.
Dia segera membantu guru besar Elonel untuk bangkit, membawanya naik keatas ranjang dan memberi bantuan serupa energi tenaga dalam agar kondisi Elonel sedikit lebih baik.
Perlahan mata Elonel terbuka, ada senyum terlintas ketika dia memandangi sosok wanita yang ada di sampingnya itu..."Terimakasih kasih Mellzard, aku senang, kau masih mau menemani ku."
"Itu sudah menjadi perjanjian kita, aku akan selalu ada bersama mu sampai nanti kau mati, Elonel." Jawab Mellzard.
Tawa Elonel terasa getir dan menyakitkan..."Aku rasa itu tidak lama lagi."
"Jangan terlalu di pikirkan, kau beristirahat lah, kau harus berkonsentrasi agar aliran energi tenaga dalam bisa menutupi kerusakan di tubuh mu."
"Aku tahu itu."
__ADS_1
Organ dalam Elonel telah hancur dan tidak bisa beregenerasi oleh efek kekuatan iblis yang memang sangat berbahaya.
Dia pun sadar bahwa usianya tidak akan bertahan lama, tapi sampai nanti kematian akan datang, Elonel harus mencari seseorang untuk mewarisi kekuatan pedang nada dan status penjaga benua angin biru.