The Screat Of Bracelet

The Screat Of Bracelet
Episode 1 Kepergian sosok seorang Ayah


__ADS_3

Sudah dua bulan kepergian Ayah dari hidupku.Ayah menginginkanku untuk terus menekuni usaha turun menurunnya yaitu toko roti.Toko inilah sebagai sumber kehidupan kami.Toko yang dirintis sudah hampir 60 tahun ini menjadikan roti buatan keluarga kami menjadi salah satu panganan legendaris di kota ini.Sudah dua bulan juga toko ini tidak beroperasi


Kepergian ayah yang mendadak benar benar membuatku kehilangan semangat hidup.Sosok teladan yang kukagumi telah pergi meninggalkanku selamanya.Aku benar benar merindukanmu ayah.


"Sky,apakah ibu boleh masuk."ucap ibu Sky seraya mengetuk pintu kamar


"Iya bu sebentar."ucap Sky seraya membuka kamar


"Sky,gimana kabarmu nak,tabungan ayahmu sudah menipis,kau adalah anak laki laki ibu satu satu nya,saat ini kami hanya bergantung kepadamu,tolonglah Sky ,urus kembali toko roti ayahmu."ucap ibu Sky seraya mengatupkan kedua tangannya


"Sudahlah bu,pekerjakan orang saja untuk memgurus toko roti."ucap Sky kesal seraya menutup pintu


"Tunggu Sky,mau sampai kapan kau begini terus,kau harapan ibu satu satunya,tidak semudah itu kita memperkerjakan orang untuk mengurusi toko roti,bukan kau saja yang merasakan kehilangan ayah,ibu sebagai istrinya jauh kehilangan oleh suami yang disayangi,tapi ibu harus bangkit,demi melanjutkan kehidupan,ingat Sky,kau masih punya lima saudara perempuan yang harus kau tanggung jawabi."ucap ibu Sky seraya menghapus air matanya yang menetes di pipi


"Itu bukan urusanku bu,lagian ibu tidak tahu apa yang kurasakan saat ini."ucap Sky seraya mengunci pintu kamarnya


"Sky,kau benar benar keterlaluan,mau sampai kapan kau begini terus."teriak ibu Sky dibalik pintu


"Sudahlah bu,biarkan saja kak Sky,seolah olah macam dia saja yang kehilangan ayah,tenang bu,kita bisa buka toko rotinya bersama sama,anak ibu tidak hanya kak Sky,masih ada anak ibu yang lainnya."ucap Riana anak kedua seraya memeluk ibu nya yang tengah menangis


"Ibu tidak apa apa Riana,Ibu hanya memcoba bicara kepada kakakmu tapi yang ibu harapkan tidak terjadi."ucap ibu seraya meninggalkan kamar Sky


Riana adalah anak kedua yang berusia 17 tahun,seorang gadis yang penurut dan telaten dalam mengurusi pekerjaan rumahnya,sosok keibuan yang tampak pada dirinya memudahkan dirinya untuk mengurusi keempat adik perempuannya.

__ADS_1


Ruby yang berumur 13 tahun sangat pandai melukis,hampir setiap perlombaan yang dilakasanakan di sekolah ataupun diluar sekolah berhasil dia juarai,piagam dan piala berjejer di lemari kaca.


Lain hal nya dengan Rayya anak keempat yang berumur 9 tahun.Hobinya adalah berkebun.Hampir semua tanaman yang berada di pekarangan rumah,Rayya yang menanamnya dari sayur sayuran hingga buah buahan.Hobinya sama dengan ibunya.


Belum lagi Rara anak kelima yang berusia 5 tahun,sifatnya yang manja,imut ,periang dan sedikit cerewet semakin menambah keceriaan di dalam keluarga.Hobinya suka membantu semua pekerjaan kakak kakak nya walaupun yang dia lakukan malah justru semakin menambah pekerjaan.


Yang terakhir Rosa anak keenam yang berumur masih 1 tahun,walaupun dia masih bayi tapi sungguh anaknya sangat baik dan menggemaskan.


"Ibu,ayah kapan pulang,kenapa ayah tidak pulang pulang,apa ayah sudah bosan membuat roti?"tanya Rara dengan rambutnya yang kepang dua,seraya membelai belai kepala Rosa yang sedang tidur di pangkuan ibu


"Rara,anak ibu yang imut dan lucu ini,saat ini ayah sedang berada di tempat yang jauh,suatu saat kita akan berkumpul kembali dengan ayah.Ibu juga tidak tahu kapan ayah akan pulang,jika Rara ingin bertemu dengan ayah,Rara bisa kok lihat foto ayah yang ada di dinding."ucap Ibu mencoba menahan air matanya seraya menunjuk ke arah dinding yang terpajang foto ayahnya


"Jika ayah pergi ke tempat yang jauh bisa jadi ayah akan lama pulangnya kan bu?"tanya Rara kembali dengan polosnya


"Iya bu,Rara akan selalu melihat foto ayah dan memohon agar ayah cepat pulang,ibu sepertinya kita harus letakkan Rosa ke tempat tidur kasian ibu yang terus menggendong Rosa."ucap Rosa seraya merapikan tempat tidur


"Baikalah sayang ,terima kasih sudah membantu ibu."ucap ibu seraya meletakkan Rosa di tempat tidur


Sky masih mengurung diri di kamar,sumpah demi apapun Sky benar benar tidak perduli dengan nasib ibu dan kelima adik perempuannya.Harapan untuk hidup hanya tinggal berapa persen.Suasana kamar yang tidak teratur,barang barang yang berserakan,serta sisa sisa makanan dimana mana menjadi kamar yang dihuni begitu pengap dan bau.


"Arloji ayah,ayah sempat memintaku untuk mengantarkan arlojinya yang rusak di toko barang antik untuk diperbaiki.Ya aku harus kesana untuk mengambilnya siapa tahu sudah diperbaiki."ucap Sky seraya bersiap siap menuju toko barang antik


Tanpa pamitan Sky pun langsung meluncur kesana,pada saat di depan pagar tiba tiba Sky bertemu dengan Hana,gadis yang dia sukai sejak SMA yang sampai sekarang Sky tidak berani mengungkapkan perasaanya.Hana adalah tetangga baik Sky.Semasa sekolah Sky dan Hana selalu berangkat dan pulang sekolah bersama.Kebersamaan itu telah menumbuhkan benih benih cinta di hati Sky.Sky takut dan ragu kalau cintanya akan ditolak Hana,karena Sky merasa kalau Hana tidak punya perasaan yang lebih kepada Sky dan hanya sebatas teman.

__ADS_1


"Sky,bagaimana kabarmu,apa kau baik baik saja Sky?"tegur Hana kepada Sky dengan saling menatap


Tapi sayang ,Sky yang ditegur oleh Hana tidak merespon apapun dan terkesan diabaikan.Sikap Sky yang berubah telah membuat hati Hana sedikit kecewa tapi Hana tepiskan dan berfikir positif saja bisa jadi Sky lagi ada masalah


"Sky,kau kenapa?jika kau ada masalah kau bisa berbagi denganku Sky?"ucap Hana yang mencoba untuk memberikan perhatian


Tapi lagi lagi sikap Sky semakin dingin dan pergi meninggalkan Hana tanpa sepatah kata pun


"Sky...Sky..kau mau kemana?"teriak Hana yang masih berdiri dipagar rumah seraya memandangi punggung Sky sampai tak terlihat lagi


"Sungguh ini tak biasa,Sky yang kukenal selama ini tidak seperti ini,kau sudah berubah Sky,aku faham kau seperti ini semenjak kepergian ayahmu,tapi tolong jangan abaikan aku seperti ini Sky,aku rindu Sky yang dulu penuh perhatian,lembut dan begitu hangat bila di dekat denganmu Sky,sekarang kau begitu dingin ditambah sorot matamu yang tidak ramah."gumam Hana seraya berjalan masuk ke dalam pagar


"Ibu,kak Sky dimana?aku mencari di kamarnya tidak ada."ucap Ruby


"Ntahlah Ruby,ibu tidak tahu dimana kak Sky,tadi kakakmu tidak ada pamit kalau dia mau pergi."ucap ibu seraya memaatikan ke kamar Sky.Terlihat kamar nya sangat berantakan


"Aku sudah mencarinya di setiap ruangan bu tapi kak Sky tidak ada."ucap Rayya yang ikut membantu


"Ya sudah tidak apa apa,ibu yakin kakakmu pasti pulang,sekarang panggilkan kak Riana untuk membersihkan kamar kak Sky."ucap ibu seraya membuka tirai jendela kamar Sky


"Baik bu."ucap Rayya dan Ruby


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2