
"Hana tenyata kau keren juga."gumam Sky yang melihat Haju sedari tadi seraya berjalan menyusuri hutan yang merupakan jalan pintas menuju gudang pembuat pedang
Sepanjang jalan Sky masih bingung harus berkata apa kepada paman pembuat pedang,syukurnya Haju menggambar sebuah pedang,akan sangat mudah untuk kujelaskan pedang seperti apa yang kuinginkan
Tidak terlalu lama ,mereka pun sudah sampai di gudang pembuat pedang.Mereka kaget karena tempat yang sebelumnya mereka datangi baik baik saja,kini berantakan,bahkan terdengar suara dari dalam gudang meminta tolong
"Paman."ucap panglima Wu seraya berlari dan memasuki gudang.Tampaklah paman yang tengah sekarat
"Tolong aku.."ucap paman seraya melambaikan tangannya
"Siapa yang berani berbuat seperti ini,katakan padaku?"ucap panglima Sky dengan tegas dan penuh amarah karena kondisi paman pembuat pedang mengingatkan Sky kepada ayahnya yang meninggal
Banyak darah yang mengalir ,panglima Wu pun segera mengangkat paman dan memindahkannya ke tempat yang lebih nyaman
"Ada banyak pasukan yang tiba tiba datang menyerang,saat itu aku tidak ada persiapan,mereka langsung menebasku,bahkan mereka mengambil semua pedang yang telah ku buat."ucap paman dengan nafas yang tersengal sengal
"Kapan kejadian ini paman?"tanya panglima Wu kembali
"Tidak lama kalian pergi dari sini,ada yang ingin kukatakan padamu anak muda,aku yakin kau bisa menggunakan pedang buatanku dengan baik untuk membunuh pasukan musuh kerajaan kita."ucap paman seraya menunjuk tempat persembunyian pedang yang ada di balik tirai seraya menahan rasa sakit yang ada di bagian lengannya
"Sebaiknya aku saja yang mengambilnya kak,kakak pegang saja dulu paman itu."ucap Haju seraya melangkah menuju tempat pedang itu disimpan
"Baiklah Haju,ambillah pedang itu dan berikan kepadaku."ucap panglima Wu seraya memegang lengan paman agar tidak mengeluarkan banyak darah
"Ini dia pedangnya."ucap Haju seraya mengambil pedang tersebut tapi apa daya Haju tidak sanggup mengangkat pedang itu karena berat sekali
"Auw,kak Wu,pedang ini berat sekali."ucap Haju yang dengan susahbpayah mengangkat pedang tapi tetap saja tidak bisa
"Aku akan membantumu Haju."ucap A tse
"Kenapa tidak dari tadi sih,dasar pincang,ayo cepat kemari."ucap Haju yang sudah tidak tahan menahan pedang itu agar tidak jatuh mengenai tubuhnya
"Biar aku saja yang mengangkatnya."ucap A tse dengan pedenya tapi yang terjadi bukannya busa terangkat malah justru pedang itu jatuh dab menimpa tubuhnya
__ADS_1
"Auw,aduh tolong aku Haju."ucap A tse yang menahan rasa sakitnya karena tertindih pedang yang begitu berat
"Biaran saja,sudah tahu berat masih saja mau mengangkatnya sendiri."ucap Haju yang meninggalkan A tse dan berjalan menghampiri kakaknya
"Kalian ini benar benar tidak bisa diandalkan."ucap panglima Wu
"Maaf kak,sebaiknya aku saja yang memegang paman ini."ucap Haju yang mencoba tukar posisiya menggantika panglima Wu
"Panglima Wu cepatlah angkat pedang ini,aku sudah tidak tahan lagi."ucap A tse
"Baiklah paman."ucap panglima Wu seraya mengambil pedang yang berada di atas tubuh A tse
Saat panglima Wu mengangkat pedang tersebut,semua mata yang melihatnya tercengang karena begitu mudahnya panglima Wu mengangkat pedang itu seperti menangkat setangkai bunga mawar
"Apa ini yang kalian katakan berat,sebaiknya jangan bercanda di saat genting seperti ini."ucap panglima Wu seraya memainkan pedang tersebut ke segala arah
"Kami tidak bercanda."ucap Haju dan A tse dengan serentak
Panglima yang melihat meninggalnya paman di depan matanya semakin mengingatkannya pada ayahnya yang telah meniggal di depan matanya juga
"Pamaaaaan."teriak panglima seraya menghampirinya
"Kakak,paman ini sudah meninggal,sebaiknya kita segera memakamkannya."ucap Haju
"Baiklah,ayo paman A tse ,kita makamkan paman ini,setelah itu kita akan pergi ke istana,untuk melihat apa yang terjadi disana."ucap panglima seraya mengangkat tubuh paman pembuat pedang
"Baiklah panglima,aku akan segera menggali kuburnya."ucap A tse
Hari semakin gelap,kami pun segera memakamkan paman pembuat pedang.Setelah selesai,kami pun melewati hutan agar sampai dengan cepat menuju istana.Saat kami sampai di gerbang terlihat banyak pasukan musuh yang sudah mengepung istana,ternyata gerak musuh lebih cepat diluar dugaan panglima Wu,agar keberadaan mereka tidak diketahui akhirnya mereka sementara bersembunyi di balik pepohonan sampai situasinya sedikit aman
Tiba tiba,keluarlah dari gerbang seseorang sangat dikenal oleh panglima Wu yang tangan diikat oleh tali
"Ibu."gumam panglima Wu saat melihat orang yang diikat oleh tali itu seperti ibunya
__ADS_1
"Yang Mulia Ratu ditawan,apa yang terjadi kenapa istana begitu mudah dimasuki pasukan musuh."ucap Haju dengan suara yang pelan
"Apa Yang Mulia Ratu,level ini ibuku menjadi Yang Mulia Ratu,wow sejak kapan ibuku menikah dengan Raja yang begitu arogan."gumam panglima Wu seraya berjalan pelan pelan mendekati pohon yang ada di depannya agar mudah baginya untuk melihat lebih dekat
"Panglima Wu hati hati,pasukan musuh lebih banyak jumlahnya,jika ketahuan kita bisa mati."ucap A tse dengan suara yang pelan.Panglima yang mendengar hanya menunduk
Sekiranya sedikit aman,panglima Wu memanggil Haju dan A tse untuk mendekat.Tidak menunggu waktu yang lama segeranya Haju dan A tse menghampiri panglima Wu
"Disini lebih jelas,kak apakah kau mengenal salah satu pasukan musuh itu?"tanya Haju dengan berbisik
"Aku saja baru kali ini melihat."gumam panglima
"Aku belum pernah melihat mereka sama sekali,tapi aku sering melihat adegan seperti ini di film film."ucap panglima dengan santai yang lupa kalau dia berada di era Kekaisaran yang belum mengenal tentang film
"Film,maksud kakak apa itu film?"tanya Haju kembali dengan wajah yang penuh tanya
"Oh itu nanti aku jelaskan."ucap panglima yang masih serius memperhatikan pasukan musuh
"Panglima,bagaimana dengam kondisi Raja,kenapa Yang Mulia tidak terlihat?"tanya A tse yang sangat penasaran dengan keberadaan Yang Mulia Raja
"Kau tanya padaku,terus aku tanya sama siapa,ya jelaslah aku tidak tahu dimana keberadaan Raja."jawab panglima yang masih memantau apa yang dilakukan paaukan musuh
Hari semakin larut,saatnya hewan hewan buas beraksi,ular yang berukuran besar yang tiba tiba berjalan melewati kaki Haju yang sedari tadi fokus melihat pasukan musuh
"Apa ini,kok dingin dingin,gerak gerak lagi."ucap Haju seraya melihat ke arah bawah kakinya
"Kakak,ada ular di kakiku."teriak Haju
Teriakkan Haju telah membuat pasukan musuh melihat keberadaan mereka
"Siapa disana."tanya salah satu pasukan musuh seraya menghampiri keberadaan panglima Wu,Haju dan A tse
Bersambung
__ADS_1