
"Kita hampir sampai panglima Wu."ucap A tse seraya mempercepat langkahnya
"Iya paman."
Sampailah panglima berada di sebuah rumah yang sangat sederhana,terdengar suara pukulan yang kuat bersahut sahutan.Ya itu adalah suara pukulan yang memukul besi sampai menjadi sebuah pedang
"Permisi..permisi."ucap A tse
"Ya ada yang bisa saya bantu."ucap paman pembuat pedang seraya memegang sebuah pemukul besi
Sky yang melihat wajah paman pembuat pedang yang mirip sekali dengan wajah ayahnya langsung membuat Sky ingin memeluknya tapi niat nya diurungkan tatkala,Sky melihat alat pemukul yang. lumayan besar berada di tanganya
"Kami ingin memesan sebuah pedang ."ucap A tse
"Pedang seperti apa yang ingin kalian pesan?"tanya paman pembuat pedang
"Panglima Wu,ayo jawab,pedang seperti apa yang kau inginkan?"tanya A tse kepada panglima Wu yang sampai membuatnya sadar dari lamunannya
"Aku ingin membuat pedang seribu nyawa."ucap panglima Wu dengan spontan karena tidak tahu harus menjawab pedang yang seperti apa
Paman pembuat pedang langsung tertawa terpingkal pingkal mendengar jawaban dari panglima Wu
"Sepertinya kalian salah orang,karena aku tidak membuat pedang seperti itu,permisi."ucap paman pembuat pedang seraya masuk ke dalam sebuah gudang untuk melanjutkan pekerjaanya yang terhenti
"Tunggu,aku mohon buatlah pedang untukku dan aku butuh pedang itu secepatnya."ucap panglima Wu seraya masuk ke dalam gudang
"Lancang sekali kau masuk ke tempat kerjaku,sekarang keluarlah,apa kau tidak lihat aku sedang apa,jangan mwnghabiskan waktuku,sekarang pergilah sana."ucap paman pembuat pedang dengan suara yang keras
Panglima Wu hanya terdiam,mendengar kata kata paman pembuat pedang.Ucapannya mirip sekali dengan ayah jika beliau sedang sibuk mengurusi pelanggan pelanggannya yang antri membeli roti buatannya.Air mata panglima Wu hampir saja menetes karena mengingat kenangan indah bersama dengan ayahnya
"Sebaiknya kita pergi saja panglima,mungkin suasana hatinya kurang baik."ucap A tse seraya menarik tangan panglima untuk keluar
__ADS_1
"Baikalah paman jika begitu,kita akan datang lagi besok,kalau begitu paman bisakan anatarkan aku pulang."ucap panglima Wu kepada A tse seraya berjalan menuju arah pulang
Sky sengaja meminta A tse untuk menemaninya pulang.Karena sebenarnya Sky juga tidak tahu dimana rumahnya berada.Akhirnya mereka sampai .Terlihat sebuah rumah yang begitu memprihatinkan
"Paman,ini rumah siapa?'tanya panglima Wu dengan polosnya
"Kau sudah lupa ya panglima,tentu saja ini rumahmu,sebaiknya panglima harus istirahat,semenjak keluar dari istana,sikap panglima sangat berbeda,apa jangan jangan panglima juga lupa kalau punya seorang adik perempuan ?"tanya A tse yang sedari tadi heran dengan sikap panglima Wu
"Adik perempuan,tentu saja aku tidak lupa dengan adik perempuan,bahkan aku juga punya 5 saudara perempuan."gumam Sky yang masih terpaku di depan pintu rumah
"Kakak,kau sudah pulang?"ucap seorang gadis yang membukakan pintu untuk kakaknya
Mendengar suara dan keluarnya seorang gadis dari dalam rumah sontak membuat Sky terkejut,karena suara dan wajahnya mirip sekali dengan Hana
"Hana,sejak kapan aku punya adik semanis ini"gumam Sky yang masih menatap wajah Hana yang ceritanya sebagai adik dari panglima Wu
"Kakak,ayo masuk.Aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu."ucap Haju yang merupakan adik dari panglima Wu
"Wah,panglima Wu benar benar berubah,biasanya aku disuruh pergi kalau sudah sampai di depan pintu rumahnya,lumayanlah hari ini aku dapat makan."gumam A tse yang sedari tadi sudah menahan rasa lapar seraya mengusap usap perutnya
"Kakak,kenapa kau suruh si pincang ini masuk dan makan bersama kita,dia ini makan nya banyak kak."ucap Haju seraya menunjuk ke arah A tse
"Sudahlah tidak apa apa,siapkan juga makanan buat paman ini."ucap panglima Wu yang sudah duduk di depan meja makan
"Paman,sejak kapan kakak memanggilnya paman,bukannya kakak selalu kasar dengan si pincang ini,jangan jangan kepala kakak ada yang terbentur."gumam Hana seraya mengambil makanan yang ada di dapur
"Panglima,apakah kau sudah menyiapkan pedang seperti apa yang ingin di buat,bentuknya misal."ucap A tse yang masih menunggu makananya seraya duduk di sebelah panglima
"Emmm,aku .."ucap panglima yang terhenti ketika makanan datang dan di hidangkan di atas meja
"Silahkan dimakan,tadi aku mendengar tentang pedang,gimana kak,apakah kakak sudah tahu pedang seperti apa yang dibuat,tadi aku sempat juga membuat beberapa gambar pedang,selesai makan,aku akan menunjukkan kepada kakak."ucap Haju seraya mengambil lauk untuk kakaknya
__ADS_1
Mereka pun makan dengan begitu tenangnya,setelah selesai Haju pun membersihkan meja makan,selepas itu Haju segera menunjukkan beberapa gambar pedang kepada kakaknya
"Apa gambar pedang ini yang buat kau sendiri?"tanya panglima yang takjub melihat gambar pedang yang begitu bagus seperti nyata
"Tentu saja aku yang membuatnya kak,hei pincang jangan sentuh gambarku."ucap Haju kepada A Tse seraya mengambil gambar yang dipegang A tse
"Wah nona,kau pelit sekali,aku baru saja ingin melihatnya."ucap A tse yang sedari tadi hanya bisa melihat tapi tidak bisa dipegang
"Kalau aku pelit,aku tidak akan memberimu makan."ucap Haju seraya menjulurkan lidahnya
"Sudah berhentilah jangan bertengkar,apakah kalian selalu seperti ini."ucap panglima yang masih melihat lihat gambar pedang.Haju dan paman A tse saling memandang mendengar ucapan panglima yang barusan biasanya, Haju selalu di bela walaupun salah oleh kakaknya dan si pincang langsung diusir dari rumah.Kali ini kebiasaan sebelumny pun tidak terjadi
"Kakak,apakah aku boleh ikut berperang,aku ingin sekali membantumu kak."ucap Haju yang sudah lama ingin diucapkannya
"Perang,kau seorang gadis Haju,bagaiman mungkin kau ikut berperang."ucap A tse
"Biarkan saja,kalau aku berpakaian seperti laki laki pasti orang lain tidak akan tahu,ya kak boleh ya aku ingin ikut denganmu untuk berperang
"Baiklah,jika itu maumu,kau bisa bersiap siap,karena segeranya kita harua kembali ke tempat pembuatan pedang,aku ingin membuat pedang seperti ini karena waktu ku tidak lama."ucap panglima seraya menunjukkan sebuah gambar pedang yang dipilih oleh panglima
"Benarkah kak,aku boleh ikut,wah terima kasih kak,kalau begitu aku akan siap siap dulu,kau dengar itu pincang,kakakku mengijinkanku untuk ikut berperang."ucap Haju seraya pergi ke kamar untuk mengganti pakaian
"Tapi panglima,itu tidak mungkin,kerajaan melarang wanita untuk berperang."ucap A tse
"Biarkan saja dia ikut,karena waktu kita tidak banyak kita harus kembali ke gudang pembuat pedang."ucap panglima
"Aku sudah siap,ayo kita berangkat."ucap Haju yang sydah siap dengan pakaian laki lakinya
Panglima dan A tse hanya bisa melongo melihat Haju yang sudah berubah
__ADS_1
Bersambung