The Screat Of Bracelet

The Screat Of Bracelet
Episode 15 level 2 part 5


__ADS_3

"Kau berisik sekali Gia,tak bisakah kau menunggu sampai besok pagi."ucap john yang bangun dari tidurnya dan duduk bersandar


"Aku gak bisa menunggu sampai besok pagi."ucap Gia seraya menunjang pintu ruangan


"Sudahlah Gia jangan bar bar kali,simpan energimu buat besok pagi,sekarang sebaiknya kau istirahat dan berdoa semoga ayahmu cepat sadar."ucap John yang sudah pusing dengan tingkah Gia


"Diam kau brengsek,jangan sebut sebut tentang ayahku di depanku."ucap Gia seraya menghampiri John


"Aku gak ngerti kok ada orang sepertimu,sebenarnya setan apa yang merasukimu Gia oh Gia."ucap John dengan santai


"Tutup mulutmu John,kau tidak mengerti apapun tentang diriku."ucap Gia yang terduduk di sofa karena lelah


"Baiklah,aku akan tutup mulutku."ucap John seraya merebahkan tubuhnya kembali


Hampir dua jam suasana kamar rawat John begitu hening tidak ada suara apa pun.Gia yang begitu lelah karena amarahnya dan perjuangan membuka pintu kamar yang ternyata gagal hanya bisa diam menunggu pagi.Waktu terasa begitu lambat bagi Gia sampai rasa bosan pun menghampiri.


"John,apa kau sudah tidur?"tanya Gia yang maaih duduk di sofa seraya menatap John yang berbaring membelakanginya


"Emm."


"Beneran kau belum tidur John?"tanya Gia kembali


"Apa ada ingin kau sampaikan Gia?"tanya John kembali seraya membalikkan posisi tubuhnya ke arah Gia


"Sejak kapan kau bekerja dengan paman Mark?"tanya Gia penasaran


"Sejak dua hari yang lalu."jawab John dengan santainya

__ADS_1


"Benarkah,aku tidak percaya."ucap Gia yang belum menerima dengan jawaban John


"Kalau kau tidak percaya ya sudah,aku tidak memaksamu untuk percaya.Sekarang aku tanya padamu,apakah kau tidak merindukan ayahmu terlepas dengan rasa bencimu padanya?"tanya John kembali seraya bangun dan duduk bersandar


"Kurasa tidak."jawab Gia yang membuang wajahnya


"Aku bisa melihat rasa rindumu yang begitu besar pada ayahmu Gia."ucap John dengan senyuman


"Jangan sok tahu."ucap Gia seraya menundukkan wajahnya


"Aku punya ayah yang sangat kucintai,dia adalah sumber inspirasiku,bersamanya terasa begitu nyaman,tapi takdir berkata lain,hingga sekarang aku tak bisa lagi bertemu dengan ayahku.Dia meninggal beberapa bulan yang lalu."ucap John yang masih mengingat kenangan indah bersama ayahnya


"Maaf,aku tidak tahu kalau ayahmu sudah meninggal."ucap Gia seraya menatap wajah John


"Aku mengatakan seperti ini agar kau tidak menyesal Gia,bagaimanapun dia adalah ayahmu yang sangat mencintai putrinya,dia berjuang untuk kehidupanmu,bagaimana bisa kau bisa membalasnya dengan kebencian."ucap John seraya memandang wajah Gia


"Kau tidak tahu John,apa yang sudah ayah lakukan terhadap ibuku,mereka bertengakar,dan dari pertengkaran itu ibuku pingsan dan meninggal."ucap Gia yang mulai sedih mengingat kejadian dua tahun yang lalu


Gia yang mendengar ucapan dari John hanya terdiam dan terpaku.Karena sebenarnya Gia sudah mulai menerima apa yang disampaikan John.Walau bagaimanapun Gia tidak akan selamanya hidup sesuka hati,bahkan dia masih punya keluarga yang menyayanginya


"Gia,apa kau mendengarkanku."ucap John yang hanya memastikan


"Iya John,aku mendengarkanmu,o ya John bagaimana tentang ibumu?"tanya Gia yang memcoba mencairkan suasana


"Ibuku masih ada,aku sedang menuju perjalanan pulang ke rumah karena aku sudah sangat merindukan dengan keluargaku terutama ibuku."jawab John yang mengingat wajah ibunya serta keenam adik perempuannya


"Lalu,kemana saja kau selama ini John,kenapa kau tidak pulang?"tanaya Gia kembali

__ADS_1


"Sudahlah Gia,ceritanya panjang,yang jelas saat ini aku tidak banyak waktu,semuanya tergantung dirimu,semakin cepat kau menyadari tentang kesalahan dirimu maka akan semakin cepat aku pulang."jawab John dengan nada yang tegas


"Tapi kenapa aku pula yang menjadi patokan John?"tanya Gia kembali dengan penasaran


"Aku tidak bisa memaksa Gia,karena yang terjadi padamu adalah masalah perasaan.Cepat atau tidaknya kau menyadari itu tergantung dirimu dan aku hanya menyampaikan yang kuanggap itu benar."ucap John


"Baiklah John,aku mengerti maksudmu,aku juga sudah bosan dengan kehidupanku yang sekarang,bebas dan sesuka hati,mulai sekarang aku akan merubah diriku dan aku tidak akan mengecewakan orang orang yang menyayangiku."ucap Gia yang tersenyum seraya menghampiri John


Tanpa terasa percakapan yang mereka lakukan sampai pagi tiba,tidak lama kemudian pintu kamar pun terbuka,beberapa perawat pun datang untuk memeriksa keadaan John.Selang beberapa saat Mark pun datang menghampiri John dan Gia


"Gia,ayahmu sudah sadar,apa kau ingin melihatnya?"tanya Mark seraya melirik ke arah John.John yang dilirik hanya tersenyum.Senyuman John ditangkap oleh Mark yang menunjukan usaha mereka mengubah Gia berhasil


"Baik paman,aku akan menemui ayah,John aku pergi dulu."ucap Gia yang pergi meninggalkan kamar John


Sesampainya di depan pintu kamar ayahnya Gia,Gia pun menarik nafas nya dalam dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan seraya membuka pintu kamar.Tampak seseorang yang sudah tua berbaring lemah tak berdaya


"Gia,anakku,kau datang nak,kemarilah nak."ucap ayah Gia dengan wajah yang gembira


"Ayah,maafkan Gia yah,Gia sangat merindukan ayah."ucap Gia yang beruaraikan air mata seraya memeluk erat tubuh ayahnya


Bayangkan saja,sudah 2 tahun Gia pergi meninggalkan rumah bahkan selama Gia pergi sedikitpun tidak pernah menemui ayahnya.Hati ayahnya sangat terpukul ketika orang suruhan ayahnya melaporkan tentang kelakuan anak gadis satu satunya diluar sana


Di dalam ruangan John.Tampak Mark yang sibuk bertanya apa yang sudah dilakukan John terhadap Gia sampai Gia mau menemui ayahnya.Karena John begitu lelah,hanya memilih istirahat dan mengabaikan Mark yang sedari tadi bicara terus


Suasana haru pun menyelimuti ruangan Tuan Zang bersama putrinya,rasa senang dan genbira memberikan energi bagi ayahnya Gia dan semangat menjalani hidup bersama putri tercintanya


Tidak ada yang paling berharga di dunia ini kecuali keluarga.Di level ini Sky banyak mendapatkan pelajaran betapa pentingnya sebuah keluarga.Bahkan Sky ingin sekali segera menyelesaikan permainan ini

__ADS_1


Yang terjadi pada Gia sama seperti yang dirasakan Sky juga,ucapan yang disampaikan John pada Gia secara tidak langsung juga menyentuh perasaan Sky


Bersambung


__ADS_2