
Sampailah Sky di sebuah toko barang antik yang berada di tengah tengah kota.Sky mempercepat langkahnya untuk masuk kel dalam toko.Terlihat tidak ada siapa siapa di dalamnya,suasana yang sepi menjadi teman bagi Sky.
Perlahan lahan langkah Sky melewati lorong yang bagian sisinya dipenuhi dengan barang barang antik yang terpajang bahkan Sky menajamkan penglihatannya dengan harapan dapat menemukan sesuatu petunjuk
"Aku harus bagaimana,kemana aku harus mencari keluargaku,aku tidak ingin hidup sendiri seperti ini.Seharusnya aku minta ayahku kembali bukan meminta untuk hidup sendiri."ucap Sky yang mengusap usap mukanya seraya duduk berselonjor diantara rak rak barang antik
Rasa frustasi pun menghampiri Sky,dia terlarut dalam kegelisahan sampai tertidur.Di dalam mimpinya seorang kakek pemilik toko barang antik datang menghampirinya dan mengatakan
"Anak muda,kakek tahu kau pasti akan datang ke toko ini lagi.Kau sudah meminta keinginanmu dan jika kau ingin kembali semuanya seperti di awal.Maka kau harus menyelesaikan sebuah permainan hidup,kau harus menyelesaikan permainan ini samapai ke level 13,jika berhasil kau akan mendapatkan sebuah gelang dalam setiap levelnya.Untuk memulainya kau harus pindahkan gelang itu ke tangan satunya seraya menutup mata.Pastikan setiap level diselesaikan dalam tiga hari,jika lewat kau akan turun tiga level."ucap kakek itu seraya menepuk bahu Sky dan menghilang
Sky yang terasa bahunya ditepuk langsung tersentak dan bangun dari tidurnya."Kakek,kau dimana?"tanya Sky dengan suara yang keras
"Apa maksud dari mimpi itu,jika aku bisa selesaikan permainan ini berarti aku bisa kembali dengan keluargaku,baiklah jika benar seperti itu,akan kulakukan."ucap Sky seraya meninggalkan toko barang antik itu dan pergi menuju rumah
Sepanjang perjalann Sky terus memikirkan tentang ucapan kakek tersebut .Dan sangat jelas diingatan Sky,kata kata kakek itu benar benar terngiang di telinga Sky,sampailah Sky di depan rumahnya
Segeranya Sky mempersiapkan segala hal untuk menyelesaikan permainan demi kembali bersama dengan keluarganya
"Sebenarnya permainan apa yang dimaksud?"tanya Sky yang sedikit ragu serata melepaskan gelang itu dari tangan kirinya dan mencoba untuk memindahkannya ke tangan kananya
Tapi niatnya diurungkan,karena Sky masih ragu,jika nantiakan terjadi yang lebih memyeramkan,tapi saat sekarang ini juga lebih menyeramkan karena hanya ada aku sendiri yang hidup
Sky pun delima seraya memegang gelang tersebut dan mondar mandir.Sesekali dia berusaha untuk menenangkan dirinya dengan menarik nafasnya dalam dalam dan mwmbuangnya dengan perlahan
"Apa pun konsekuensinya,baiklah akan kuhadapi,aku harus menyelesaikan permainan ini."ucap Sky dengan yakin seraya memasukkan gelangnya di tangan kanannya dan memejamkan mata
__ADS_1
Saat Sky membuka matanya sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya bahkan membuatnya terheran heran
"Dimana ini,ada apa denganku,kenapa aku pakai pakaian ini?"tanya Sky dalam hati yang gak tahu harus ngapain karena perubahan itu terjadi begitu cepat dalam hitungan detik
Saat ini Sky berada di masa kekaisaran Yong San,masa perebutan kekuasaan yang berlangsung berabad abad,banyak korban yang berjatuhan ditambah lagi minimnya persenjataan yang membuat raja Yong San kuwalahan dalam menghadapi musuh.Hanya panglima Wu yang bisa diharapkan saat ini.
"Bagaimana apakah kau sudah membuat pedang seribu nyawa kau janjikan itu panglima Wu?"tanya kaisar Yong San kepada panglima Wu dengan nada yang keras
"Apa,pedang,pedang apa yang dimaksud,aku harus mengatakan apa,berarti saat ini aku menjadi panglima Wu yang diucapkan orang yang di depanku ini."gumam Sky yang bingung harus bilang apa karena sungguh Sky tidak tahu apa apa tentang pedang
"Kenapa kau diam saja panglima Wu,apakah kau lupa dengan janjimu,pasukan musuh sudah hampir mendekati wilayah pertahanan kita yang terakhir."ucap kaisar Yong San dengan nada yang lebih keras suaranya seraya bamgkit dari singasananya
Sky yang bingung langsung tersentak dan berkata
"Apa kau bilang,seminggu?berarti kau akan membiarkan musuh kita masuk begitu saja tanpa perlawanan."ucap kaisar yang sudah benar benar marah dengan jawaban dari panglima Wu
"Maaf yang mulia,maksud saya tiga hari."ucap panglima Wu yang sudah ketakutan dengan wajah kaisar yang berubah menjadi bengis
"Bagus,kau harus mwmbuat pedang yang kau janjikan dalam waktu tiga hari,jika kau tidak berhasil menyelesaikannya,nyawamu sebagai penggantinya."ucap kaisar seraya kembali ke singasananya
"Terima kasih yang mulia atas kebaikan hati yang mulia."ucap panglima Wu seraya membungkukkan tubuhnya
"Sekarang kau pergilah."ucap kaisar Yong San seraya menunjuk ke arah pintu keluar
__ADS_1
Sky yang berada di dalam tubuh panglima Wu hanya menurut saja dan pergi keluar.Sampainya Sky diluar tampak kebingungan yang menjadi jadi.
"Aku harus kemana ini,bahkan aku tidak tahu harus ngapain."gumam Sky yang bingung mau kemana
"Panglima Wu,saya sudah menemukan seseorang yang bisa membantu kita membuat pedang yang panglima inginkan."ucap A tse yang merupakan anak buah panglima seraya mempersilahkan panglima Wu untuk berjalan sesuai dengan arahan A tse
Sky yang melihat wajah A tse yang mirip dengan ayahnya Hana hanya bisa. berdiri dan bengong.A tse yang melihat ekspresinya langsung menyadarkan
"Ayo panglima Wu,kenapa diam saja,waktu kita tidak banyak."ucap A tse yang menarik tangan panglima Wu
"Baiklah paman,ayo kita berangkat."ucap panglima Wu seraya melangkahkan kakinya
"Panglima Wu apa yang terjadi denganmu,kenapa kau memanggilku paman,padahal kau selalu memanggilku si pincang?"tanya A tse dengan heran seraya berjalan dengan cepat walaupun kakinya pincang
"Apa,aku harus jawab apa,lagian bagaimana mungkin aku memanggilnya si pincang padahal dia seperti ayahnya Hana,wanita yang kucintai."gumam Sky,yang masih menyusuri jalan dengan cepat
"Panglima Wu,kenapa kau malah diam,apa aku salah bicara."ucap A tse yang masih menunggu jawaban
"Mulai hari ini,aku tidak akan pernah menyebutmu si pincang lagi dan sekarang kau adalah pamanku."ucap panglima Wu dengan suara yang lantang
"Benarkah itu panglima Wu,terima kasih."ucap A tse yang sedikit tidak percaya dengan jawaban panhlima Wu karena merasa ada yang beda dengan panlima Wu
"Apakah tempatnya masih jauh paman?"tanya panglima Wu seraya menepiskan ranting pepohonan dari wajahnya
"Tidak jauh lagi panglima,itu dia rumahnya."jawab A tse seraya menunjuk rumah pembuat pedang
__ADS_1
Sembari berjalan Sky terus berpikir tentang apa yang harus dilakukannya,mengenai pedang,seperti apa yang dimaksud dengan pedang seribu nyawa.Mulailah Sky mwngingat ingat model dan jenis pedang yang ada di film film action kesukaanya
Bersambung