
"Ayah,bagaimana kondisi ayah sekarang?"tanya Gia yang masih memeluk ayahnya
"Ayah sekarang baik baik saja apalagi sudah bertemu dengan putri kesayangan ayah."jawab ayah yang masih memeluk putrinya
"Gia janji ayah,Gia tidak akan mengulanginya lagi,Gia janji akan selalu menjaga ayah,kita akan hidup bersama."ucap Gia yang melepaskan pelukannya seraya duduk di samping ayahnya
"Ayah senang sekali bertemu denganmu Gia,selepas ayah keluar dari rumah sakit,kita akan pergi ke makam ibu ya."ucap ayah yang memegang erat tangan putrinya
"Iya ayah,kita akan mendatangi makam ibu,setelah itu Gia ingin mengajak ayah ke suatu tempat."ucap Gia yang juga memegang erat jemari ayahnya seraya menempelkannya ke pipi
"Kau ingin bawa ayah kemana Gia?"tanya ayah seraya mengusap kepala Gia
"Itu rahasia ayah."ucap Gia seraya tersenyum senyum
"Baiklah,ayah akan ikut kemana pun kau pergi nak,yang penting kau senang."ucap ayah
"Tentu saja ayah."ucap Gia seraya memeluk ayahnya kembali
Di tempat yang berbeda.Mark masih berada di ruangan John,John yang ses
dari tadi istirahat langsung bangun melihat Mark yang tertidur di sofa.Karena kondisi John yang makin membaik,membuatnya tidak berlama lama di rumah sakit,dokter telah memberikan ijin untuknya pulang sore ini
"John apa kau sudah baikan?"tanya Mark yang baru sadar dari tidurnya seraya berdiri dan menghampiri John
"Ya bos,aku sudah baikan,tadi dokter sudah memberikan ijin pulang."jawab John seraya menikmati makanannya
"Ya sudahlah kau lanjut saja makanmu,aku mau menemui Gia dan ayahnya."ucap Mark yang melangkah menuju ke ruangan tuan Zang
"Baik bos,kalau aku bisa kesana,aku akan menyusul."ucap John yang dengan suara keras
Mark pun berjalan menuju ruangan tuan Zang,sepanjang jalan Mark tampak begitu senang,akhirnya Gia keponakaannya bisa berubah dan mau menerima kenyataan
__ADS_1
"Permisi."ucap Mark seraya membuka pintu
"Paman,ayo kemari paman."ucap Gia seraya memberikan tempat duduk yang ada di sebelahnya
"Ya Gia,gimana kabarmu bang?"tanya Mark seraya mendaratkan tubuhnya di kursi yang dipersilahkan Gia
"Aku sudah baikan Mark,kalau diijinkan aku ingin pulang saja,karena aku sudah mulai bosan disini Mark."ucap ayah Gia yang menunjukkan tubuhnya dalam kondisi yang baik baik saja
"Baiklah bang,nanti aku akan tanyakan dokter,apakah abang boleh pulang atau tidak,sekarang bagaimana perasaanmu Gia?tanya Mark seraya menoleh ke arah Gi dan tersenyum
"Seperti yang paman lihat,aku sekarang jauh lebih baik,selepas dari rumah sakit,kami akan ke makam ibu,apa paman mau ikut?"tanya Gia yang dengan senyuman
"Tentu saja paman ikut Gia."jawab Mark
"Aku tidak diajak?"tanya John yang tiba tiba muncul di depan pintu
"Hei John,kau mengagetkan kami,tentu saja kau akan ikut John,itu pun jika kau mau."ucap Gia yang mengembangkan senyumannya
"Tentu saja kau boleh ikut,kemarilah,duduklah disini."ucap Mark seraya mempersilahkan John untuk duduk disampingnya
"Baiklah bos."ucap John seraya mendaratkan tubuhnya di kursi dan melihat ke arah ayahnya Gia,betapa terkejutnya ternyata ayahnya Gia mirip sekali dengan ayahnya Sky
Tentu saja,menjadi kesempatan bagi Sky untuk melepas rindu,ayahnya Sky di level ini menjadi ayahnya Gia,seolah olah rasanya ingin berlama lama di level ini.Tapi itu tidak mungkin karena jika Sky tidak bisa melewati level ini selama 3 hari maka dia akan turun dua level.
"Gia,apa rencanamu setelah ini?"tanya John seraya menoleh ke arah Gia
"Karena kondisi ayah seperti ini,maka sudah saatnya aku yang memimpin perusahaan ini,bersama dengan paman bukan begitu ayah."ucap Gia serya memegang tangan ayahnya
"Tentu saja Gia,kaulah yang akan mengganti dan meneruskan perusahaan ayah,hanya Gia putri satu satunya yang ayah harapkan,kau harus belajar banyak dari paman."ucap ayah Gia yang masih tidak percaya bahwa anaknya mau menjalankan perusahaanya
Suasana yang terjadi menjadi semakin hangat dan penuh dengan senda gurau.Kondisi John dan ayahnya Gia menjadi semakin membaik.Dokter juga sudah memberikan ijin untuk mereka pulang
__ADS_1
Keesokkan harinya John dan Mark sudah bersiap siap menuju pemakaman,sebelum kesana mereka menjemput Gia dan ayahnya terlebih dahulu,dalam perjalanan Sky terus memperhatikan ayahnya Gia.Dan berpikir keras sebenarnya ada apa dengan permainan ini,apakah sesuatu pelajaran dibalik setiap level,Sungguh Sky belum bisa menjawab misteri dibalik permainan ini.
"Kita sudah sampai."ucap Mark seraya memarkikan mobilnya
"Baiklah ,ayo kita turun,sini ayah biar Gia bantu."ucap Gia seraya menyiapkan kursi roda dan John membantu memapah ayahnya Gia
Sampailah mereka di pusaran makam ibunya Gia,tampaklah gambar ibunya Gia di nisan.Melihat gambar ibunya Gia yang mirip dengan ibunya Sky jelas membuat Sky semakin terkejut,perasaan sedih menghampiri Sky andaikan ini benar benar terjadi tentulah Sky belum siap kehilangan ibunya
Setelah dari pemakaman,mereka pun pergi ke tempat yang dijanjikan Gia,yakni sebuah pantai dengan pasir putih dan air yang tampak biru berkilauan
"Gia,inikah tempat yang kau katakan."ucap ayahnya Gia dengan rasa yang senang,karena sudah lama sekali tidak ke pantai bahkan terakhir kalinya saat Gia berusia 7 tahun
"Gimana ayah suka kan,Gia sering kemari,jika Gia merasa sedih,apalagi pantai ini tidak terlalu ramai jadinya membuat Gia merasa nyaman."ucap Gia seraya mendorong ayannya yang berada di kursi roda menuju pinggiran laut agar bisa merasakan hangatnya air laut
"Ya ayah senang sekali Gia,terimakasih ya nak,kau telah membawa ayah kemari."ucap ayah Gia seraya menjatuhkan kakinya ke dalam air dan merasakan hangatnya air laut dan semilirny angin
"Jika abang suka berada disini,kita akan membuat villa di dekat sini,jadi abang bisa melihat laut kapan saja."ucap Mark yang menunjuk tempat yang cocok dibangunnya Villa
"Ha ha ha,kau ini Mark,itu tidak perlu,aku bisa saja kemari jika aku mau."ucap ayahnya Gia yang tertawa karena melihat begitu besar perhatian adiknya Mark
John yang sedari tadi melihat kehangatan sebuah keluarga dari kejauhan seraya merasakan aroma pantai yang begitu segar hanya bisa berharap untuk segeranya berkumpul dengan keluarganya.
Tiba tiba sebuah gelang pun muncul genggaman tangannya,langsunglah Sky melihatnya,dan tersenyum.Karena Sky berhasil melewati level kedua ini
Dengan penuh semangat Sky pun langsung memakai gelang dan memejamkan matanya berharap tidak ada lagi aksi pukul pukulan ataupun perang perangan,walaupun Sky suka tetapi adegan itu sangat menyakitkan
Sky pun membuka matanya dan melihat sekelilingnya
"Dimana ini dan aku sebagai apa?"ucap Sky yang sudah mulai terbiasa dengan permainan ini
Bersambung
__ADS_1