
Joe pun menikmati makanan kesukaannya ditambah lagi dengan seorang ibu yang menemaninya.Memang masakan seorang ibu yang paling enak yang punya cita rasa dunia.Dengan lahap Joe menghabiskan semua makanan tanpa sisa,sampai ibunya heran karena baru sekali ini melihat Joe yang begitu liar memakan makanan ibunya
"Joe apa kau lapar sekali,kalau masih lapar akan ibu masakan lagi."ucap ibu Joe yang hanya makan sedikit saja
"Tidak usah bu,ini saja sudah cukup."ucap Joe seraya mengunyah makanannya
"Ya sudah kalau begitu,selepas makan kau bantu ibu ya Joe di kebun,ada yang memesan tanaman hias."ucap ibu yang sudah selesai dengan makannya dan membersihkan piringnya
"Baik bu."ucap Joe seraya meneguk air minum dan membereskan meja makan
"Biar ibu saja Joe,kau ganti baju saja dulu sana dan istirahat sebentar."ucap ibu yang mengambil piring bekas makan Joe
"Okelah kalau begitu bu."ucap Joe yang meninggalkan ibunya seraya masuk ke dalam kamar
"Inikah kamarnya Joe,benar benar berantakan."ucap Joe seraya merapikan kamar dan membersihkannya serta membuka tirai jendela
"Sebaiknya aku istirahat sebentar,setelah ganti baju,apa ini,ternyata bajunya Joe punya selera yang tinggi."ucap Joe seraya mengganti bajunya dan istirahat
Ibu Joe yang selesai membersihkan dapur,bergegas membangunkan Joe
"Joe,bangun Joe,ayo bantu ibu."ucap ibu seraya mengajak Joe ke halaman belakang
"Iya bu."ucap Joe seraya memgucek ngucek matanya
Ibu Joe adalah pedagang tanaman hias,dari berjual tanaman hias inilah untuk memghidupi dirinya dan Joe.Ayah Joe sudah tiga tahun meninggalkan mereka.Walau pun begitu,ibu Joe tidak pernah mengeluh karena dia punya Joe,anak satu satunya yang merupakan tumpuan harapan
"Joe,tolong kau rapikan tanaman yang disitu ya,ibu mau mengambil beberapa peralatan di gudang."ucap ibu seraya berlalu meninggalkan Joe
Saat ibunya Joe berjalan menuju gudang terdengar suara ketukan pintu.Ibu Joe pun langsung melihat siapa yang datang
"Oh,kaunya Mey,cari Joe ya,ada dibelakang orangnya."ucap ibu seraya menunjuk ke arah belakang
"Iya tante,mau ketemu sama Joe."ucap Mey seraya menyalami tangan ibunya Joe
__ADS_1
"Ya sudah masuk sana."ucap ibu yang pergi menuju gudang
Mey pun langsung ke belakang menghampiri Joe yang sibuk merapikan tanaman
"Hei Joe,sibuk ya."ucap Mey yang tiba tiba muncul sampai membuat Joe terkejut
"Kau sudah datang ya Mey,mengagetkan saja."ucap Joe yang menoleh ke arah Mey
"Sorry Joe,ya sesuai dengan isi suratmu,katanya ada yang ingin kau sampaikan Joe."ucap Mey yang sedari tadi sangat penasaran yang sudah berharap kalau Joe akan menyatakan perasaanya ke Mey
"Oh itu,sebenarnya aku ingin menyampaikan tentang."ucap Joe seraya berdiri mendekati Mey,Mey yang didekati Joe ,jantungnya semakin berdebar debar dan pikirannya pun mulai liar kemana mana
"Waduh jangan jangan Joe mau nembak aku nih."gumam Mey yang wajahnya sudah merah
"Maksudku tentang Alex."ucap Joe yang menatap wajah merahnya Mey
"Apa Alex,huh aku kira hari ini aku bakalan di tembak,ternyata."gumam May yang dengan wajah datarnya
"Oh tentu saja aku dengar Joe,tentang Alex ya."ucap Mey yang berusaha fokus dengan percakapan
"Iya,saat ini aku masih memikirkan tentang Alex,bagaimana ya cara kita agar Alex mau berubah,karena cara pandangnya yang salah menyikapi tentang masalah broken home yang dihadapinya."ucap Joe seraya melanjutkan kembali tugasnya merapikan tanaman
"Aku juga sependapat denganmu Joe,kasian juga sih,ternyata dia tidak mau lulus sekolah karena itu penyebabnya."ucap Mey seraya membantu Joe merapikan tanaman
"Apa kau punya ide May?"tanya Joe seraya melihat ke arah Mey,dan akhirnya mereka pun saling memandang
"Ehem ehem....wualah Mey Mey,kok mau lah berteman sama Joe ini,udah tinggal kelas tiga kali."ucap ibu Joe yang datang tiba tiba dengan membawa peralatan
"Apaan sih bu."ucap Joe yang tersindir malu
__ADS_1
"Gak apa apa kok tante,mudahan kalau aku berteman dengan Joe bisa memberikan dampak yang baik."ucap May yang dengan senyum manisnya
"Ya mudahan saja May,tadi ibu sempat mendengar obrolan kalian dan menyinggung nama Alex ya kan,emang kenapa si Alex?"tanya ibu seraya meletakkan perlengkapannya di dekat tanaman hias
"Gak apa apa kok tante."ucap May yang mencoba menghindar
"Sudahlah kalian gak usah nutupi,ibu tahu semenjak Joe berteman dengan Alex ,Alex selalu memberikan dampak yang negatif,ibu heran kok bisalah anak ibu berteman dengan orang seperti Alex."ucap ibu seraya memindahkan tanah ke dalam vas
"Alex tidak seperti yang ibu kira."ucap Joe yang menciba memberikan gambaran yang baik
"Sudahlah Joe jangan kau bela kawanmu itu,kau ngikuti gaya dia gak akan sampai,memang sih dia tidak tinggal dengan orangtuanya,tapi tiap bulan orangtuanya selalu mengirimi uang,tidak seperti kau Joe,ayahmu tak bertangguang jawab."ucap ibu yang sudah mulai emosi
"Sudahlah bu,sebenarnya,kami membicarakan Alex karena prihatin dengan kondisinya,memang sih orangtuanya selalu mencukupi kebutuhanya tapi satu yang tidak pernah didapatkan Alex semenjak orangtuanya meninggalkannya yaitu kasih sayang dan perhatian."ucap Joe dengan santai seraya membersihkan debu yang melekat di daun daun
Mey dan ibu yang mendengar ucapan Joe barusan hanya saling memandang,gak percaya kalau Joe bisa mengatakan hal seperti itu
"Joe ini beneran dirimu kan nak,ibu gak nyangka ternyata kau bisa memahami kondisi Alex."ucap ibu seraya mencubit pipinya Joe
"Iya betul tante,ucapan Joe seperti orang dewasa saja."ucap Mey seraya mrngacak ngacak rambut Joe
"Apa apaan sih kalian ini,biasa saja kali lagian umurku juga sudah tua,bayangi saja tiga kali aku tinggal kelas."ucap Joe yang malu seraya menundukkan kepalanya
Ibu dan Mey yang melihat Joe seperti itu langsung tertawa dan meledeknya.Suasana sore itu pun begitu hangat.Akhir cerita,Joe tahu solusinya buat Alex
Ibunya Joe sudah menyetujui dengan ide dan solusi dari Joe.May yang melihat semakin dewasanya Joe menambah rasa suka yang mendalam pada Joe
"Akhirnya selesai juga,ternyata kau punya bakat juga ya joe,lihatlah tanaman jias yang kau buat sangat menawan."ucap ibu yang terpesona dengan hasil tanaman hias Joe
"Biasa aja bu."ucap Joe yang tersipu malu malu
"Bagimu biasa tapi bagi ibu ini luar biasa ya kan May,pasti banyak pelanggan ibu yang pesan jika tanaman hiasnya seperti ini."ucap ibu seraya melirik May yang sedari tadi terus memandangi Joe
"Iiya tante,tanaman hiasnya bagus banget."ucap May dengan gugup
__ADS_1
Bersambung