
"Monica apa yang terjadi kenapa kau belum istirahat."ucap Harry seraya menghampiri Monica
"Harry,kau...oh aku tidak bisa tidur."ucap Monica seraya menyeka air matanya
"Kau menangis."ucap Harry memastika
"Oh tidak Harry,aku tidak menangis,tadi itu mataku terkena debu,jadi kelilipan dan berair."ucap Monica bebohong seraya tersenyum tipis
"Dan kau,kenapa belum tidur?"tanya Monica mengalihkan pembicaraan
"Oh tadi aku rencananya mau istirahat karena aku melihat dirimu disini jadinya aku kemari."ucap Harry
"Sebelum kepergian suamiku,aku sempat mengobrol dengan suamiku disini,ntah kenapa saat itu perasaanku selalu gelisah dan sebenarnya aku sudah memintanya untuk jangan pergi,tapi alasannya yang kekeh membuat aku melepaskannya."ucap Monica dengan menutupi kesedihannya dibalik senyumannya
"Bagaimana jika suamimu ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa?"tanya Harry
"Ntahlah Harry,aku sudah lelah dengan harapan yang tidak pasti,walaupun sebenarnya aku belum siap kehilangannya tapi jika itu yang terjadi aku hanya mengkhawatirkan anak anakku saja."ucap Monica yang sudah tidak bisa membendung air matanya
"Nyonya,ada telepon nyonya dari pihak kepolisian."ucap pak Min yang datang dengan nafas yang terengah engah
"Polisi."ucap Monica yang berlari seraya menghapus air matanya
"Halo pak,saya Monica."ucap Monica yang menerima panggilan
"Ya bu,kami dari pihak kepolisian ingin memastikan apakah jenazah yang kami temukan adalah suami ibu,sebab itu bisakah ibu segera datang ke kantor kami."ucap polisi
"Jenazah,suami."gumam Monica yang tangannya sudah gemetaran
"Ba..baik pak saya akan kesana."ucap Monica yang lututnya terasa lemas dan masih berharap bahwa jenazah yang ditemukan itu bukanlah suaminya
"Ada apa Nyonya,apa yang terjadi?"tanya pak Min yang sudah panik
"Monica,tenangkan dirimu,katakan apa yang terjadi?"tanya Harry yang memegang bahu Monica
"Pak Min,tolong kau jaga anak anak,aku mau ke kantor polisi untuk memastikan jenazah yang sudah ditemukan."ucap Monica yang mencoba menenangkan dirinya
"Apakah tuan sudah ditemukan Nyonya."tanya pak Min kembali
__ADS_1
"Aku tidak pasti,Harry ayo kita pergi ke kantor polisi."ucap Monica seraya mengambil mantel dan tas nya
"Ya Monica."ucap Sam yang mengikuti Monica dari belakang
Saat ini Harry yang memegang kemudi,tentu atas petunjuk arah jalan oleh Monica.Tidak memakan waktu yang lama,kami pun akhirnya sampai di kantor polisi
"Permisi pak,saya Monica."ucap Monica yang memperkenalkan diri
"Iya bu,silahkan,ikut kami."ucap polisi mengajak Monica ke satu ruangan
"Baik pak."ucap Monica yang menahan air matanya
Harry yang berada di belakang Monica hanya bisa berharap jika jenazah yang ditemukan ini bukanlah suami Monica
"Silahkan masuk bu."ucap polisi yang mempersilahkan Monica masuk ke ruang jenazah
Tampak satu tubuh yang sudah kaku dengan tubuh yang terlihat gosong dan penuh dengan luka sampai darah yang terlihat berwarna hitam
Monica melihat dari ujung kaki terlebih dulu yang sebenarnya masih belum mengenali karena kondisinya yang cukup parah
Semakin jelas terlihat wajah suami Monica yang hanya Monica sendiri yang mengenalnya,wajah khas dari ayah anak anaknya yang tidak bisa dia lupakan
Walaupun separuh wajahnya sudah terluka parah tapi Monica sangat mengenali wajah suaminya ditambah lagi dengan cincin perak yang tersemat di jari manis suaminya semakin meyakinkan
"Suamiku."ucap Monica dengan suara yang parau seraya menyeka air matanya dengan tangan yang gemetar
"Apa benar ini suami ibu?"tanya polisi memastikan
"Benar pak."ucap Monica yang sudah tak bisa lagi menahan air matanya,tubunya terasa begitu lemas seketika dan akhirnya Monica tak sadarkan diri
"Monica....Monica.."ucap Harry yang berusaha menangkap tubuh Monica yang tak sadarkan diri,segeranya Harry membawa Monica ke ruangan istirahat
"Ini pak,minyak angin,ambillah ,saya yakin ibu ini pasti syok."ucap salah satu polisi
"Baik,terima kasih."ucap Harry seraya membuka tutup minyak angin dan diuapkan sekitaran hidung Monica
Tidak beberapa lama Monica pun sadar dan berusaha untuk bangkit,tapi sayang kaki nya tidak bisa menopang tubunya karena lemas dan Monica pun terjatuh
__ADS_1
Harry yang terus mencoba menenangkan Monica agar tidak terlarut dalam kesedihan justru mengingatkannya tentang kepergian ayahnya dan mulai merasakan seperti apa yang dirasakan oleh ibunya yang kehilangan pendamping hidupnya
"Aku harus melihat suamiku untuk yang terakhir kalinya."ucap Monica yang berusaha untuk bangkit dan dibantu oleh Harry
"Tentu saja Monica,aku akan mengantarkanmu kembali ke ruangan,tapi berjanjilah,kau harus kuat Monica."ucap Harry yang memapah Monica
"Aku tidak tahu Harry,apakah aku bisa sekuat yang kau bayangkan,sedangkan saat ini saja kondisiku begitu lemah."ucap Monica seraya memegang pundak Harry
"Aku yakin kau pasti kuat Monica,kau pasti bisa melewati ini semua,ingat anak anakmu yang selalu menantimu Monica."ucap Harry yang sudah sampai di depan pintu ruang jenazah
"Terima kasih Harry,kau sudah bersedia menemaniku hingga saat ini."ucap Monica yang berupaya untuk bangkit dan tegar
"Kau sudah siap."ucap Harry memastikan
"Ya,aku sudah siap."ucap Monica yang membuka pintu dengan perlahan sedangkan Harry hanya mengikutinya dari belakang
Sampailah Monica menemui tubuh suaminya yang terbujur kaku,wajah itu yang selalu menyapaku dikala pagi,wajah itu yang selalu menghiasiku dikala ku sedih
Kini tubuhnya tak berdaya lagi,hampir sekujur tubuh ,luka bakar menyelimuti tubihnya,ada rasa yang sampai membuat Monica bertahan yakni cinta yang begitu dalam
Dan cinta ini harus segera dialihkan kepada semua anak anaknya yang saat ini membutuhkannya
"Pak,tolong segera uruskan jenazah suamiku,aku ingin segera memakamkannya."ucap Monica uang berusaha untuk tegar walaupun dia berusaha untuk menepiskan air matanya
"Baik bu,kami akan mengurusnya."ucap salah satu polisa yang mulai memindahkan jenazahnya
"Apa kau baik baik saja Monica."tanya Harry seraya menghampiri Monica
"Ya Harry,aku tidak apa apa..Ayo kita pulang sekarang."ucap Monica dengan nada yang cukup tegar seraya keluar dari ruangan jenazah
"Baik Monica,ayo kita pulang karena vanyak yang harus kita persiapkan."ucap Harry yang juga meninggalkan kantor polisi
Sepanjang jalan Monica hanya berpikir tentang anak anaknya karena Monica harus bisa menyampaikan kabar tentang kematian ayah mereka
Harry yang paham betul,apa yang dirasakan oleh Monica hanya bisa menguatkannya lewat kata kata dan motivasi serta memberikan semangat agar Monica bisa melewati ujian ini dengan penuh kesabaran
Bersambung
__ADS_1