
"Kau sudah siap Jhon?"tanya Mark yang sudah bosan menunggu John mengganti pakaian
"Sudah bos,gimana oke kan?"tanya John seraya menunjukkan setelah yang dia pakai
"Kau ini pakai apapun cocok,ya sudah ayo kita berangkat,sudah hampir jam 10."ucap Mark yang meninggalkan toko dan masuk ke dalam mobi
"Oke bos."ucap John seraya mengikuti Mark dan masuk ke dalam mobil
Di level ini,Sky benar benar menjadi bucin untuk bisa menaklukan hati Gia yang keras dan sensitif,semenjak kepergian ibunya ,Gia sangat membenci dengan yang namanya laki laki,bahkan termasuk ayahnya sendiri.Disebabkan selepas pertengkaran ibu dan ayahnya,tiba tiba ibunya Gia jatuh pingsan dan nyawanya tak bisa tertolong.Itulah alasan mengapa Gia seperti ini,padahal dulunya Gia adalah gadis yang feminim dan pendiam
"Kita sudah sampai John,aku akan menurunkanmu disini,satu jam kemudian aku akan menjemputmu,kau mengerti?"ucap Mark seraya memberikan kode agar John segera keluar dari mobilnya
"Ya bos,aku mengerti."ucap John seraya keluar dari mobil
Kini John berada di arena balap,belum ada tanda tanda kemunculan Gia.Arena balap tampak begitu sepi.Tiba tiba dari kejauhan tampak beberapa mobil menghampiri John.Tidak lama kemudian Gia pun turun dari salah satu mobil.
"Kukira kau tidak datang."ucap Gia dengan tampang sinisnya
"Tentu saja aku akan datang nona,karena aku yang membuat janji."ucap John dengan santai
"Kalau begitu,lihat saja sampai kapan kau bertahan dengan janjimu."ucap Gia seraya memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk menyerang John
Beberapa anak buah Gia pun mendekati John dan bersiap siap untuk menghabisi John.John yang tidak ada persiapan apa pun hanya bisa diam dan menahan dari setiap pukulan yang mendarat di tubuhnya
Hampir setengah jam anak buah Gia menghajar John tanpa perlawanan.Terlihatlah John yang jatuh tak berdaya.Melihat ekspresi jatuhnya John mengingatkan Gia pada ibunya.
"Hentikaaaaan."teriak Gia seraya berlari mendekati John
"Hei bung,apa kau mati."ucap Gia seraya mendengarkan detak jantung John
"Uhuk...uhuk."suara batuk John yang mengejutkan Gia
__ADS_1
"Kau,aku kira kau mati."ucap Gia seraya menjauhkan tangannya dari dada John.John pun mengambil kesempatan dengan cepat John pun menangkap tangan Gia
"Kau harus bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan."ucap John seraya meletakkan tangan Gia didadanya dan tak sadarkan diri
Melihat John yang pingsan,membuat Gia menjadi panik.Dan segeranya Gia menyuruh anak buahnya untuk membawa John ke rumah sakit.Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit,Gia sangat gelisah,khawatir terjadi sesuatu yang buruk terhadap John,sesekali Gia mengusap kepala John yang berbaring di pangkuan Gia
Sesampainya di rumah sakit,John langsung dibawa ke UGD,Gia yang sedari tadi mondar mandir di depan pintu UGD hanya bisa berharap tidak terjadi sesuatu apapun dengan John
Tidak beberapa lama,Mark pun sampai di rumah sakit.Terlihat Gia yang masih begitu panik.Gia adalah keponakan Mark.Mark dan ayahnya Gia kakak beradik.Semenjak kepergian ibunya Gia dua tahun yang lalu,Mark selalu berupaya mengubah sikap Gia.Sejak saat itu juga Gia pergi dari rumah dan meninggalkan ayahnya
Sampai sekarang Gia tidak pernah bertemu dengan ayahnya karena rasa bencinya.Segala cara sudah dilakukan Mark untuk membuat Gia kembali pulang ke rumah tapi hasilnya gagal
"Paman,sedang apa kau disini?"tanya Gia karena melihat paman yang tiba tiba menghampiri Gia
"Aku ingin bertemu dengan seseorang yang ada di dalam UGD itu."jawab Mark seraya menunjuk pintu UGD
"Paman kenal dengan orang yang di dalam itu?"tanya Gia kembali
"Jadi dia,anak buah paman,sekarang aku mengerti,ini semua skenario paman kan?"tanya Gia dengan suara yang tinggi
"Awalnya iya,tapi kalau dia masuk ke ruang UGD,itu bukan rencana paman,paman senang kau mau bertanggung jawab atas perbuatanmu Gia,sekarang jawab pertanyaan paman,kenapa Gia membawa John ke rumah sakit?"tanya Mark serya berdiri dan mendekati Gia
"Itu karena....."ucapan Gia terhenti karena tiba tiba pintu ruangan UGD terbuka,pertanda dokter sudah selesai dengan tugasnya
"Bagaimana dengan kondisinya dok?"tanya Mark yang langsung menghampiri dokter
"Keadaan pasien sudah membaik,sekarang akan dipindahkan ke ruang perawatan,permisi."ucap dokter yang berlalu meninggalkan Mark dan Gia
Gia yang mendengar langsung tentang kondisi John merasa lega,karena akhirnya tidak terjadi apa apa terhadap John.Mark pun langsung masuk ke ruangan untuk memastikan keadaan John.Begitu dengan Gia yang mengikuti Mark dari belakang
"John,gimana kondisimu sekarang?"tanya Mark yang berada di samping John
__ADS_1
"Kau lihat Bos,aku baik baik saja."ucap John seraya melirik ke arah Gia,yang dari tadi hanya tertunduk
"Gia,kau tidak bertanya tentang kondisinya John?"tanya Mark dengan suara yang meledek
"Aku sudah tahu paman,jadi untuk apa aku bertanya lagi."ucap Gia seraya membuang mukanya
"Permisi,pasien akan segera dipindahkan ke ruang perawatan."ucap seorang perawat seraya memindahkan John ke ruang perawatan
"Paman,aku pergi dulu."ucap Gia seraya melangkah keluar dari ruangan
"Kau mau kemana Gia?"tanya paman dengan berteriak,tapi yang ditanya pun hanya berlalu
Setelah John dipindahkan di ruang perawatan,tidak lama Mark mendapat kabar bahwa ayahnya Gia masuk ke dalam rumah sakit karena serangan jantung.Kebetulan rumah sakit yang dituju juga sama tempat John dirawat.Tentunya akan memudahkan Mark untuk melihat dengan langsung kondisi abang kandungnya
Tidak beberapa lama,ayahnya Gia pun sampai di rumah sakit,saat ayahnya Gia turun dari ambulance tanpa sengaja Gia berpapasan dengan ayahnya
"Ayah."ucap Gia yang mengurungkan niatnya untuk pergi dari rumah sakit dan kembali memastikan kondisi ayahnya
Ayah Gia pun langsung dibawa di ruang UGD,perasaan Gia hari ini benar benar kalut.Baru saja mendapatkan masalah drngan ulahnya di tambah kondisi ayahnya yang kritis
"Gia,kau masih disini."sapa Mark yang terkejut melihat Gia yang sudah berada di depan ruang UGD
"Iya paman,saat aku keluar tadi,aku lihat ayah turun dari ambulance,sekarang aku ingin tahu bagaimana kabar ayah."ucap Gia yang menahan air matanya
"Tenang saja Gia,paman yakin ayahmu baik baik saja."ucap Mark seraya memeluk Gia
Gia yang dipeluk oleh paman Mark,sudah tidak bisa lagi memendung air matanya,akhirnya Gia pun menangis di pelukan paman Mark
Tak berapa lama pintu UGD pun terbuka,segeranya Gia dan Mark menghampiri dokter untuk bertanya bagaimana kondisi ayaahnya Gia
Bersambung
__ADS_1