The Screat Of Bracelet

The Screat Of Bracelet
Episode 8 level 1 part 3


__ADS_3

Setelah panglima Wu menebas ular yang melilit kaki Haju,kini giliran pasukan musuh yang harus dihadapi oleh panglima Wu,Haju dan A tse


"Bagaimana ini panglima,jumlah mereka begitu banyak,tidak seimbang dengan kekuatan kita."ucap A tse yang sudah mulai gemetaran


"Tenang aja pincang,selama ada kakakku kita pasti aman,kakakku sangatlah hebat."ucap Haju yang memberi semangat


"Hebat apanya,baru kali ini aku menghadapi begitu banyak musuh,biasanya hanya di film film yang ku tonton,sekarang wow aku beneran berada di situasi yang genting."gumam panglima seraya mengambil posisi untuk menghadapi serangan musuh


"Kak,awas kak."ucap Haju ynag melihat kakak nya diserang dari arah belakang


Dengan sigap dan kecepatan ,panglima Wu berhasil menghindar dan dengan kekuatan pedang seribu nyawa,orang yang mencoba menyerang panglima Wu langsung terjatuh dengan sekali tebasan di leher


"Wow,apa ini,gila aku benar benar melakukannya,kalau begitu bersiap siaplah kalian pasukan musuh akan ku buat nyawa kalian melayang."gumam panglima seraya menebaskan pedangnya sekali lagi kepada pasukan musuh yang mencoba menyerangnya dari arah belakang


"Tu kan kakakku benar benar hebat,semangat kak Wu."ucap Haju seraya bersorak memberikan semangat


Panglima yang melihat senyuman Haju yang seperti senyumnya Hana menjadi semakin bertambah kekuatannya


Dalam waktu yang singkat,seluruh pasukan musuh yang berada di istana habis di tebas oleh panglima Wu tanpa tersisa



"Wah kakakku hebat,kakak berhasil menghabisi semua pasukan musuh."ucap Haju yang kegirangan seraya menghampiri kakaknya


Setelah dipastikan keadaan aman,segeranya pangeran Wu melepaskan ikatan Yang Mulia Ratu.Ingin rasanya panglima Wu memeluk Yang Mulia Ratu karena mirip dengan ibunya yang sangat dirindukannya,tapi keinginannya itu diurungkan karena yang dihadapinya ini adalah Yang Mulia Ratu

__ADS_1


"Terima kasih panglima Wu,kau telah menyelamatkanku,tapi tidak kepada suamiku,Yang Mulia Raja telah tewas ditebas oleh pasukan musuh,kami tidak mempersiapkan apapun,pasukan musuh begitu cepat mengepung istana."ucap Yang Mulia Ratu yang terduduk dan bersimpuh seraya meneteskan air matanya


"Yang Mulia Ratu jangan seperti ini,tolong berdirilah,bagaimana nasib kerajaan ini kedepannya,semua tergantung Yang Mulia."ucap Haju yang mencoba membantu membangkitkan Yang Mulia


"Aku tidak tahu harus bagaimana,hanya panglima Wu yang bisa kuharapkan,anakku....anakku ada di dalam tolong selamatkan anakku."ucap Yang Mulia seraya berlari masuk ke dalam istana


Kami yang melihat kepanikan yang Mulia,langsung masuk ke dalam istana mengikuti Yang Mulia.Terdengar sayup sayup suara tangis anak kecil yang memanggil manggil ibunya


"Oh putriku,kau selamat anakku."ucap Yang Mulia seraya memeluk anaknya dan menciumnya


"Mama,aku takut ma."ucap putri kecil yang masih berusia lima tahun seraya mengusap air matanya yang terus mengalir


Panglima yang melihat anak kecil itu langsung terperangah karena wajahnya yang begitu mirip dengan adik kandungnya yaitu Rara yang sama persis seumuran


"Sudah jangan menangis lagi tuan putri,kau sungguh gadis kecil yang manis,paman akan selalu menjaga kerajaan ini dari pasukan musuh,sekarang berikan senyuman manismu kepada paman."ucap panglima Wu seraya memeluk tuan putri karena sesungguhnya Sky sangat merindukan adik perempuannya yang bernama Rara ,rindu akan kebawelannya dan rasa ingin tahunya yang tinggi


"Panglima Wu,apa yang harus kita lakukan setelah ini,karena pasukan musuh tidak akan tinggal diam,mereka akan berupaya untuk membalas dendam."ucap A tse yang begitu khawatir dengan nasib kerajaan ini


"Ya paman,aku juga memikirkan hal yang sama,pasti pasukan musuh akan kembali datang untuk menyerang kerajaan ini,sebaiknya kita segera kebumikan Raja dan membersihkan istana ini,setelah itu kita akan atur strategi untuk melawan pasukan musuh."ucap panglima seraya menyerahkan tuan putri kepada Yang Mulia


"Baiklah panglima,akan saya lakukan."ucap A tse segera membereskan mayat mayat yang berserakan di istana dan menguburnya


Panglima Wu pun ikut membantu A tse,seraya memikirkan strategi apa yang bisa melawan ataupun menghadapi pasukan musuh.Haju yang bertugas membersihkan istana tampak begitu lelah,Yang Mulia sepertinya sudah tidak terlarut dalam kesedihan.Setelah menidurkan tuan putri,Yang Mulia Ratu pergi ke dapur untuk membuat hidangan agar bisa dimakan


Istana yang begitu ramai dengan para pengawal dan pelayan kini sudah tidak ada lagi karena dibantai oleh pasukan musuh uang tiba tiba menyerang.Dan hanya tersisa Yang Mulia Ratu dan tuan putri saja,tidak kebayang apa yang terjafi dengan kerajaan ini kedepannya

__ADS_1


Setelah semuanya beres,mereka pun berkumpul di ruang tengah untuk membahas strategi perang menghadapi pasukan musuh.Tidak lama kemudian Yang Mulia Ratu pun datang dengan membawa berbagai macam hidangan untuk di santap.


"Wah,Yang Mulia Ratu,apakah hidangan ini semua untuk kami makan?"tanya Haju yang sudah tidak sabar untuk menyantap hidangan istana


"Iya ini hidangan ini buat kalian.Makanlah ini,aku hanya bisa membuat hidangan ini,aku harap setelah kalian makan akan dapat menambah energi,silahkan makan panglima Wu."ucap Yang Mulia Ratu seraya mempersilahkan semuanya untuk makan


"Baiklah Yang Mulia Ratu terima kasih atas hidangan ini."ucap panglima seraya menikmati makanan


"Yang Mulia Ratu,kenapa tidak makan?"tanya A tse yang sedari tadi terus memperhatikan Yang Mulia Ratu yang tidak sedikit pun menyentuh makanannya


"Nanti saja,aku akan memakannya ,kalian makanlah."ucap Yang Mulia Ratu yang masih memikirkan nasib kerajaan ini kedepannya


Setelah selesai makan,mereka pun langsung menyusun strategi untuk melindungi kerajaan ini,malam semakin larut,Haju dan A tse sudah begitu lelah,mereka pun tertidur begitu pulasnya,Namun tidak bagi Yang Mulia Ratu,dia masih berada di sebuah menara yang berada di samping istana


Panglima pun menghampiri Yang Mulia Ratu dengan membawa beberapa makanan


"Yang Mulia Ratu,makanlah,dari tadi kau belum menyentuh sedikitpun makananmu."ucap panglima Wu serya menyerahkan makanan


"Aku tidak lapar panglima Wu sebaiknya kau istirahat saja,tinggalkan aku sendiri disini."ucap Yang Mulia Ratu yang masih menatap kondisi rakyatnya dari atas menara


"Jika Yang Mulia tidak makan nanti akan sakit,jika Yang Mulia sakit siapa yang akan mengurusi kerajaan ini dan bagaimana dengan nasib rakyat."ucap panglima Wu dengan suara yang tegas


"Aku tidak lapar,pergilah dari sini,ini perintahku."ucap Yang Mulia Ratu dengan suara yang memerintah


"Maafkan saya Yang Mulia,saya hanya khawatir dengan kesehatan Yang Mulia,bagaimanapun juga ,Yang Mulia adalah ibu bagi kerajaan ini yang juga punya tanggung jawab untuk menjaga rakyatnya."ucap panglima Wu yang berlutut

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2