
"Dokter,bagaimana kabar tuan Zang?"tanya Mark dengan penuh krpanikan
"Tuan Zang sekarang kondisinya sudah stabil tapi belum sadarkan diri,beruntung segera dibawa ke rumah sakit,jika terlambat sedikit saja,kemungkinan nyawa tuan Zang tidak dapat terselamatkan."ucap dokter seraya menepuk bahu Mark
"Terima kasih,dokter,apakah saya boleh menemuinya?"tanya Mark dengan nada memohon
"Tentu saja boleh,tapi hanya sebentar,kalau begitu saya permisi."ucap dokter seraya berlalu dari hadapan Mark dan Gia
"Gia,apakah kau tidak ingin masuk dan melihat kondisi ayahmu?"tanya Mark seraya mempersilahkan Gia untuk masuk ke ruangan
"Tidak usah paman,sebaiknya aku pergi."ucap Gia yang berlalu meninggalkan Mark seraya mengencangkan jacketnya
"Tunggu Gia,apa yang kau lakukan ini salah,kau masih punya ayah yang begitu menyayangimu,jika kau anggap kematian ibumu karena ayahmu itu salah Gia,kau hanya melihat sepenggal kejadian dan percakapan ayah dan ibumu."ucap Mark dengan meyakinkan hati Gia.Gia yang sudah berjalan beberapa langkah tiba tiba menghentikan langkahnya dan berbalik
"Sudahlah paman,kau tidak mengerti perasaanku,bagiku semua laki laki itu sama saja,sama sama menyakiti hati wanita."ucap Gia yang melanjutkan kembali langkahnya
Tapi langkah Gia pun terhenti kembali,saat melihat ada seseorang di depannya dengan begitu banyak perban di kening,tangan dan kepala
"John."ucap Gia
"Apa seperti ini caramu bertanggung jawab atas apa yang sudah kau perbuat padaku,jika kau seperti ini apa bedanya,kalau ternyata semua wanita juga menyakiti hati laki laki.Kau tidak hanya melukai ragaku tapi kau juga melukai perasaanku."ucap John yang semakin mendekati Gia
"Aku sudah membawamu ke rumah sakit,trus sekarang mau mu apa?"ucap Gia dengan nada kesal
"Aku ingin kau juga mengobati perasaanku yang sakit."ucap John yang sudah mendekati Gia yang hanya berjarak sejengkal
"Itu bukan urusanku."ucap Gia yang mundur selangkah dari hadapan John
"Urusan kita belum selesai Gia,sekarang kau antarkan aku ke ruanganku."ucap John seraya memegang tangan Gia
"Baik,tapi lepaskan tanganmu John,aku akan mengantarkanmu ke ruanganmu,puas."ucap Gia dengan kesal dan penuh amarah karena baru kali ini ada orang yang berani memerintahnya
__ADS_1
"Baik."ucap John yang berjalan beriringan dengan Gia
Sampailah mereka di ruangan John,Gia pun mengantarkan John sampai masuk ke dalam ruangan,setelah masuk ruangan.John pun memulai rencananya dengan mengunci pintu ruangan dan kuncinya dibuang ke jendela rumah sakit
"Kau,apa yang kau lakukan kenapa kau mengunci pintunya,hah?"tanya Gia yang sudah mulai panik
"Aku mau kau menemaniku malam ini."ucap John dengan santai seraya merebahkan tubuhnya di tempat tidur
"Kau keterlaluan John,sekarang aku mau keluar,berikan kuncinya."ucap Gia yang mendekati John seraya membuka tangannya agar John memberikan kuncinya
"Kuncinya sudah kubuang di jendela."ucap John seraya melirik ke jendela
"Kau benar benar laki laki brengsek John."ucap Gia seraya memukul John.John yang terkena pukulan dari Gia merasakan sakit
"Kau semakin melukaiku Gia."ucap John yang meringis kesakitan ketika perban yang ada di lengan John mengeluarkan darah
Gia yang melihat menjadi panik dan tidak tega,segeranya Gia memanggil perawat dengan menekan tombol yang ada di belakang tempat tidur,tapi sayang tombolnya tidak berfungsi karena kabelnya sudah diputus oleh John sebagai bagian dari rencananya
Segeranya Gia mengambil ponsel,tapi sayang ponsel Gia pun mati karena kehabisan batre,dan tidak membawa carger.Darah John yang terus mengalir membuat Gia semakin tambah panik,diambilnya beberapa tisu yang ada di nakas dan segeranya Gia menahan dan menutup bagian lengan yang berdarah
"Apa yang bisa kulakukan dengan jumlah anak buahnmu yang banyak selain menahan tubuhku sendiri dari serangan."ucap John yang sudah merasa baikan
"Kikira kau akan membalas serangan dari anak buahku."ucap Gia yang sudah selesai memperbaiki perbannya
"Aku sudah pasti kalah Gia,lebih baik tenagaku dipergunakan untuk menahan rasa sakit."ucap John yang melihat hasil perbanan Gia yang berantakan seraya tersenyum
"Aku sudah melakukan yang terbaik,aku minta maaf John."ucap Gia yang menundukkan wajahnya
"Maaf apa Gia,sudahlah.Sekarang hanya ada kita berdua diruangan ini,aku lapar,suapi aku Gia."ucap John dengan senyum menggodanya
"Apa ,kau benar benar ngelunjak ya John,kau makan sendiri saja."ucap Gia yang kesal karena lagi lagi Gia diperintah terus
__ADS_1
"Kau tidak lihat tubuhku penuh luka bagaimana aku mau makan,sedang tanganku sakit jika digerakkan."ucap John yang mulai memasang wajah memelas
"Iya iya,baiklah."ucap Gia seraya menyuapkan makanan
Sepanjang waktu makan,John masih berpikir untuk memulai pembicaraan dari mana karena melihat Gia yang begitu jutek akan sulit bagi John untuk memulai pembicaraan,melihat Gia yang seperti Hana membuat mata John tak berhenti menatapnya.Gia pun ternyata menyadari tatapan dari John
"Berhentilah menatapku seperti itu John,apa kau mau kucolok matamu."ucap Gia yang menunjukkan garpu yang dipegangnya
"Apa dari dulu kau sudah segalak ini,kalau kau galak seperti ini,mana ada laki laki yang berani mendekatimu."ucap John seraya mengunyah makananya
"Baguslah,memang itu yang kumau,aku ingin semua laki laki benci padaku."ucap Gia yang masih menyuapi John
"Tapi aku tidak merasa benci sedikit pun padamau Gia,walau apa yang sudah kau lakukan padaku."ucap John dengan senyumannya
"Kurasa pukulan yang diberikan oleh anak buahku belum membuatmu kapok ya,apa perlu kutambahi lagi."ucap Gia yang sudah mulai kasar menyuapi John
"Auw,pelan pelan Gia,sepertinya aku sudah kenyang."ucap John yang meminta Gia untuk mengambil air minum
"Minumlah."ucap Gia seraya membantu John minum
"Terima kasih Gia,sekarang aku mau istirahat."ucap John yang mengambil posisi enak untuk berebah seraya memejamkan mata
"John,aku mau keluar,apa kau punya ponsel untuk menghubungi paman Mark."ucap Gia
"Aku tidak punya ponsel,jika kau mau keluar tunggulah sampai besok pagi."ucap John yang masih memejamkan mata
"John,aku serius,aku tidak mau menghabiskan waktukku di dalam ruangan ini,apalagi bersamamu."ucap Gia yang sudah mulai kesal karena menunggu sampai besok pagi
"Aku katakan,tunggulah sampai besok,sekarang kau istirahat saja."ucap John dengan suaranya yang begitu lelah
"Aku tidak mau John,yang kumau keluar dari ruangan ini."ucap Gia yang mencoba menggedor gedor pintu seraya berteriak
__ADS_1
"Terserahmulah."ucap John yang sudah tidak merasa ngantuk lagi karena suara berisik yang menyakitkan telinga
Bersambung