
"Nyonya,ini minuman jahenya."ucap pak Min seraya menyerahkan minuman jahe
"Makasih pak Min."ucap Monica yang kembali mendatangi anak anak nya
"Kau lihat Harry,bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika anak anaknya tahu kondisi papanya."ucap pak Min seraya memperhatikan Monica dari kejauhan
"Berarti anak anak nya juga tidak tahu apa pun tentang kondisi papa nya."ucap Harry yang tidak henti hentinya memandangi kelima anaknya monica yang mirip sekali dengan adik adiknya
"Nyonya berharap besar suaminya bisa selamat tapi itu kemungkinannya kecil dilihat sampai sekarang belum ada kabar kepastian dari suaminya."ucap pak Min
"Aku berharap juga demikian,mudahan saja ada keajaiban,apapun kabar yang didapatkan mudahan itu yang terbaik."ucap Harry
"O ya Harry,aku minta sebaiknya kau tinggallah disini sementara waktu sampai ada kabar yang pasti mengenai suaminya."ucap pak Min
"Baiklah pak,aku akan berada disini untuk sementara waktu."ucap Harry
"Terima kasih,saya akan menunjukkan kamar tamunya,silahkan Harry,karena saya yakin kamu pasti lelah."ucap pak Min seraya menunjukkan sebuah kamar
"Baiklah pak,terima kasih."ucap Harry yang berjalan menuju kamar yang dituju
"Ayo anak anak,kita masuk sudah mau hujan sepertinya."ucap Monica kepada anak anaknya
"Iya ma,ayo kita masuk."ucap gadis kecilnya yang paling bungsu
"Pak Min,malam ini buatkan menu makan malam dengan sup daging ya pak."ucap Monica yang menghampiri pak Min di ruang tengah
"Baiklah Nyonya akan saya siapkan."ucap pak Min yang berlalu meninggalkan Monica menuju dapur
"Tunggu pak,dimana Harry?"tanya Monica
"Tuan Harry sedang istirahat di kamar tamu nyonya."ucap pak Min
"O ya sudah pak Min,kalau begitu aku mau memandikan anak anak,ayo anak anak kita mandi."ucap Monica seraya mengarahkan anaknya menuju kamar mandi
__ADS_1
Harry yang di dalam kamar,hanya bisa merenung dan berpikir apa yang harus dilakukan di level ini,sebenarnya apa yang ingin diselesaikan di level ini
Apalagi waktu yang kupunya hanya tiga hari,mengenai suami monica yang belum ada kabar kepastian apakah dia selamat atau tidak.Bahkan menurut pak Min kemungkinan besar suaminya tidak selamat karena jatuhnya helikopter yang begitu parah
Dan kau Harry sebenarnya siapa dirimu,apakah hanya sebatas teman dengan Monica.Tapi ya sudahlah siapapun dirimu yang pasti aku harus bersikap apa adanya
Tok...Tok...Tok..
"Harry,keluarlah makan malam sudah siap,silahkan berkumpul di ruang makan."ucap pak Min dibalik pintu kamar
"Baik pak,saya akan segera keluar."ucap Harry yang bersiap siap menuju ruang makan
Sesampainya di ruang makan tampak semua penghuni rumah sudah berada di ruang makan.Anak anak Monica yang begitu lucu dan menggemaskan,salah satu diantara mereka menyapa diriku
"Paman,kenapa berdiri saja,ayo silahkan duduk."ucap si bungsu dengan gaya centilnya seraya mengisyaratkan dengan tangannya
"Baiklah nona manis,paman akan duduk disebelah mu."ucap Harry yang tersenyum seraya mengelus kepala si bungsu
"Ayo kita makan,pak Min,kau ikutlah makan bersama kami,silahkan pak Min."ucap Monica yang mempersilahlan pak Min untuk duduk
"Sudahlah pak tidak apa apa,kau sudah kuanggap bagian dari keluarga kecil kami,jadi tolong jangan menolak ya pak Min."ucap Monica seraya mempersilahkan kembali
"Baiklah nyonya."ucap pak Min yang mengambil posisi duduk disebelah Harry
Makan malam hari ini terasa begitu hangat,anak anak yang begitu lahap makannya menjadi suatu pemandangan yang mengingatkan Sky kepada keluarganya,rasanya rindunya pun sedikit terobati karena anak anak Monica yang begitu mirip dengan adik adiknya
"Pak Min,masakan malam ini begitu nikmat,terima kasih ya pak,anak anak juga menyukainya."ucap Monica dengan senyum tipisnya
"Nyonya bisa saja,syukurlah jika nyonya menyukainya."ucap pak Min yang senang mendengar pujian dari Monica
Setelah makan malam,anak anak Monica dibawa ke ruang belajar untuk belajar dan mengerjakan tugas dari sekolah,disinilah Harry ikut berperan membantu tugas sekolah anak anaknya
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh,saatnya anak anak untuk tidur
__ADS_1
"Anak anak apakah tugas sekolah kalian sudah siap?tanya Monica seraya memeriksa apa yang dikerjakan anak anaknya
"Iya ma ,kami sudah siap karena sempat dibantu oleh paman Harry."ucap anaknya yang sulung
"Benarkah,kalau begitu ayo siap siap nak,kita istirahat ya karena hari sudah malam,besok kalian akan sekolah."ucap Monica yang mengarahkan anak anaknya ke masing masing kamar setelah mendapatkan pelukan dan kecupan dari mamanya
"Paman Harry,ayo ke kamarku,aku ingin paman membacakan dongeng buatku."ucap si bungsu seraya menarik tangan Harry untuk masuk ke dalam kamar,Harry yang tidak ada pilihan lain hanya bisa mengikuti keinginan si bungsu
"Baiklah gadis kecil yang manis,paman akan membacakan dongeng untukmu."ucap Harry seraya memilih buku dongeng apa yang mau dibaca
"Paman,aku mau buku dongeng tentang harta karun yang tertinggal."ucap si bungsu dengan menujukkan bukunya yang ada di rak
"Oh yang ini ya,baiklah paman akan bacakan untukmu sayang."ucap Harry yang membuka buku dan mulai membacanya
Dipertengahan cerita ternyata gadis kecil itu sudah tertidur pulas,Harry pun pelan pelan meletakkan kepala si bungsu di bantal.Setelah itu Harry pun keluar dari kamar si bungsu dengan perlahan
"Apakah anak anak sudah tidur?"tanya pak Min yang baru saja membereskan ruang makan
"Sepertinya sudah pak Min,o ya pak ada yang ingin kutanyakan."ucap Harry yang berharap pak Min mau menjawabnya
"Silahkan Harry tanyakan saja."ucap pak Min yang semakin mendekat kepada Harry
"Ini mengenai suami Monica,apakah suaminya menyayangi Monica dan anak anaknya?"tanya Harry penasaran
"Sebenarnya suaminya tidak menyayangi anak dan istrinya."ucap pak Min dengan tersenyum
"Maksudnya pak?"tanya Harry kembali
"Maksudnya suami Nyonya sangat menyayangi istri dan anaknya,begitu juga dengan Nyonya yang begitu menyayangi anak dan suaminya,keluarga mereka penuh dengan kebahagiaan."ucap pak Min yang terlihat sedih karena mengingat kejadian yang menimpa suami Monica
"Terima kasih pak,mulai saat ini aku akan berada di rumah ini untuk sementara,aku berharap bisa memberikan semangat kepada Monica,mudahan saja suaminya selamat dan segera kembali kepada keluarganya."ucap Harry yang penuh harap
"Semoga saja tuan Harry,aku ingin sekali melihat nyonya tersenyum kembali."ucap pak Min yang berlalu meninggalkan Harry karena masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan
__ADS_1
Harry pun berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat,tetapi niatnya pun diurungkan karena Harry mendengar suara isak tangis seseorang yang berada di balkon
Bersambung