
"Ya ampun kak Sky,kamar ini bener bener seperti tempat pembuangan sampah."ucap Riana yang masuk ke kamar seraya membawa sapu dan kain pel
"Ya sudah Riana kau bersihkan kamar kakakmu ini,ibu akan menggantikan kain spreinya dulu."ucap ibu seraya menggantikan kain sprei beserta sarung bantalnya
Tidak beberapa kamar Sky pun sudah terlihat bersih dan rapi pastinya juga harum.Terdengar dari kamar sebelah suara tangisan Rosa.
"Ibu lihat Rosa dulu ya ,selesai ini tolong siapkan makan malam ya Riana."ucap ibu seraya melangkah menghampiri Rosa
"Baik bu,nanti Riana akan siapkan makan malam."ucap Riana seraya keluar dari kamar kak Sky dan menutup pintunya
Di tempat yang berbeda,tampak Sky memasuki toko barang antik.
"Permisi..."ucap Sky yang memastikan apakah ada orang di dalamnya,sampai terdengar suara langkah kaki dibalik rak yang di dalamnya tersusun barang barang antik
"Iya anak muda ada yang bisa kubantu."ucap seorang kakek dengan tongkat yang menyanggah tubuhnya
"Aku pernah memperbaiki arloji disini,apakah arlojinya sudah siap diperbaiki?"ucap Sky seraya menghampiri kakek tersebut
"Arloji.."mencoba mengingat ingat kembali."Ya,arloji kan,tentu saja sudah kuperbaiki,aku bahkan hampir lupa karena arloji ini sudah lama kuperbaiki dan belum diambil oleh pemiliknya.Apakah arloji ini milik mu nak?"tanya kakek seraya menunjukkan arlojinya
"Ya benar ini arlojinya,arloji ini milik ayahku,berapa yang harus kubayar kek?"tanya Sky,seraya mwngeluarkan dompetnya
"Tidak usah anak muda,ambillah arlojinya,seperti arloji itu sangat berharga bagimu."ucap kakek yang terus memperhatikan wajah Sky yang masih terlihat murung
"Tentu saja kek,ini adalah benda berharga kesayangan ayahku."ucap Sky seraya memperhatikan arloji yang dipegangnya
"Sepertinya kau begitu sayang dengan ayahmu."ucap kakak seraya menepuk pundak Sky
"Tentu saja aku sangat menyanyanginya,sebenarnya aku masih belum bisa menerima kepergiannya."ucap Sky yang sudah mulai menunjukkan rasa kesedihannya
"Anak muda hidupmu masih panjang,kau harus berjuang menjalani hidup ini,jika ayahmu tahu kondisimu seperti ini pasti dia tidak akan suka."ucap kakek memberikan pengertian
"Aku benar benar sangat kehilangan ayah."ucap Sky yang masih dengan rasa sedihnya
"Ada yang ingin kuberikan kepadamu anak muda,anggap saja ini sebuah hadiah."ucap kakek seraya menyerahkan sebuah gelang antik kepada Sky
"Gelang?."tanya Sky seraya mengambil gelang dari tangan kakek
"Jika kau beruntung,gelang ini akan membawa dalam sebuah perjalanan hidup."ucap kakek seraya melangkah menjauhi Sky dan menghilang
__ADS_1
Sky yang masih memperhatikan gelang tersebut,tidak sadar akan kepergian kakak tersebut
"Baiklah kek,aku permisi dulu,terima kasih atas hadiahnya."ucap Sky yang terheran karena kakek tersebut tidak telihat lagi
"Kemana perginya si kakek,ya sudahlah sebaiknya aku pulang."ucap Sky seraya meninggalkan toko barang antik
Dikediaman rumah Sky,Riana masih sibuk di dapur menyiapkan makan malam.Ibu yang sedari tadi sudah membereskan keempat anaknya dan siap siap untuk makan malam
"Apakah masakannya sudah siap Riana?"tanya ibu yang menghampiri Riana
"Sudah bu,tinggal menyipakannya saja di meja makan."ucap Riana yang baru selesai membereskan perlengkapan makan
"Kalau begitu ibu saja yang menyiapkan,kau pergilah mandi nak."ucap ibu
"Baik bu,Riana mandi dulu ya."ucap Riana seraya melepaskan celemeknya
Ibu yang sigap segera menmepatkan semua hidangan yang di masak oleh Riana di atas meja makan.Sekiranya sudah siap sema,ibu pun memanggil semua anaknya untuk ke meja makan
"Kenapa kak Sky belum pulang bu,Rara sudah lapar ni."ucap Rara yang mengelus elus perutnya
Tunggulah sebentar ya nak,kak Sky pasti pulang."ucap ibu seraya menatap pintu depan
Kebiasaan keluarga Sky,tidak boleh makan sebelum anggota keluarga berkumpul.Sudah setengah jam keluarganya Sky menunggu,akhirnya Sky pulang juga
"Sky duduklah,ayo kita makan."ucap ibu yang menyiapkan kursi untuknya
"Iya bu."ucap Sky yang langsung duduk dan menyantap makanan yang sudah.dihidangkan di piringnya
"Kau dari mana Sky,kenapa kau tidak pamit?"ucap ibu seraya menyuapi bubur kepada Rosa
"Aku baru mengambil arloji ayah."ucap Sky yang masih mengunyah makanannya
Suasana hening,karena ibu tidak ingin bertanya lagi karena ibu tidak ingin menyinggung tentang ayah khawatir Sky akan semakin sedih.
"Kak,tadi kami membereskan kamarmu."ucap Riana dengan santai memyantap makanannya
"Kamar kakak seperti kapal pecah dan sangat bau."ucap Rayya yang masih mengingat baunya kamar kak Sky
Sky yang punya kamar hanya diam saja mendengar komentar adik adiknya seraya melahap habis makanannya
__ADS_1
"Aku ke kamar dulu."ucap Sky yang beranjak meninggalkan meja makan dan masuk ke dalam kamar
"Bu,sampai kapan kak Sky seperti ini terus,makanan yang kita makan sekarang ini adalah stok terakhir di dalam kulkas."ucap Riana yang sudah selesai dengan makanannya.
"Nanti ibu akan coba bicara dengan kakakmu,agar dia mau meneruskan kembali usaha ayahnya
Malam semakin larut,Sky masih terus memandangi arloji milik ayahnya.Suasana Sky yang semakin hari semakin tidak karuan membuatnya semakin membenci orang orang sekelilingnya
Ketika ibu Sky sudah memastikan anak anak nya yang lain tidur,ibunya mwncoba untuk bicara kepada Sky
"Sky,apakah kau sudah tidur,ada yang ingin ibu sampaikan Sky."ucap ibu dibalik pintu
"Ya bu,bicaralah."ucap Sky seraya membuka pintu
"Sky mau sampai kapan kau begini terus nak,ibu mau kau segera membuka toko roti."ucap ibu Sky dengan nada memohon
"Kalau itu yang ingin ibu bicarakan sebaiknya ibu pergilah."ucap Sky seraya menutup pintu kamarnya
"Tunggu Sky,sekarang jawab ibu,apa yang harus ibu lakukan agar kau mau kembali seperti dulu lagi?"tanya ibu seraya mengusap air matanya yang menetes di pipi
"Aku hanya ingin sendiri bu."ucap Sky
"Baiklah,kau butuh berapa lama untuk menyendiri?"tanya ibu kembali dengan nada yang sudah kesal karena jawaban Sky sekarang
"Ntahlah bu,sebaiknya ibu pergilah."ucap Sky seraya menutup pintu dan menguncinya
"Sky tunggu Sky,buka pintunya,ibu belum siap bicara."ucap ibu dengan berurai air mata
"Apa yang terjadi denganmu nak,jika ayahmu tahu kau seperti ini dia pasti akan marah,Sky,kami sangat membutuhkanmu nak,tolong jangan seperti ini."ucap ibu yang masih menangis,tapi Sky kali ini benar benar telah membuat ibunya terluka
"Ibu,ada apa bu?"tanya Riana yang terbangun karena mendengar isak tangis ibunya
"Kakakmu Sky."ucap ibu yang sudah tidak sanggup lagi untuk bicara
"Bu,sudahlah bu ,biarkan saja dulu kak Sky,sebaiknya kita istirahat aja,ini sudah malam,besok saja kita bicarakan kembali dengan kak Sky."ucap Riana seraya mengantarkan ibunya ke kamar
Masih dengan gelapnya ruangan kamar Sky.Matanya yang tidak bisa terpejam karena masih memikirkan kepergian ayahnya,membuatnya terus memandangi arloji milik ayahnya.
"Gelang itu."ucap Sky seraya mengambil gelangnya yang berada di saku celana dan memakainya.
__ADS_1
"Jika ini gelang keberuntungan,aku hanya ingin sendiri."ucap Sky seraya memejamkan matanya dan tertidur
Bersambung