
Teriakan panglima Wu semakin menggentarkan pasukan musuh.Perintah dari panglima Wu lansung disambut antusias oleh pasukan Wu.Bahkan Haju beserta kaum wanita lainnya siap sedia jika ada yang membutuhkan logistk dan obat obatan.
Begitu juga dengan paman A tse yang siap sedia menunggu perintah dari panglima Wu karena dia berada di posisi barisan benteng terakhir.Semuanya fokus dengan tugasnya masing masing.Bahkan paman A tse memberikan semangat kepada orang orang yang berada di barisannya
Terlihat pasukan musuh yang sedikit demi sedikit mulai berjatuhan.Pasukan Wu yang terluka segera dibawa ke tenda pengobatan.Bahkan masih dalam pengobatan sudah tidak sabar untuk kembali ke medan perang.Semua pasukan Wu begitu semnagat dan berharap bisa mengalahkan pasukan musuh
Panglima Wu tidak henti hentinya menebas satu persatu pasukan musuh dengan sekali tebas tentunya pedang seribu nyawa yang menjadi senjata andalan bagi panglima Wu
"Benar benar seperti di film film yang kutomton serunya kali ini aku yang berperan langsung.Ayah ibu aku pasti bisa mengalahkan pasukan musuh...kyaaaaa."ucap panglima Wu seraya menebaskan pedangnya ke arah musuh ynag tiba tiba muncul dari arah belakang
Sekarang mulailah barisan paman A ste memasuki arena medan perang.Tampak begitu semangatnya paman A tse yang tidak memperdulikan kakinya yang pincang.Panglima Wu yang hampir kehabisan tenaga dengan melihat semangatnya paman A tse seperti mendapatkan energi yang baru.
Sekuat tenaga dikerahkan paman A tse dalam medan pentempuran.Hampir 100 orang musuh habis ditebasnya.Pada saat paman A tse mau menebaskan pedang ke salah tubuh musuh tiba tiba dari arah samping,musuh berhasil menebas tubuh paman A tse secara bertubi tubi.Kondisi paman A tse sungguh memprihatinkan.
Panglima Wu yang melihatnya lansung segera menghampiri paman A tse yang tengah sekarat.Tak berapa lama hembusan nafas panjang yang terakhir paman A tse pun terlihat pertanda nyawa paman A tse yang tak bisa diselamatkan lagi.
"Melihat tewasnya paman A tse,seketika panglima Wu pun bangkit dengan penuh amarah siapa pun yang berani mendekatinya habis di tebas oleh panglima Wu tanpa terkecuali,pertempuran kali ini berhasil dimenangkan oleh pasukan Wu
"Kita berhasil mengalahkan pasukan musuh."teriak sorak semua pasukan Wu dengan begitu gembiranya
Begitu dengan panglima Wu yqng begitu bahagia dengan keberhasilan pasukannya.Tapi dihati kecilnya yang terdalam menyimpan kesedihan atas tewasnya paman A tse.
"Kakak,kita berhasil,kita menang kak."ucap Haju dengan begitu riangnya
__ADS_1
"Kita berhasil mengalahkan musuh Haju."ucap panglima Wu dengan nada yang sedih seraya berlalu meninggalkan Haju
"Kakak ada apa denganmu kenapa kakak kelihatannya begitu sedih,o ya dimana si pincang kak?"tanya Haju seraya mencari cari keberadaan paman A tse
"Dia sudah meninggal,jasadnya sudah dibawa oleh yang lain ke dalam istana."ucap panglima yang berbicara tidak lagi menghadap ke wajah Haju
"Si pincang meniggal,ya ampun sedihnya,maafkan aku paman,karena aku selalu mengataimu si pincang."ucap Haju yang merasa menyesal seraya melihat kondisi paman A tse
Semua pasukan Wu kembali ke istana dengan kemenangan,sekitar 23 orang gugur di medan perang termasuk di dalamnya paman A tse.Setelah seluruh jasad dikuburkan dan tentunya jasad paman A tse yang dibedakan kuburannya dengan ditambahkan sebuah pedang yang tertancap di samping nissannya sebagai bentuk penghormatan
"Paman,maafkan aku,selama ini aku selalu menyebutmu si pincang,aku janji akan selalu mendatangi makammu sebagai bentuk penghormatanku dan rasa bersalahku."ucap Haju seraya menghapus air matanya yang mengalir
Panglima Wu hanya menatap nisan makam paman A tse,melihat makam seperti ini justru srmakin mengingatkannya pada ayahnya.Waktu panglima Wu tidak banyak,dia harus segera menstabilkan kondisi istana dengan terlebih dahulu menemui Yang Mulia Ratu
"Terima kasih panglima Wu berkat jasamu,istana ini meraih kemenangan."ucap Yang Mulia Ratu seraya membungkukkan tubuhnya sebagai bentuk rasa penghormatan
"Tidak apa apa panglima Wu,jika Yang Mulia Raja ada ,dia pasti juga melakukan hal yang sama."ucap Yang Mulia Ratu seraya memberikan penghormatan sekali lagi
"Sudah cukup Yang Mulia Ratu,ini berlebihan."ucap pamlima Wu yang berusaha menghentikan Yang Mulia Ratu
"Aku menyaksikan semuanya dari menara istana ini bagaimana kau memperlakukan rakyat ini sampai mereka memiliki semangat juang yang tinggi bahkan dalam waktu satu malam kau berhasil membuat senjata canggih yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan,maka terimalah salam penghormatanku panglima Wu."ucap Yang Mulia Ratu seraya memberikan salam penghormatan
Rakyat yang melihat bagaiman Yang Mulia Ratu memberikan salam penghormatan,seketika sekuruh rakyat juga mrlakukan tang sama yakni memberikan salam penghormatan
Tampak suasan yang begitu haru menyelimuti istana,berkat kegigihan panglima Wu kini istana menjadi satu satunya kerajaan yang disegani,bahkan panglima Wu juga memberikan bekal ilmu kepada rakyat bagaimana membuat senjata dan membangun strategi di dalam sebuah peperangan
__ADS_1
"Kakak,kau luar biasa,aku bangga memiliki kakak sepertimu."ucap Haju seraya memeluk kakaknya
Disatu sisi Sky merasa dipeluk oleh Hana,disisi yang lain Sky merasakan bahwa kata kata Haju barusan mengingatkannya kepada adik adiknya dulu yang sering memujinya dengan kata kata yang persis diucapkan oleh Haju
Kini kerajaan berada pada posisi yang aman dan sentosa,tidak ada lagi rasa takut di diri diri rakyat karena saat ini mental mereka sudah terlatih menjadi mrntal yang kuat
Di malam terakhir,panglima Wu berada di dalam menara gerbang istana,dia sedang mengamati seluruh rakyat yang ada dibawahnya.Pengalaman hidup yang barusan dialami memiliki begitu banyak pelajaran.
"Apa ini."ucap panglima Wu seraya melihat genggaman tangannya yang dirasanya ada sesuatu yang muncul
"Gelang.Ternyata aku berhasi melewati level satu dari sebuah permainan hidup."ucap panglima Wu seraya memperhatikan gelang yang baru saja muncul dari genggaman tangannya
"Berarti jika aku memakainya,maka aku akan masuk ke level berikutnya."ucap panglima Wu yang sudah tidak sabar ingin segera menyelesaikan permainan ini
Saat panglima mau memasukkan gelang ke tangannya,tiba tiba Haju datang dengan membawa sebuah hadiah berupa sabuk ikat pinggang yang khusus dibuatnya untuk kakaknya.
"Kakak,dari tadi aku mencari kakak,ini buat kakak,aku membuatnya sendiri semiga kakak menyukainya."ucap Haju seraya mwnyerahkan sabuk itu kepada kakaknya
"Terima kasih Haju,aku akan mrmakainya."ucap panglima Wu seraya memakai sabuknya
"Tuh kan kakak terlihat lebih ganteng."ucap Haju seraya memeluk kakaknya
"Jika aku berlama lama disini,bisa bisa aku khilaf,Haju yang begitu mirip dengan Hana yang dicintainya khawatir aku tidak bisa menahan diri."gumam Sky seraya memasukkan gelang ke tanganya dan memejamkan mata
Tidak beberapa kemudian,Sky pun membuka kedua matanya dan melihat disekelilingnya tempat yang berbeda dari sebelumnya
__ADS_1
"Dimana aku?"ucap Sky yang masih dengan kebingungannya
Bersambung