The Sweetest Dream

The Sweetest Dream
Hari Ulang Tahun


__ADS_3

Kini, Selena dan Bryan telah berpacaran selama kurang lebih 8 minggu. Mereka jadian pada tanggal 10 Februari di bawah rooftop sekolah. Lalu, Bryan juga memberikan coklat valentine dan bunga mawar berwarna pink kepada Selena pada tanggal 14 Februari, yakni hari Valentine.


Ditambah lagi, semenjak Selena jatuh sakit karena syok setelah mendengar berita bahwa Jason mencoba untuk bunuh diri, Bryan jadi lebih sering berada di sisi Selena.


Tidak disangka olehnya, Bryan begitu perhatian. Bryan bahkan mencari tahu mengenai kejadian yang menimpa Jason, lalu memberitahu Selena bahwa anak itu ternyata mengidap penyakit mental dan ia sedang menerima pengobatan dan terapi saat ini.


Selena merasa tenang, aman, nyaman, dan bahagia saat bersama dengan Bryan. Begitu pula dengan Bryan. Lelaki itu merasa cocok, puas, nyaman, dan bahagia saat bersama dengan Selena.


Bryan benar-benar ingin selalu bersama dengan Selena. Meski untuk para remaja seusia mereka, memikirkan mengenai hubungan di masa depan itu terlalu cepat dan kurang pasti.


Namun pada saat itu, Bryan merasa yakin dan percaya diri akan perasaannya kepada Selena.


Oleh karena itu, di hari ulang tahun Selena, yakni hari ini, tanggal 9 Maret tahun 2020, Bryan berencana untuk membuat sebuah kejutan menarik untuknya.


Beberapa hari sebelumnya, Bryan telah memikirkan rencananya hingga matang.


Namun, semangat Bryan itu membuat seseorang amat tidak suka dan gusar hatinya.


"Kak Bryan.. kau tunggu saja. Aku pasti akan menjadikanmu milikku."


Hingga saat itu, Bryan masih belum sadar ataupun meminta maaf kepada Carissa atas perbuatan-perbuatannya yang menurut gadis itu telah amat merugikan dan membuatnya kecewa berat.


Pada saat Carissa ingin agar Bryan menerima coklatnya di hari Valentine, dengan alasan apapun coklat itu ditolak oleh Bryan. Kemudian, Bryan selalu menghindari dan mengabaikannya selama lelaki itu berpacaran dengan Selena. Belum lagi, kini Bryan telah girang semenjak beberapa hari lalu, selama menyiapkan kejutan di hari ulang tahun Selena.


Sepulang sekolah..


"Selena!" seru Bryan, memanggil dan berjalan dari kejauhan sekitar 4 meter ke arah Selena.


"Bryan."


Selena tersenyum dan melambai. Kemudian..


"Kyaaa!"


Dalam 1 menit, tiba-tiba Selena telah berada dalam kedua lengan Bryan dan tubuhnya terangkat ke atas.


"Ap--apa yang kau lakukan?" kata Selena gugup, seperti biasanya.


"Apa kau tahu hari ini hari apa?" tanya Bryan sambil menatap wajah gadis yang bersemu merah itu.


"Ha--hari apa memangnya?" kata Selena dengan nada suara gugup dan kacau.


"Hari ulang tahunmu, tahu!" kata Bryan seperti sedikit kesal. Lalu, ia menurunkan tangannya hingga tubuh gadis itu juga ia turunkan.

__ADS_1


Kini, Bryan berdiri menghadap Selena, gadis yang tinggi badannya hanya mencapai sekitar dada Bryan. Tentu saja, sebab Bryan sangat tinggi, tepatnya 186 cm. Sedangkan, Selena adalah gadis dengan tubuh mungil dan tinggi badan rata-rata, yakni 160 cm.


"Kau dimana Selena? Aku tidak dapat melihatmu. Selena? Selenaku yang manis?" goda Bryan sambil berakting.


"Ap--apaan sih!" seru Selena dengan wajah merona.


"Hahaha. Kau ini, imut sekali." Bryan mencubit kedua pipi Selena.


"Aahh, aduh! Apa-apaan sih kamu, Bryan!" gerutu Selena.


Bryan tertawa lagi. Lalu, tiba-tiba ia mengangkat tubuh Selena lagi.


"Hei, lihat tuh. Ada drama percintaan di luar sekolah." kata beberapa siswi yang lewat sambil meringis.


Rupanya memang benar. Selama beberapa saat, Bryan dan Selena telah lupa bahwa mereka masih berada di dekat kompleks sekolah. Akhirnya, dunia berbunga-bunga di sekitar mereka itu kembali normal.


Bryan dan Selena berjalan ke sebuah cafe yang telah di-booking oleh kedua orang tua Selena seminggu sebelumnya untuk merayakan hari ulang tahun gadis itu.


Di sana telah tersedia sebuah panggung, alat musik, beberapa kursi yang tertata rapi, lampu yang bernuansa putih dan merah muda, bunga-bunga mawar berwarna pink kesukaan Selena, balon-balon berwarna kuning muda, serta kue ulang tahun yang setinggi 3 susun dan berwarna soft pink dengan bunga-bunga kemerahan dan dedaunan kecil yang berwarna hijau.


Semua itu sudah cukup membuat Selena terkejut dan senang.


"Wah.. semuanya terlihat cantik sekali." gumam Selena dengan senyuman gembira.


"Bry--Bryan.."


"Selena, apa kau masih suka padaku?" tanya Bryan tiba-tiba.


"Maksudmu? Tentu saja, tentu saja aku suka.." wajah Selena merona lagi.


Bryan tertawa kecil, lalu tiba-tiba..


KISS


".... !!"


Bryan mencium gadis itu. Bibirnya melekat pada bibir mungil Selena.


Sekejap, jantung Selena seperti berhenti berdetak. Ia sudah seperti patung yang sedang berciuman.


"Bry--mmmm!" tiba-tiba ciuman itu memanas.


Bryan menekankan bibirnya lebih lagi dan mulai menyapu lidah Selena. Namun, karena tidak dapat menahan rasa gugupnya yang luar biasa, Selena segera melepaskan bibirnya dari bibir Bryan, dan mendorong pelan tubuh Bryan.

__ADS_1


"Bry.... maaf.." ucap Selena terengah-engah. Ia menundukkan kepala dan tubuhnya sedikit bergetar, sehingga ia menyandarkan tubuhnya sedikit pada tubuh Bryan.


"Selena.. maaf. Aku berlebihan.." kata Bryan.


"Iya.. tidak apa-apa.." ucap Selena. Namun, nafasnya masih terengah-engah dan wajahnya masih merona sehingga sesekali ditutupinya.


"Selena. Aku benar-benar suka padamu. Kau tahu, bukan?" kata Bryan sambil sedikit membungkuk untuk menatap wajah pacarnya.


"Iya... aku tahu.." ucap Selena dengan wajah merona. Ia hanya menatap wajah Bryan sekilas, lalu menutupi bibirnya dengan salah satu kepalan tangan sambil memalingkan wajah.


"Sebenarnya, inilah kejutanku untukmu."


"Kejutan?"


"Iya, aku ingin berciuman denganmu."


DEG


"Namun, aku memutuskan untuk melakukannya sekarang, supaya kau tidak terlalu gugup dan malu. Kau pasti tidak ingin dilihat orang banyak, bukan?" tambah Bryan.


"Ci..ciuman di depan orang banyak?"


Bryan mengangguk. Lalu, ia merogoh sesuatu dari dalam saku celananya.


"Ini, hadiah ulang tahun untukmu, Selena."


Selena menerimanya, lalu ia membuka kotak kecil berwarna biru yang diberikan oleh Bryan kepadanya tersebut.


"Uwaa..." Selena tercengang.


Bryan memberinya sebuah kalung emas berliontin hati kecil yang terlihat sederhana, namun manis dan cocok sekali untuk Selena. Lalu, Bryan mengalungkannya lembut pada leher Selena.


"Bagaimana? Kau suka?" tanya Bryan.


Tanpa berkata-kata, Selena langsung memeluk Bryan. Lelaki itu pun balas memeluk Selena dengan sayang, sambil menciumi wangi rambut Selena.


"Terima kasih, Bryan. Kau baik sekali kepadaku selama ini." kata Selena sambil melepaskan diri dari pelukan itu dengan lembut, lalu menatap Bryan.


"Sama-sama. Kau juga sangat baik dan luar biasa untukku, Selena."


Beberapa jam kemudian, mereka pun telah bersiap dan mulai merayakan pesta ulang tahun Selena yang ke-17. Pesta itu berlangsung selama 4 jam, dengan mengundang sebagian besar anak-anak kelas 2 dan sisanya adalah anak-anak kelas lain.


Hari ini sungguh merupakan hari yang berbahagia bagi Selena. Malam harinya sebelum tidur, Selena memejamkan mata dan memanjatkan doa syukur kepada Tuhan karena telah dikaruniai setahun usia yang baru, orang-orang yang mengasihinya, dan hari-hari depan yang penuh pengharapan.

__ADS_1


__ADS_2