
Tak terasa, hari ini sudah hari Minggu. Selena membelikan buah kesukaan Ben, yakni pisang.
Agar Ben bisa makan buah-buahan dan menjadi sehat, Selena membuatkan jus buah pisang dan stroberi untuk adiknya itu.
"Ini dia, strawberry banana juice ala Selena khusus untuk Ben. Bon appetite." ucap Selena dengan sekilas dan cepat sambil menyerahkan jus buah itu kepada adiknya.
Ben kurang mengerti atau kurang menyimak makna perkataan kakaknya dan hanya meminum jus itu dengan ceria.
"Enak~" gumam Ben sambil bersendawa.
Selena tertawa melihat tingkah adik kecilnya yang mirip seperti seorang paman. Lalu, ia berkata kepada Ben; "Enak ya? Kau menghabiskannya dengan cepat sekali."
"Iya. Kakak juga bisa membuatkannya untuk pacar kakak." kata Ben tiba-tiba.
"Pa--pacar? Maksudmu apa? Hahaha. Pacar.." Selena terlihat kikuk.
"Maksud Ben, teman laki-laki kakak yang waktu itu mengantar kakak pulang dari sekolah." ucap Ben polos.
DEG
Bagaimana anak sekecil ini bisa tahu? batin Selena.
"Ah, orang itu. Dia adalah teman kakak. Dia mengantar kakak karena rumahnya dekat dengan rumah kita."
__ADS_1
Ben menganggukkan kepala. Ia masih terus menjilati gelasnya yang sudah kosong.
"Ben, adikku yang imut. Kau mau lagi?" tanya Selena sambil mencubit ringan pipi Ben yang tembem dengan gemas.
"Tidak usah." jawab Ben, namun ia masih saja menjilati gelas kosongnya itu.
"Hahaha. Ben, minum saja punya kakak." Selena tidak tahan lagi dengan kelakuan memelas Ben, ia begitu gemas sekaligus tidak tega, sehingga ia memberikan jus miliknya.
"Benar-benar boleh, kak?" tanya Ben dengan mata bundarnya yang entah mengapa membesar, hal itu membuat Selena semakin gemas, lalu mencium pipinya.
"Iya, minumlah sepuasnya." jawab Selena dengan sayang.
Setelah menghabiskan dua gelas jus buah, Ben langsung berlari ke toilet. Sementara itu, Selena mencuci gelas dan peralatan mengejus buah milik ibunya.
"Kakak." ucap Ben seketika keluar dari kamar kecil.
"Kakak tahu legenda pisang?" tanya bocah kecil itu.
"Legenda pisang? Apa itu? Kamu dengar dari siapa, Ben?" jawab Selena sambil mengelap gelas-gelas dan peralatan yang telah dicucinya dengan kain bersih.
"Dari ibu guru TK."
"Oh, begitu. Kamu mau menceritakannya kepada kakak?" kata Selena sambil tersenyum manis kepada adik kecilnya.
__ADS_1
Adiknya pun tersenyum seperti malaikat kecil.
"Iya. Duduk di sini, kak."
Si kecil terlebih dahulu duduk di atas sofa ruang tamu, dan menyuruh kakaknya untuk duduk di sampingnya.
Selena menurutinya. Lalu, Ben mulai bercerita..
"Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang suka sekali memakan buah pisang, sehingga ia dijuluki Raja Pisang..."
Ben mulai bercerita panjang dan lebar tentang sebuah kisah anak-anak, yang sayangnya tidak berhasil membuat kakaknya mendengarkan hingga selesai.
Lalu, tiba-tiba Ben menambahkan; "Siapapun yang suka makan buah pisang akan panjang umur. Begitulah menurut Ben."
Mendengar pendapat pribadi yang dilontarkan oleh adiknya itu, Selena hanya tersenyum lembut. Lalu, Selena berkata; "Kalau begitu, Ben harus makan banyak buah pisang agar dapat bertumbuh besar, sehat selalu, dan panjang umur, ok?"
Ben mengangguk. Ia tiba-tiba mengeluarkan sebundel kertas memo kecil yang mirip sticky notes dan menulis di atas kertas itu.
Ben harus makan buah pisang, tolong belikan Ben buah pisang :)
Ketika membaca isi tulisan yang dibubuhi smiley face itu, Selena tertawa kecil.
"Baiklah, kakak akan mengingatnya dengan baik. Kemarilah, Ben si anak pisang." canda Selena.
__ADS_1
Ben tertawa-tawa sementara ia mengajak bermain dan tubuhnya digelitiki oleh kakaknya.
Di dunia ini, mana ada orang yang sepenting Ben bagi Selena? Tujuan Selena menjadi seorang dokter adalah agar ia kelak dapat merawat keluarganya sendiri, dan tentu saja dapat merawat dan menolong orang lain.