
malam pertama mereka tidur satu ranjang dan membuat tameng dari bantal guling di tengah tengah mereka.
menjelang pagi aisa bangun jam 6 menyiapkan makanan untuk sarapan karena ia sadar sekarang sudah bersuami tentu saja ia harus memperhatikan kesehatan suami dan makanan yang akan dimakan oleh suami nya. setelah selesai memasak aisa cepat cepat mandi agar tidak terlihat oleh zaid keadaan nya saat ini selesai mandi dan berpakaian rumahan lagi dengan rapi aisa menuju meja makan dan menyiapkan susu.
ziad bangun pukul tujuh pagi dan langsung kekamar mandi siap siap pergi ke kantor. setelah memakai baju zaid turun dari kamarnya dan melihat aisa yang sedang sarapan, zaid melewati aisa dengan buru buru. zaid hendak membuka pintu lalu aisa memanggil.
" kakak tidak lihat aisa menyiapkan sarapan untuk kakak juga " tutur aisa
" aku buru buru" jawab ziad
" ck " aisa berdiri dan menarik ziad menuju meja makan.
" kakak harus terbiasa sarapan dirumah makanan diluar tidak sehat dan tidak baik untuk tubuh kakak " tutur aisa
" kamu " ziad kesal
" kakak makan dulu baru boleh pergi " halang aisa
" kamu aneh " kesal ziad yang menggambil makan dan memakannya.
zaid menghabiskan makanan yang aisa siapkan.
" bagaimana makanan rumahan lezat bukan " tanya aisa
" biasa saja " jawab zaid dengan cuek , padahal makanan yang dimasak aisa sangat lezat bahkan ziad sangat puas dengan masakan aisa.
" tadi gamau makan eh sekali makan lahap banget dasar gengsian kulkas dingin" batin aisa
ziad pun masuk ke mobil dan pergi kekantor, di tengah perjalanan zaid bergumam.
"ternyata dia jago masak, dan makanan nya sangat enak, kalo seperti ini aku makan dirumah saja setiap waktu, lumayan berguna juga dia " Gumam zaid
setelah sarapan aisa membereskan pekerjaan rumah karena dia sudah terbiasa hidup sendiri di apartemennya sehingga dia begitu mandiri. setelah beres beres aisa membuat kue dan makan siang untuk zaid karena bellinda menyuruh aisa untuk mengontrol makanan zaid.
pukul 11 aisa pun bersiap siap untuk ke rumah sakit karena dia masuk kerja jam 1 siang dan sekalian membawa bekal untuk suami nya zaid. setelah sampai dikantor zaid aisa keluar dari mobil dan memasuki kantor zaid.
" selamat siang buk " sapa karyawan yang sangat tau bahwa ia adalah istri CEO mereka bagaimana tidak pernikahan mereka jadi sorotan nomor satu di media.
" ya selamat siang juga untuk kalian " jawab aisa dengan senyum yang lembut sambil membungkuk
dan mereka kaget dengan apa yang dilihat nya istri CEO mereka sangat sopan dan anggun.
" mari buk saya antar" tutur seorang karyawan
" iya terima kasi " ucap aisa
aisa pun dibawa menuju ruangan ziad
" sudah sampai buk , boss ada di dalam " ucap karyawan itu .
" sekali lagi terima kasih ya " ucap aisa
" sama sama buk " jawab karyawan itu.
__ADS_1
"cklek" aisa membuka pintu
ziad tidak menyadari aisa masuk karena pintu nya digeser sangat pelan oleh aisa sehingga dia tidak mendengarnya, dengan sibuk nya ziad memeriksa laporan tampa menyadari kedatangan aisa.
" kakak" panggil aisa
" ngapain kamu kesini " tanya ziad
" bawa makan siang, supaya kakak tidak makan sembarangan " jawab aisa
" hem taruh saja disitu " jawab ziad dengan cuek
" emm yasudah makanan nya aku taruh dimeja ya jangan lupa dimakan " tutur aisa
" ya " jawab ziad dengan cuek
" yasudah aisa kekantor dulu " sembari berbalik
" em " jawab ziad dengan cuek
" dasar kulkas dingin bilang makasi kek apa kek cuma am em am em dari tadi " batin aisa
" em kak aku telat balik ya malam ini karena shift aku habis jam 1 malam " tutur aisa
" terserah mu " jawab ziad
" yasudah bye " aisa langsung pergi dengan kesal karena dia capek capek datang kekantor mengantar makanan untuk nya tapi dia malah tidak memedulikan aisa.
sambil berjalan menuju mobil aisa bergumam
setiba di rumah sakit aisa seperti biasanya melakukan kegiatan sehari harinya dan waktu malam pun tiba aisa memainkan hp diruang nya lalu tiba tiba sela masuk
" hay pengantin baru apa kabar " sapa sela
" pengantin baru apaan " jawab aisa
" uda malam pertama belom " goda sela
" gila lo ya mana mungkin " aisa kesal
" iya iya gue tau " sela mengerti
" jadi rencana loe gimana " tanya sela
" em sejauh ini aman dan ga ada kendala " jawab aisa
" kamu ga mau gila kan hahaha" sela teringat dengan pernyataan aisa beberapa hari yang lalu ditaman
" justru pernikahan ini lumayan bagus , berstatus menikah hanya dikertas saja dan kami memutuskan menikah dan bebas sesuai kemauan masing masing masing " jawab aisa
" maksud loe ai " tanya sela
" gue bebas seperti sebelum menikah sel kami hanya tinggal bersama saja dan kami berteman baik " jawab aisa
__ADS_1
" wah semoga saja itu hal yang bagus ai" tutur sela yang dapat melihat aisa rileks
" yauda aku pulang dulu ya ai" ucap sela
" oke hati hati makasi uda slalu ada untuk gue " lambai aisa
" sip " jawab sela yang menjauh pergi
sudah jam 1 malam aisa bergegas pulang
***
di mansion
ziad menunggu aisa dia tidak mau disalah kan orang tuanya kalo aisa kenapa napa, saat aisa tiba
"cklek " suara pintu terbuka
aisa kaget saat didepannya sudah berdiri zaid dengan tangan yang dilipat kedada
" yaampun kakak buat kaget saja " tutur aisa
" besok jam 10 sudah ada dirumah " perintah ziad
" hah mana bisa aku kan selesai kerja jam 1 kaka " jawab aisa
" itu hal yang gampang suruh saja orang tua mu mengubah shift malam mu itu " tutur ziad dengan kesal karena aisa pulang sudah hampir sepuluh menit lagi pukul dua malam.
" tapi kak tidak semudah itu " tutur aisa
" mudah saja asal kamu ingin" jawab ziad tegas
" tapi " timpa aisa dan dipotong ziad
" aku yang ngomong sama orang tua kamu apa kamu sendiri yang ngomong , aku malas bertele tele " tutur ziad
" aku saja kak" aisa menjawab dengan lesu
" sekarang kamu naik keatas bersihkan diri lalu tidur "
perintah ziad dengan tegas.
" iya kak " jawab aisa
mereka menuju kekamar dan ziad berbaring dikasur , aisa pun langsung ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah membersihkan diri aisa langsung tidur diatas ranjang yang disekat oleh bantal antara keduanya.
keesokan harinya aisa bangun jam enam seperti biasanya dia melakukan kegiatan yang sama yaitu membuat sarapan dan cepat cepat mandi dan menunggu ziad untuk sarapan.
ziad pun bangun dan bersiap siap ke kantor dia menuruni tangga dan melihat aisa yang mengisyaratkan matanya kepada ziad menunjuk makanan dengan matanya.
ziad terdiam dan duduk dia tidak bergeming karena dia pun sangat menikmati makanan yang aisa buat dan dia sangat suka tapi dia gengsi untuk memberitahu kepada aisa.setelah selesai sarapan ziad langsung pergi kekantor tanpa berbicara dengan aisa.
" yaelah basa basi kek " gumam aisa
__ADS_1
" emang kulkas gabisa diajak ngomong ya, selalu dingin , pantesan beku kaku gitu " gumam aisa
satu bulan berlalu dengan sendiri nya aisa dan ziad seperti biasa tidak akrab dan sibuk dengan kesibukannya masing masing.