
Beberapa hari ini aisa memikirkan apa yang di sarankan oleh suaminya untuk resign dari pekerjaan nya, hal itu bukanlah hal yang mudah untuk aisa, karna untuk mencapai posisi sekarang banyak hal yang sudah di laluinya. Aisa dilema satu sisi dia sangat suka dengan pekerjaan ini, satu sisi benar apa kata ziad tentang dirinya memang semestinya dirumah, sudah semestinya tradisi keluarga kolongmerat menikah perempuan harus merelakan pekerjaannya demi menciptakan keluarga yang bahagia, pekerjaan aisa sekarang ini sangat menguras waktu aisa bersama keluarga, aisa hanya bisa istirahat dimalam hari dirumah dan pergi paginya lagi untuk bekerja. Dan sudah semestinya aisa sekarang aisa istirahat dan fokus untuk menciptakan keluarga yang bahagia bersama suaminya.
Kini aisa mantap sudah untuk resign hari ini adalah hari terakhirnya bekerja setelah mengajukan resain. mau tidak mau aisa harus menjalani kehidupan dari tradisi keluarga mereka. Aisa sudah mendiskusikan masalah ini bersama kedua orang tuanya dan tentu saja hal itu sampai di telinga kakaknya jeff.
Sela terburu-buru pergi keruangan aisa
" kenapa lo gak kasi tau gue lo resign " tanya sela
" ini gue mau kasi tau lo kalo kita ketemu, em lo tau dari mana gue mau resign " tanya aisa
" lo lupa gue istri siapa hmm " kesal sela
" lo yakin mau resain ai " tanya sela
" iya mau gamau gue harus resign " jawab aisa
" gue garela banget harus resign ai, perjalan kita gamudah sampai dititik ini, Tapi dengan mudahnya kita harus resaign dari pekerjaan yang kita senangi ini " sela memeluk aisa
" iya sel, gue juga sedih " jawab sela
" eh tunggu kita( menunjuk kearah dirinya dan sela)maksudnya kita lo resign juga " tanya aisa
" kakak lo nyuruh resain juga, katanya tradisi ini sudah turun temurun dari keluarga " sela sedih
" gue garela banget deh resign " jelas sela
" ya mau gimana lu tau kan tugas kita apa sebagai seorang istri " jawab aisa
" iya gue tau, begini banget jadi kolongmerat ya ai, gabebas banget, selalu harus ikut tradisi keluarga," jelas sela
" okey singkatnya gini, lo harus berfikiran positif, lo punya suami, jangan biarin suami lo suka sama orang lain, lo punya keluarga yang mendukung lo untuk hidup lebih dari kata layak bahkan lo gaperlu mikir tentang finansial. Banyak diluar sana yang lebih susah dari kita, bontang banting tulang untuk hidup lah kita yang hanya menikmati hasil masi mengeluh, jadi jika ini jalan yang harus kita tempuh kita harus bersyukur dengan jalan kita, karena peran istri sangat berpengaruh untuk keluarga " jelas aisa
" hmmm mau gamau ya " jawab sela dengan nafas yang berat
" udah gausah sedih, gimana kalo abis resign kita liburan bareng bedua," ajak aisa
" terus suami" jawab sela
" ini adalah imbalan untuk kita, kita resign untuk siapa, untuk mereka kan. Jadi gapapa dong anggap aja ini itu imbalan yang setimpal, lagian selama ini kita jarang banget liburan, abisnya sibuk banget tiap hari bahkan gue gacukup tidur sel " jelas aisa
__ADS_1
" heh lu tau gue kan gue yang banyak jadwal dinas malem, bahkan gue jarang banget ketemu suami gue tau gak" jawab sela
" ahahaha iya juga ya " aisa tertawa
" pokonya aku bangga sama pencapaian kita sekarang, sampai harus rela melepaskan ini semua, semangat buat kita ya " jelas sela
" maka dari itu, setelah resign kita kebanjiran waktu luang gasih " tanya aisa
" kayaknya sih " jawab sela
Perbincangan antara keduanya selesai dan aisa harus mengurus banyak dokumen data yang harus di serah terimakan kepada dokter lain, aisa juga harus membereskan barang-barangnya.
Setiba dirumah aisa menghembuskan nafas dengan berat
" Rumah aku bakalan di rumah aja setelah ini "
aisa bergumam sambil Mengganti baju.
Tiba pukul 10 malam ziad pulang dan mendapati aisa sedang menunggunya diruang tamu dalam keadaan tertidur.
Ziad mendekat kearah aisa mengangkat aisa menuju kamar
Saat di tengah-tengah menuju kamar aisa terbangun dan bertanya
" ya sudah, maaf ya sudah membuatmu menungguku, hari ini banyak sekali jadwal pertemuan aku lumayan sibuk sayang " jawab ziad sambil menggendong aisa
" eum " aisa mengangguk
Setibanya dikamar ziad membaringkan aisa di tempat tidur, ziad mengecup kening aisa yang masih setengah tidur.
" sebaiknya kamu tidur sayang, kamu pasti juga lelah, jadi selamat tidur " ucap ziad sambil mengecup kening aisa
Ziad menuju ruang ganti baju, setelah ganti baju ziad mendapat telfon dari mamanya
" sayang gimana kabar anak mama " tanya mama belinda
" baik ma, mama gimana sehat kan" tanya ziad
" iya sayang mama sehat banget malah hihihi, istri kamu mana nak " tanya mama belinda
__ADS_1
" udah tidur ma capek pulang kerja " jelas ziad
" yaampun mama khawatir banget sama istri kamu, lagian buat apa kerja hidup dia udah sempurna, seharusnya dia tinggal menikmati hasil saja, tidak perlu bekerja lagi, lagian kalian kapan mau punya anak kalo aisa sering sibuk dengan pekerjaannya, mama tau banget pekerjaan dokter itu seperti apa
pasti selama ini kalian jarang bertemukan, sokter tidak punya banyak waktu, sedangkan tradisi keluarga kita itu adalah istri harus mengurus rumah tangga menciptakan keluarga yang bahagia sayang" jelas mama bellinda.
" iya ma aku juga udah saranin kok katanya dia pikir dulu, aku gamau maksa dia ma," jawab ziad
" iya mama tau tapi kamu harus berusaha bujuk dia ya" jelas mama bellinda
" iya ma " jawab ziad
" yaudah sayang mama dipanggil papa nih jadi mama tutup dulu sayang ya " jelas bellinda
" iya ma " jawab ziad
setelah menerima telfon ziad berfikir beberapa saat dan kemudian ziad memilih untuk tidak memaksakan keadaan untuk sekarang, ziad kemudian memilih tidur
Paginya aisa bangun dan menyiapkan pakaian sarapan untuk ziad dengan baju santai dirumah
ziad bangun dan mendapati istrinya tidak ada disampingnya, melihat baju sudah disiapkan ziad pikir istrinya sudah siap dan sedang menyiapkan sarapan di bawah, ziad kekamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi bekerja.
Saat ziad turun ziad terheran dengan pakaian istrinya yang santai dengan baju rumahan.
" sayang kamu ga kerja hari ini " tanya ziad yang menuju kearah meja
Aisa yang lagi membuat kopi untuk ziad di dapur menjawab.
" aku udah resign " jawab aisa dengan santai
Ziad terkejut saat makan dan betapa senangnya ziad melihat istrinya sekarang banyak waktu dirumah, dan hal yang dikhawatirkan semalam berjalan begitu mulus tanpa ziad harus turun tangan,
Ziad berjalan menghampiri aisa dan memeluknya dri belakang, aisa terkejut saat ziad tiba-tiba memeluknya
" kamu kenapa kok meluk tiba-tiba " tanya aisa
" aku senang kamu nurut sama aku, makasi sayang atas semua pengorbanan kamu untuk kita, sejauh ini aku bangga sama kamu yang berani ambil sikap untuk hubungan ini, aku senang banget bakal liat kamu sehabis pulang kerja selalu ada ri rumah aku senang " jelas ziad sambil mencium punduk aisa
aisa tersenyum, senang melihat suaminya yang memujinya. Aisa berbalik dan berkata
__ADS_1
" tolong kerja samanya suami ya " sambil memegang kedua pipi ziad
" emm " ziad mengangguk.