
Ziad terbang ke Amerika jam 7 malam dan sampai di sana sekitar jam 8 pagi.
Ziad kesal dengan keadaan nya yang Tiba-tiba harus pindah sekolah dan mulai beradaptasi dengan teman-teman baru lagi.
Ziad di kenal sebagai orang yang cuek dan susah bergaul, di sekolah ia menonjol karena ketampanan nya yang nomor satu, tampan dan jenius dia adalah cowok ter perfect di sekolah, dia di juluki pangeran jubah dengan sifat nya yang cuek dan dingin ke semua orang, dia memiliki karakter yang susah di tebak, Kadang-kadang baik dan juga Kadang-kadang acuh kepada orang lain, Tampang dan sifat itulah yang membuat para gadis Tergila-gila dengan dia.
Sudah dua minggu Ziad di Amerika dia sibuk dengan sekolah nya dia sibuk dengan urusan Bisnis kakeknya yang sekaligus dia pelajari karena dia adalah Satu-satu nya pewaris tunggal dari group goulviz.
Jeff butuh bantuan ziad untuk memberi pendapat tentang mata pelajaran, mereka berbincang membahas tentang sekolah. Setelah dari percakapan yang panjang dengan Jeff, Ziad tertidur.
Setelah dari percakapan semalam mereka sudah jarang berbagi kabar mereka sibuk dengan kesibukan masing- masing.Tahun demi tahun yang terlewatkan komunikasi yang tetap membuat persahabatan antara Jeff dan Ziad tetap dekat.
Saat aisa berumur 14 tahun aisa masih dengan kebandelannya apa pun yang kakek nya larang dia selalu tetap melakukannya, dia hanya peduli dengan keinginan nya dan tidak berfikir apa imbasnya untuk orang lain, yang terpenting dia bahagia dan senang.
Kakek nya memperlakukan aisa dengan baik tapi aisa malah sebalik nya tidak mau mendengar suara kakek yang cerewet setiap hari, dia bosan dengan ocehan kakek yang sudah setiap hari mengomel dengan omelan yang sama, ia menjadi muak dan tidak memperdulikan kakek.
Saat kakeknya mulai sakit kakek memanggil aisa untuk memeluk dan meminta maaf.
"Aisa mana aisa!" Kakek menanyakan Aisa
"Aisa sekolah pak. " tutur ibu aisa berbohong
"Bisa tidak aku rindu memanggil Aisaa"
"Kok kenapa pak"
"Karena pengen aja peluk cucu yang terakhir" ucap Kakek.
"Yauda biar Jeff telfon Aisa." Jeff Mengeluarkan ponsel dan menelfon aisa.
"Heh anak nakal di cariin Kakek lo!"
"Gue mau tidurrr. "
"Heh entar lagi tidurr kesini dulu!"
"Bodo amat paling juga mau ceramahin gueee gilak"
"Denger aja kenapa? "
"Gua maless Kak"
"Cepet gaaa kalo lu gamau pergi kaka samperin kaka seret ni"
__ADS_1
" Iya iya iya"
"Nah gitu dong"
"iya gausa ceramah jugaaaa sekarang ni gua pergi "
" Sesekali lo harus nyenengin Kakek jangan bisa nya buat dia kesal aja"
"Siap deh. " Aisa cengengesan.
Aisa pergi kerumah sakit yang kebetulan dekat dengan rumah nya. Sesampainya disana suasana hening, semua orang berkumpul, semua orang juga di panggil oleh kakek nya yang sedang sekarat, aisa tidak tau dengan keadaan kakek nya yang sekarat dia sama sekali tidak di beri tahu oleh orang tua nya karna aisa juga dalam keadaan ujian semester pertama, orang tua nya tidak memberi tahu tentang kakek nya yang sakit parah dari itulah Aisa merasa biasa saja dia berfikir Kakek nya sakit biasa saja, suasana disana sangat mencekam kerabat yang berkumpul dengan muka suram Aisa memasuki ruangan kakek dengan pelan-pelan tiada sapaan dan perbincangan semua orang menatap sendu seolah-olah akan ada sesuatu hal yang terjadi.
Aisa memasuki ruangan kakek. kakek berbaring sakit dengan nafas yang tidak teratur lagi aisa kaget dan berlari menuju kakek, kakek memanggil aisa.
"Aisa"
"iya kek" dengan tatapan yang sendu
"Kata aisa pengen kasih kakek hadiah ulang tahun yang ke 78 kakek tapi kakek ga tau tuh dimana hadiah nya? "
"Heum" aisa bingung
"Mana hadiah kakek "
"Eum kakek mau hadiah apa"
" Kakek boleh reques gak? "
"Kenapa ga boleh?, bole dong. "
"Yauda kakek mau reques kado dari aisa sangat sederhana, kakek ga mau yang mewah, gamau yang mahal, kakek minta Aisa harus belajar giat dapet juara di kelas, patuh sama ibu bapak, jadi anak yang baik, sekarang kakek juga ga akan ngomelin Aisa lagi karna Aisa sudah cukup untuk kakek omelin Aisa sudah remaja, Aisa sudah tau yang mana yang baik yang mana yang buruk ya nak,"
"Eumm" Aisa mengangguk dengan tetesan air mata yang deras.
"Kakek minta maaf sama aisa kalo kakek nyebelin sama aisa itu karna kakek sayang sekali dengan Aisa, cucu perempuan kakek satu-satu nya, itu adalah kado termahal dan termewah buat kakek, kakek sangat bahagia kalo Aisa baik-baik saja, jangan nangis dong, kakek ikut sedih!!" Air mata Aisa terjatuh semakin deras,
"Iya Aisa akan berubah kakek pingin kado itu kan dari Aisa, Aisa akan kasi kado itu kakek harus sehat ya kakek harus sembuh, kakek harus kumpul lagi sama keluarga yaaa!!". mendengar apa yang dikatakan oleh Aisa semua menangis pelan tampa suara.
"Iya doain kakek ya nak."
"Aisa akan doain kakek sampai kapan pun." Kakek meminta peluk dari kerabat2 dan yang terakhir di peluk oleh Kakek adalah Aisa.
"Jangan Bandel-bandel ya Aisa"
__ADS_1
"Iya ga akan lagi kek "
"Anak pinter, kakek mau minum tapi Aisa yang ambil"
"Oh kakek mau minum Aisa ambilkan "
Aisa berlari ingin membeli minuman hangat, saat kembali keruangan semua menangis ada juga kerabat aisa yang pingsan dan Mama Aisa terjatuh di lantai yang menangis tersedu-sedu. dipegangi oleh Jeff yang menangis dan berusaha untuk kuat untuk Mamanya karna papanya masih diluar kota,
Aisa berdiri sejenak dan melangkah, Aisa memberi isyarat kenapa dan orang lain menggelengkan kepala dengan air mata yang bercucuran. Aisa langsung peka dan berlari berharap tidak seperti apa yang di pikirkan nya.
Benar saja kakek sudah menghembuskan nafas terakhir saat Aisa beberapa menit keluar membeli minuman hangat,
Aisa menangis dengan tersedu-sedu
"Kakek Kakek Bangun!!"
"Kakek bangun, Aisa baru aja mau kasi kado buat kakek, kenapa kakek ga tunggu aisaaa kasi kado permintaan kakek, kenapa? ". aisa menagis sambil memukul diri sendiri.
Jeff menenangkan aisaa.
Kematian Kakek pun berlalu dan Aisa sangat trauma dengan kematian kakek nya, dan hari dimana kakek menghembuskan nafas terakhir adalah hari pembelajaran paling berharga bagi Aisa dia menyesal dengan kesalahan nya yang silam, yang dulu sangat mengacuhkan orang yang teramat baik dan penyayang.
Hari berganti hari dia berubah menjadi anak yang baik dan hampir keseluruhan dia mengubah dirinya menjadi lebih baik, dia ingin membuktikan dan ingin menepati janji kepada kakek nya yang berharap aisa lebih baik lagi, dan semua itu aisa wujudkan satu persatu, hingga dia mengalami perubahan yang drastis.
6 Tahun kemudian
Aisa yang sudah mulai merawat diri sudah pintar berdandan dan sekarang dia teramat cantik dengan kulit putih, tinggi, manis, dan berambut pendek dengan gaya yang modern, Aisa juga di gandrungi oleh banyak pria dia sangat populer di sekolah SMAnya yang sekarang, 100% berbeda dengan masa-masa SD, SMP dulu yang amat kucel.
Kini Aisa sudah mulai bertata krama, sopan dan santun pintar dan baik hati, siapa yang tidak akan terpincut hatinya kalau sudah berhadapan dengan gadis yang teramat cantik dan berbakat seperti aisa. sikap nya yang berubah seratus persen.
Jeff sebagai seorang kakak yang baik dia selalu menasihati aisa agar tidak kelewatan dia tidak mau adik satu-satunya itu dalam masalah, caranya dan pengalaman yang telah di alami Aisa tersebut sangat ampuh sehingga aisa berubahnya total.
Dari aisa yang bar bar menjadi aisa yang kalem
Dari aisa yang kotor jadi bersih
Dari aisa yang kasar jadi penyayang dan lemah lembut
Dari aisa yang suka buat ulah sekarang menjadi gadis yang penurut dan malas mencari masalah
Semua itu berubah karna Aisa merasa bersalah dengan kakek yang sangat mencintai dan menyayanginya sepenuh hati.
Next post 🤗
__ADS_1