TIBA TIBA JADI ISTRI CEO DINGIN

TIBA TIBA JADI ISTRI CEO DINGIN
Hampir


__ADS_3

Ziad membawa Aisa kedalam kamar dan membaringkan Aisa di atas kasur pelan-pelan, Aisa hanya bisa pasrah. Ziad membuka setelan jasnya dengan tergesa-gesa, Aisa melihat itu dengan heran.


" Sayang pelan-pelan jangan buru-buru." jelas Aisa


sambil membantu Ziad membukakan dasi dan kancing bajunya


" Sayang cepetan aku gasabar lagi." Ziad menjawab dengan terburu-buru


" Kamu ini. " Aisa didorong oleh Ziad


"Ah " suara Aisa saat Ziad mulai meraba 2 gunung dan menc*umi leher Aisa dengan liar.


" Sayang aku mulai yaa. " Ziad membuka celana dan mengeluarkan rudalnya.


" Eum" suara Aisa yang juga sudah tak tahan lagi.


" Tolong Pelan-pelan nanti aku gabisa jalan waktu pulang. "


" Eum" jawab Ziad mulai memasukkan rudalnya


" Ah ah ahhhh aaaa pelan pelan"


" Eum" jawab Ziad sambil olahraga


Sudah 30 menit mereka berolah raga didalam kamar, ponsel Ziad pun berbunyi.


" Tringg tringgh"


" Ck ganggu aja " Ziad mematikannya dengan wajah geram


" Tring tringggg " suara ponsel yang berbunyi terus menerus


" Udah angkat dulu mana tau penting." kata Aisa


" Yaudah kujawab " jawab Ziad


Ziad mengambil hpnya di sampingnya dan kemudian mengangkatnya,


" Sayang kamu belum cabut, cabut ini dulu. " jelas Aisa berbisik


" Tahan dulu, belum puas. " jawab Ziad nada berbisik


Aisa kepenuhan dan merasa aneh dibawah sana


" Halo ada apa. " Ziad bertanya di telfon


" Pak ada pak Jeff ni katanya mendesak mau ketemu bapak. " jelas Arya dengan gugup


" Hah Jeff!! " panik Ziad


" Apa kak Jeff ahh! " aisa panik dan merasa penuh


" Sayang. " bisik Ziad


" Iya pak, beliau tau bapak dikantor, beliau ngotot pengen ketemu katanya mendadak pak. " jelas Arya


" Yasudah beri saya waktu 10 menit, saya akan menghampirinya. " jelas Ziad di telfon


" Baik pak akan saya sampaikan. " jawab Arya


Ziad menutup telfon dan buru-buru mencabut rudalnya.

__ADS_1


" Sayang aku masi belum puas " jelas Ziad


" Bagaimana ini kak Jeff kesini, kondisi disini sangat memalukan." tanya Aisa


" Gapapa aku samperin aja dia. " jelas Ziad pada aisa yang turun dari kasur dan mulai berpakaian lagi. Ziad turun menghampiri Jeff yang sedari tadi menunggunya dilobi


" Sial si jeff, baru aja bentar. Kenapa dia harus datang sih. " Ziad merancau saat turun menghampiri Jeff


" Lama banget lagi ngapain? " tanya Jeff


" Kebetulan gue mau beli kopi. " jawab Ziad


" Kenapa ga suruh arya aja, memang sesenggang ini ya? " tanya Jeff.


" Lagi pengen beli aja cerewet banget ni lakik " jelas Ziad dengan kesal.


" Lu kesel sama gue apa gimana sih, perasaan gue ga ngapangapain deh. kenapa muka lo kesel banget kayak mau ngunyah gue aja. " tanya Jeff


" Zi tunggu, ini kakak ipar lo anj**g!! " geram Jeff


Ziad terus berjalan tanpa menghiraukan jeff. mereka berjalan menuju ke arah cafe langganan mereka yang berada di samping kantor.


Setiba disana, Ziad dan Jeff duduk di meja nomer 3.


" Tumbenan pengen ngopi jam segini, biasa sibuk amat. " Jeff aneh dengan suasana hari ini.


" Sebenarnya gue sibuk, tapi lagi pengen aja minum kopi. " jelas Ziad


" Aneh. " timpa Jeff


" Lo mau ngomong apa? " tanya Ziad


" Gapenting banget sih cuma gue mau kasi tau kalo proyek A sedikit lagi udah mau kelar, untuk detailnya biar lo enak lo cek sendiri aja dulu, tapi menurut gue oke oke aja. " jelas Jeff


" Kenapa lo sensi amat, ngomong beginikan lebih enak. " jelas Jeff


" Ck ganggu aja lu. " timpa Ziad


" Ganggu apa katanya lo kebetulan tadi! " timpa Jeff


" Ah sudahlah. " Ziad kesal


" Oh ya istri lo apa kabar? " tanya Jeff


" Dirumah, biasa aja " jawab Ziad singkat.


" Biasa!!!, biasa gimana? Lu kan udah tau mereka ngapain di bali. " tanya Jeff


" Terus gue musti ngapain sih, biar aja toh ga terjadi apa-apakan. " timpa Ziad


" Ya tapi ini gabisa dibiarkan, nakal banget tu bocah, bocah. " jelas Jeff


" Emang bocah bisa sesexy ini? " tanya Ziad sambil memperlihatkan foto isrinya.


" Ck sial gue marah banget woi. " jeff kesal


" Kenapa sih biar aja toh baru sekali, nanti kalo di ulangi baru kita bertindak, lagian gue ga bakal biarin hal ini terjadi kedua kalinya. " jelas Ziad dengan senyum miring.


" Eum " Jeff mengangguk


Dikantor, didalam kamar Aisa pusing ingin memakai baju apa. Yang di bawa oleh Arya adalah baju kurang pantas di pakai.

__ADS_1


" Huh, ini bisa di jadiin rok sih, ah bisa nih aku pake jas kak Ziad aja keluarnya. "


" Em pasti menimbulkan kecurigaan sih, tapi yaudahlah kan maklumin aja kali ya suami istri. " gumam Aisa


" Gaenak banget perasaan, untung banget ga ketauan, kalo ketauan bisa malu aku, huh untung aja selamat. " Aisa bergumam sambil memakai baju.


" Kira-kira kak Jeff sama kak Ziad kemana? Apa aku pulang terus apa gimana ni. " Aisa bingung.


" Pulang aja kali ya! " Aisa memutuskan untuk pulang.


" kak aku pulang ya. " Aisa mengirim pesan untuk Ziad



" Pinjem jas kakak yang di kantor ya. " Aisa mengirim fotonya.


Ziad sedang mengobrol dengan Jeff tiba-tiba dapat notif pesan dari Aisa. melihat apa yang dikirim oleh Aisa Ziad amat terkejut.


" Sial dia pulang pake baju begituan. " geram Ziad


" Hem kenapa Zi? " tanya Jeff.


" Em gue balik dulu ya bro, ada urusan penting. " jelas Jeff


" Tap tapi Zi gue belum kelar. " jawab Jeff yang belum selesai dengan masalahnya.


" Ya besok aja gue buru-buru banget. " pamit Ziad pergi dengan buru-buru.


Ditengah perjalanan, " gaboleh pulang dulu tunggu dulu. " balas Ziad.


Aisa yang ingin keluarpun masuk lagi. Dan tidak selang beberapa menit Ziad sudah sampai di ruang kantornya.


" Loh kak jeff mana? " tanya Aisa.


" Kamu mau pulang gini? " tanya Ziad.


" Emang kenapa kan bagus juga kalo di mix pake jas kakak. "


" ggaboleh gini jasnya jangan dibuka. " ziad yang melangkah maju dan mengancingkan baju kas Aisa.


" Lah kan gabagus lagi! " jelas Aisa


" Bagus. " timpa Ziad


" Gabagus aku maunya buka, jadi tambah cantik. " timpa Aisa


" Gaboleh, itu sama kayak kamu pake tapi gapake baju sayang!!! " jelas Ziad geram.


" Yaudah tunggu aku sebentar pulang sama aku aja, nanti kerjaan biar diantar Arya kerumah. "


" Serius bajunya di kancingin kaya gini? " tanya Aisa


" Yaudah bajunya dikancing dulu, nanti sampe rumah dikamar buka semua juga gapapa aku galarang kok. " Ziad dengan mode jahilnya.


" Ihhh dasar kepala mesum. " Aisa sebel dengan ziad


" Hahahah yaudah ayok " Ziad mengajak pulang Aisa.


" Eum " jawab Aisa


" Gitu dong, yang penting di mataku kamu yang paling cantik. " bisik Ziad

__ADS_1


Aisa tersipu dan malu


__ADS_2