TIBA TIBA JADI ISTRI CEO DINGIN

TIBA TIBA JADI ISTRI CEO DINGIN
pertemuan dua keluarga


__ADS_3

jeff dan zaid tida tidak menetap dalam satu apartemen lagi dan Zaid memutuskan untuk pindah di apartemen yang yang tidak terlalu jauh dengan apartemen jeff. setelah pindah dari apartemen Zaid dan Jeff tidak saling bertemu karena sibuk dengan kesibukan masing-masing.


dua minggu pun berlalu dengan cepat. besok dua keluarga akan memberitahukan kerja sama antara dua perusahaan yaitu time goulviz dan firma jaya dan juga sekaligus memberi kejutan untuk anak mereka.


***


di sebuah mansion mewah yang menjadi tempat lahir nya zaid anak semata wayang dari keluarga goulviz , mansion yang sudah bertahun tahun lamanya ditinggal karena sibuk berpergian bolak balik keluar negeri karena urusan bisnis. bellinda yang baru sampai di indonesia menelfon zaid.


" hello sayang " sapa bellinda


" iya mama ada apa ma " sambil sibuk mengotak katik komputer didepannya.


" kamu sibuk ga sayang besoknya " tanya bellinda


" em besok kan sabtu ma kantorku libur " kata ziad


" oke besok kamu datang ke alamat jam 8 malam karena kita akan rapat keluarga mengenai bisnis yang akan di kembangkan oleh keluarga kita" perintah bellinda


" iya ma, mama kapan pulang kok ga ngabarin ziad"


" kamu terlalu sibuk mama tidak tega liat kamu kesana sini cuma mau nyambut mama pulang " ucap bellinda


" makasi ma uda ngertiin ziad emang akhir akhir ini ziad sangat sibuk banyak yang harus zaid urus"jawab ziad


" gapapa sayang mama ngerti kok " jawab belinda


***


disisi lain aisa pulang kerumah mama dan papanya yang menyuruh nya pulang kerumah sehabis kerja.


begitu juga dengan jeff. saat makan malam


" aisa,jeff malam besok kita akan jumpa kawan mama jadi kalian harus ikut juga ya, ini pertemuan penting " kata sujia


" papa tegaskan sekali lagi jangan sampai lupa ini sangat penting dan berpengaruh pada martabat keluarga kita jadi kalian harus datang tepat waktu paham " primanto ikut menegaskan


" paham pa " sontak jeff dan isa menjawab dengan serentak.


" sayang mama sudah pesankan kan gaun untuk mu kamu harus pergi awal ya usahakan secantik mungkin oke " ucap sujia kepada aisa


" iya mama, mama ga akan malu deh sama keluarga teman mama aisa gini aja uda cantik apalagi make up hahaha" aisa tertawa


" kamu ini narsis sekali " sambung jeff.


" uda uda jangan ribut " kata papa primanto


merekapun selesai makan malam dan kembali kerumah masing masing.


satu jam sebelum pertemuan dua keluarga yaitu keluarga goulviz dan jaya. aisa sudah menunggu di restoran glavahotel tempat jamuan makan yang diadakan oleh kedua keluarga. aisa masuk dan duduk di kursi yang telah disediakan.


" apa aku ke awalan ya " tanya aisa pada dirimya sendiri. diapun memutuskan menunggu orang tuanya duduk sambil memainkan hp.


tiba tiba ziad datang.


" cklek " suara pintu


" kak ziad" kaget aisa


" kenapa kamu disini ? " tanya said cuek sambil duduk.


" acara keluarga " jawab aisa dengan bingung


" hemm " cuek ziad


"cih cuek banget ga ada senyum senyum nya gilak ni orang kulkas apa ya " batin aisa

__ADS_1


mereka duduk tidak saling berbicara sibuk dengan hp masing masing.


tiba tiba seorang pelayan membawa dua minuman jus jeruk. mereka terheran heran


" kamu pesan ini!? " tanya ziad


" tidak aisa cuma duduk aja disini dari tadi gapesan apa apa " jawab aisa dengan bingung lalu kembali terdiam hening. dan kebetulan mereka juga sama sama haus dan meminum jus yang pelayan bawakan tadi. beberapa menit kemudian setelah meminum jus aisa merasa pusing sesak dan panas.


" kenapa aku pusing sekali " tanya aisa kepada dirinya sendiri dan mengipas ngipaskan tangan ke tubuhnya


melihat aisa zaid juga merasakan hal yang sama. dan zaid pun sadar bahwa mereka sudah di beri obat perangsang. tanpa bertanya ziad menarik aisa dan membawanya ketempat yang sepi


" kak aku mau dibawa kemana " tanya aisa


" diam ikuti saja aku " kata zaid sambil menarik tangan aisa


" kak aku sangat gerah aku ingin melepaskan bajuku " ucap aisa sambil berjalan


" kamu tahan dulu " sahut ziad


" aisa ga tahan lagi " jawab aisa


Ziad pun menggendong aisa yang sembari dari tadi menempelkan tubuh nya ke badan ziad, dan benar saja ziad membawa aisa kesalah satu kamar di hotel tersebut, didalam kamar zaid melepas baju aisa yang lumayan menyesakkan. saat membuka baju aisa, ziad menelan Saliva nya melihat tubuh aisa yang menggoda. ziad menahan sekuat tenaga untuk tidak tergoda dengan pemandangan indah yang saat ini dia lihat. setelah melepaskan baju aisa yang kini tinggal bra dan celana pendek yang dipakai aisa, zaid membuka jas dan dan kemejanya karena merasa sesak juga. zaid menggendong aisa kekamar mandi dan memandikan aisa, agar aisa sadar


" kak aku sudah tidak tahan " dengan suara yang menggoda


tanpa peduli zaid menghidupkan shower dan mereka pun basah bersama.


***


pada saat ziad dan aisa menuju kamar orang tua aisa yang baru datang mengikuti dari belakang dengan kebingungan ada apa dengan mereka


" sayang kenapa ziad menarik aisa begitu " tanya sujia


" ayo kita ikuti ma " jawab primanto


mereka mengikuti ziad dan aisa yang menuju kamar hotel.


" pah " panik sujia


" kurang ajar " primanto dengan nada emosi


" mereka ngapain itu kok masuk ke kamar " tanya sujia.


" ma papa harus dobrak " emosi primanto


" pah " tarik sujia


" kenapa? " tanya primanto


tringgg dering telfon sujia dari bellinda yang sudah sampai di restoran


" tunggu dulu pah mama angkat telfon nyonya goulviz dulu " ucap sujia


" oh kebetulan cepat kamu bilang sama dia tentang ini" jawab primanto


sujia pun mengangkat telfon dari bellinda


" kalian dimana " tanya bellinda


" kamu harus ke kamar x.. " sujiapun menceritakan semua yang ia lihat dengan suami nya


bellinda dan suaminya pun segera naik mencari kamar yang di katakan oleh sujia.


"sujia" panggil bellinda

__ADS_1


" bell " jawab sujia


" hallo pak primanto " sapa soni ayah dari zaid dengan menjulurkan tangan nya untuk bersalaman.


" hallo pak soni apa kabar " tanya primanto


" kabar baik lama sudah tidak bertemu dengan mu " ucap sony


" ya aku pun merasa seperti itu " jabat primanto


" papa nanti dulu, urusan ini lebih penting " panggil sujia


" iya pah kita harus membuka pintu ini " jawab bellinda


" oke "jawab primanto dan soni serentak


mereka pun mencoba membuka pintu dan pintu nya tidak dikunci oleh ziad dan aisa.


" ceklek " soni membukakan pintu


" tidak dikunci ? " tanya primanto


" lah kok ga ada siapa siapa disini " tanya soni


mereka pun terheran heran, apa yang dilihat sujia memang anak nya dan ziad yang masuk kesini, kenapa sekarang tidak ada siapa siapa tidak mungkin dia salah melihat apa yang terjadi tadi, bellinda pun mendengar suara air dan meraka pun menuju kamar mandi, saat memasuki kamar mandi mereka berempat kaget, bagaimana tidak anak anak meraka sedang mandi berdua dengan keadaan setengah telanj**.


"ziad" panggil soni


" papa, mama " terkejut zaid


" pa ma ini tidak "jawab aisa dengan keadaan sudah kembali sadar


sujia, primanto, dan bellinda segera keluar dari kamar mandi melihat adegan yang sangat tidak disangka sangka membuat mereka syok


" bereskan semua ini dengan cepat perintah soni "


aisa dan ziad keluar dan memakai baju yang sudah disiapkan oleh kedua tuanya. setelah mengganti baju dengan lengkap aisa dan zaid di seret keruang perjamuan makan sejam yang lalu. ziad dan aisa berdiri menunduk "


" plak " tamparan yang mendarat di pipi kiri ziad yang diberikan oleh bellinda


" mama tidak habis pikir kamu melakukan hal sebejat ini sebelum sah, apakah serendah itu pandangan kamu terhadap keluarga kita ?, kamu sudah membuat papa dan mama malu , " bellinda emosi


" mah apa yang mama lihat itu tidak benar " ucap ziad


" diam kamu, kamu tidak berhak bersuara jelas-jelas dua keluarga sudah melihat apa yang kalian perbuat " sahut bellinda , ziad hanya terdiam dan tak berkutik.


" tante, tante salah paham jadi seperti ini ...... kami tidak melakukan nya kak zaid hanya meredakan obat yang membuat kami akan gila " jawab aisa


" nak anggap saja kami percaya dengan apa yang kalian bilang " jawab bellinda meredamkan emosi yang dari tadi meletus letus dan dia percaya sebab aisa orang yang sangat jujur dan bellinda beserta sujia tak akan melepaskan mereka dengan mudah sujia dan bellinda memanfaatkan kejadian ini sebagai alasan mereka harus menikah lusa ini.


segera sujia menarik tangan bellinda dan mengasih isyarat yang menghubungkan mereka dengan tatapan yang penuh pertanyaan bagi semua.mereka berkompromi dengan tatapan tersebut dan langsung sujia memberi keputusan.


" kalian akan menikah lusa ini " jawab sujia


" apa " aisa dan ziad menjawab serentak


soni dan primanto tidak berkutik dan langsung setuju karena kedua keluarga memang dari awal sudah merencanakan perjodohan ini.


" pa, ma aisa ga mau menikah hiks hiks hiks " jawab aisa dengan bulir air mata yang berlinang


" apa harus mama jelaskan lagi perbuatan kalian yang membuat kedua keluarga ini malu sekali, tidak ada jalan lain selain menikah aisa" jawab sujia


" pa ma ziad tidak mau nikah " ucap ziad


" keputusan kami sudah bulat titik " tekan bellinda

__ADS_1


merekapun berunding Tentang pernikahan yang akan dilaksanakan esok lusa. ziad dan aisa hanya terdiam dan tak berkutik dengan muka bersalah mereka.


__ADS_2