
Beberapa hari ini Ziad selalu pulang malam terus karena sangat sibuk dikantor, Aisa khawatir dengan kondisi Ziad.
" Ini sudah pukul 11 malam kok belum pulang juga! "
" Apa tungguin aja ya. "
30 menit belalu Ziad pulang dan masuk, ia melihat Aisa yang ketiduran di sofa. Saat Ziad hendak membangunkan Aisa, Aisa tiba-tiba terbangun sendiri mendengar langkah kaki Ziad.
" Sudah pulang. "
" Ya ayo ke kamar. " ajak Ziad
" Eum " Aisa mengangguk dan mereka masuk kedalam kamar.
" Beberapa hari ini kakak selalu pulang kemaleman. apa dikantor sibuk banget ya?" Tanya Aisa.
" Iya aku harus kelarin proyek yang terhambat, maaf ya udah bikin kamu khawatir. " Ziad meminta maaf pada Aisa
" Ini kan sudah kewajiban Aisa, kalo setiap malam nunnguin kakak sampai subuhpun Aisa bisa aja'' jelas aisa
" Gaklah, Malam besok jangan tunggu di sofa lagi, tidur dikamar aja nanti badan kamu sakit kalo tidur di sofa"
" eum, yaudah Aisa mau siapin air hangat dulu buat kakak mandi, biar tubuh kakak sedikit enakan"
Ziad hanya mengangguk.
Saat Aisa mengisi bak dengan air hangat Tiba-tiba Ziad memeluknya dari belakang, Aisa kaget.
" Ayo temani aku mandi. " ajak Ziad.
'' Kakak aku udah mandi, gamau " Aisa memberontak
" Ayolah sayang " ajak Ziad.
" Enggak, nanti kelamaan dikamar mandinya gamau" Jelas Aisa
Tanpa Aba-aba Ziad mengangkat Aisa kedalam bathtub. Aisa kaget
" Aaaaa, gamau'' Aisa kaget saat diangkat.
__ADS_1
Blukkk, suara dalam bathtub, aisa terlanjur basah.
" Kakak.......... kan udah basah,"
'' Siapa suru nolak, diajak baik-baik kamunya gamau ya harus dipaksalah sayang, udah gausah ngambek ayo mandiin aku,"
" Yaudah, tapi betul-betul mandiin ya"
" Iya sayang, paling 1 Jaman aja" Ziad menarik Aisa dengan nakal kepangkuannya.
" Ini udah tengah malam, udah kerja lembur tapi batrenya ga abis- abis"
" Justru itu ini mau di casin biar penuh lagi hehe " Jawab Ziad dengan nakal
" Dasar mesum "
Setelah berc***nta di dalam kamar mandi sekitar satu jam setengah Ziad dan Aisapun berhenti dan keluar dari kamar mandi. Setelah memakai baju mereka berdua langsung tidur.
Keesokan harinya Ziad berangkat kerja seperti biasanya, Aisa yang bosan tidak tau ingin berbuat apa hari ini, Aisapun ingin berbelanja kepasar, dia ingin bebelanja dan membeli beberapa bahan kue yang akan dia buat nanti. Saat Aisa di perjalanan pulang Aisa terkejut dan syok melihat mobil di depannya di tabrak oleh sebuah truk, kecelakaan tersebut disaksikan Aisa langsung dengan mata kepalanya sendiri saat itu. dalam benaknya jika mobil itu tidak pergi duluan pasti Aisa yang akan mengalami kecelakaan tersebut. Aisa syok dan buru-buru turun memastikan keadaan penumpang tersebut. Aisa langsung memanggil ambulan.orang-orang langsung berlari menuju mobil itu, melihat keadaan 2 orang yang berada di depan sangat parah dan dinyatakan meninggal langsung di tempat kejadian, dan tidak disangka ternyata dalam mobil tersebut ada seorang bayi yang selamat di peluk oleh ibunya, bayi tersebut di keluarkann dari mobil dan Aisa menawarkan diri untuk menggendong anak kecil tersebut. dua oran tuanya dinyatakan meninggal dan dibawakan ke rumah sakit, Aisa ikut masuk dalam ambulan sambil menggendong anak bayi tersebut.
" Ya ampun bayi ini sangat imut, bagaimana ini sayang sekali orang tuanya " Aisa tidak tau untuk berbuat apa.
" Gimana dok anaknya " tanya Aisa.
" Dok, bayinya baik-baik aja cuma lebam saja sedikit di tangannya kanannya di karenakan tekanan saat dipeluk" jelas dokter Anisa
" Syukurlah dok, saya syok banget" Jelas aisa
" Dokter saya sangat kasihan dengan bayi itu, orang tuanya dua-duanya tidka selamat, dan untuk keluarganya belum ada kabar sampai sekarang, bagaimana ini " jelas dokter Anisa
" Dok untuk sekarang biar saya aja yang meraawat bayi itu, Saya tidak tega meninggalkan bayi itu sendiri disini, saya akan merawatnya dirumah selagi keluarganya datang, dan tolong kabari saya ketika ada keluarganya yang datang ya dok " jelas Aisa
" Baik dokter " jawab Dokter Anisa
Aisa mengambil bayi tersebut dan membawanya menuju dalam ke ruangan direktur rumah sakit. Aisa langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
" Anak Papa ada perlu apa?,, Hemm itu anak siapa ai? " tanya Papa Primanto
" Papa tadi ada kecelakaan di depan mobil aku, mungkin kalo bukan karena mobil itu aku yang akan kecelakaan, untung saja mobil itu maju duluan dan anak ini hanya dia yang selamat, dua orang tuanya sudah , meninggal di tempat kejadian pa.. gimana ini keluarganya belum ada kabar hingga sekarang paa... " jelas Aisa pada Papanya
__ADS_1
" Jadi bagaimana kamu akan menangani ini ai " tanya Papanya
"Pa apakah Aisa bisa merawat anak ini sampai keluarganya menjemputnya? " tanya Aisa pada Papanya.
" Kamu yakin sayang " Tanya Papa Primanto
" Iya pa Aisa yakin " Jawab Aisa
" Yasudah kalau begitu, besok papa akan kesana sama mama"
" Iya pa kalau begitu Aisa pamit dulu pa "
" Hati-hati di jalan, nanti papa kirim baby sister kerumah kamu jaga anak itu baik-baik "
" Okey " Jawab Aisa
Aisa akhirnya membawa pulang bayi itu, setiba dirumah aisa kebingungan karena tidak mempunyai peralatan bayi,
" Gimana ini, akukan gapunya peralatan bayi! "
Aisa keluar rumah dan menghampiri supirnya yang tengah mengobrol dengan satpam dipos.
" Ibuk ada yang pelu kami bantu buk? " tanya jaka
" Ininih saya mau minta tolong belikan perlengkapan bayi " jelas Aisa
" Oh iya ya buk, dirumahkan gaada perlengkapan bayi, okelah buk saya otw" Jelas jaka
"Ini pake Kartu kredit saya aja, " jelas aisa
" Oke buk Jaka jalan dulu buk "
seharian itu Aisa mengurus bayi yang usianya perkiraan 5 bulanan, sudah pukul 12.00 malam ziad belum juga pulang Aisa menidurkan bayi itu di tengah-tengah kasur tanpa sadar aisa tertidur lelap bersama bayi itu. Ziad yang pulang memasuki kamar kaget dengan pemandangan yang ada di depannya.
" Anak siapa ini, kok main bawa pulang aja si Aisa" Gumam Ziad yan duduk disamping tempat tidur mereka.
ziad merapikan selimut menyelimuti aisa dengan benar dan memandang pemandangan yang menyejukkan hati.
" apa seperti ini kira-kira jika kita punya anak nanti sayang " gumam Ziad tersenyum melihat pemandangan itu,
__ADS_1