
Saat aisa masuk semua pandangan teralihkan kepada aisa yang sangat cantik dan sexy pada malam ini.
" buset cantik banget, tubuhnya gila sih " ucap salah satu laki laki
" gila bro ketar ketir liat yang beginian gue " saut sautan
Tentu saja pandangan jeff menuju ke aisa yang malam ini amat membuatnya marah dan kesal setengah mati dan ditambah lagi mendengar laki laki lain ingin memiliki tubuh aisa yang di miliki olehnya, namun ziad harus mengontrol emosi dan memilih untuk tidak memperdulikan aisa walaupun fikiran ziad ingin menyeret aisa pulang.
Aisa masuk dan menyapa semua yang hadir, dan juga betapa terbelalaknya aisa melihat ziad yang berdiri dan memandangnya acuh tak acuh
" mati aku ini, loh tapi kok kayaknya bakalan selamat deh dia gapeduli malam ini sama aku, yes duduk di samping sela ah " batin aisa
" ai sini " ajak sela duduk di smapingnya
Malam acara pun berlangsung dan ziad sibuk berbicara dengan ailen sejak dari tadi begitu juga jeff yang ikut nimbruk sama si ailen.
" sel aku kekamar mandi dulu ya okey " ijin aisa
" okey " jawab sela
" mau kemana dek " tanya jeff
" mau ke kamar mandi kak " jawab aisa
"Ouh yaudah " jelas jeff
ziad yang mendengar hal tersebut langsung menyusul aisa kekamar mandi
" gais aku kekamar mandi dulu ya " ijin ziad
" kamu sangat keras kepala awas aja kamu " gumam ziad
ziad menunggu aisa beberapa menit di kamar mandi
dan tiba-tiba ailen datang dan merayu ziad, ailen melangkah mendekat menuju ziad
" jujur kamu kangen aku kan, kamu kangen belaian ku " kecup ailen di pipi ziad
ailen menghimpit tubuh ziad kedinding dengan tubuhnya yang menempel dan mencium ziad
tanpa disadari ziad dan ailen aisa menyaksikan mereka dari tadi hingga ziad tersadar aisa melihat semuanya
Aisa shok dan berjalan melewati keduanya dengan perasaan campur aduk, ingin menangis tapi aisa harus pura pura kuat agar malam ini acara berjalan dengan sempurna. Dan seolah-olah tidak terjadi apa apa aisa duduk dengan tenang
Malam itu acara berjalan dengan baik. aisa memilih tidak pulang kerumah karena tidak ingin melihat wajah ziad
Ziad yang tidak berani menyapa aisa dan terus di ikuti ailenpun merasa sangat tertekan
saat aisa berjalan keluar aisa bertabraan dengan pak grey
" loh aisa " tanya pak grey
__ADS_1
" ia pak " jawab aisa
" wah malam ini kamu cantik banget " puji pak grey
" makasi pak " jawab aisa
"permisi pak saya mau cari taksi dulu"
" loh kok pake taksi itukan suami kamu " tanya pak grey
" syuttt pak saya tidak ingin mengganggu mereka " ucap aisa
" oh saya mengerti, bagaimana kalo saya antar saja"
Mendengar hal itu aisapun berfikir dan menyetujui tawaran pak grey
Ziad melihat aisa dan pak grey bersamapun emozi di tingkat yang tinggi, ziad mengambil handpon dan kemudian menelfon secretarisnya untuk membuntuti aisa dan pak grey.
Hati ziad amat kacau pada malam itu, dia mati matian menahan emosi yang aisa perbuat pada malam ini , dan ketika ziad mendapat 1 foto aisa kehotel dengan pak grey ziad tidak bisa menahan lagi emosi memuncak dan meledak dengan segera dia menuju ke hotel tersebut
Sedangkan aisa diantar pak grey ke hotel hingga menemani aisa check in hotel kemudia pak grey pun pulang
aisa yang dari tadi menahan air matapun kini menangis tersedu sedu mengingat kejadian yang dilihat tadi apa yang dilakukakan suaminya bersama wanita lain adalah hal yang paling membuat aisa terpukul.
aisa membuka pintu dan kemudian membersihkan diri dikamar mandi selesai dari kamar mandi aisa terkejut saat ziad sudah berada di atas kasur duduk dengan tenang.
Aisa terkejut dan kemudian lari menuju ke kamar mandi namun usaha aisapun terlambat ziad menarik aisa dengan kasar
" jangan sentuh aku " aisa memberontak sambil menangis
" jangan sentuh aku " ziad menarik aisa dan melempar aisa ke atas kasur
" Kamu jahat, biarkan aku sendiri aku" berontak aisa
" tidak ,"ziad membuka semua pakaiannya
" mau apa kamu, aku gamau jangan sentuh aku "
berontak aisa lagi
" kamu tau hati ku sakit saat milikku di lihat dan diingikan orang lain, malam ini kepala ku pecah mendengar laki laki ingin meniduri mu " ziad meluapkan emosi sekalian menyu*****hi aisa
" ah aw aw " aisa menangis
" yang mana yang dia lihat , yanga mana yang dia sentuh ini( ziad men***sap bibir aisa) ini ( menggigit leher aisa ) ini ( melahap dua gunung kembar aisa) yang mana ? Tanya ziad dengan kasar.
malam itu menjadi malam yang sangat sakit bagi aisa karna ziad terus menyiksa aisa dengan keras tanpa ampun
Menjelang pagi aisa bangun dan melihat ziad tidur disampingnya aisa menangis segum segukan dan tangisan aisa terdengar ziad
" ada apa lagi menangis pagi pagi " ziad bertanya
__ADS_1
aisa tidak menajawab pertanyaan ziad
"Sayang kamu marah sama aku, aku minta maaf semalam aku khilaf aku emosi aku tidak berfikiran jernih aku minta maaf sayang " bujuk ziad
aisa tetap menangis tanpa menjawab ziad
" sayang kamu jangan begini aku minta maaf ya " peluk ziad dari belakang
" tolong jawab aku kalo tidak hal semalam akan terjadi lagi " ucap ziad yang sudah habis kesabaran
"Menurutmu bagaimana kalo aku dipeluk laki laki lain dan diciumi dengan buat oleh nya " tanya aisa
sambil menghapus air mata sambil membalikkan tubuh berhadapan dengan ziad dan menjauh .
" jangan seperti itu jangan katakan itu kalo aku melihatmu di peluk dan dicium pria lain aku kubunuh dia tanpa ampun" jawab ziad
" jadi bagaimana menurut mu perasaan ku saat aku melihat suamiku di peluk dan di ciumi wanita lain " tanya aisa
Ziad tertegun dia baru ingat semalam dia di cium oleh ailen,
" sayang aku minta maaf, bukan aku yang memulai, tujuanku menunggu kamu dari kamar mandi bukan untuk itu " jawab ziad
" ya aku tau tapi kamu sudah di peluk dan di cium dia, aku benci " jelas aisa dengan berlinang air mata
" sayang aku minta maaf, maafin aku. Besok besok aku akan menghindar dan was was terhadap dia."
" dia siapa ?" Tanya aisa
" dia dia teman sekolahku " jawab ziad
" dia siapa tanya aisa lagi "
" dia mantan ku sayang " jawab ziad
" kali ini aku maafkan tapi tolong beri aku waktu beberapa hari ini aku tidak ingin melihat muka kakak aku kesal "
" sayang kamu jangan begitu aku sendirian, aku gamau " jawab ziad
Aisa tidak menjawab
"Oke berapa hari " tanya ziad
" 4 hari aku butuh 4 hari untuk menenangkan diri " jawab aisa
" sayang itu kelamaan " jawab ziad
" aku hanya minta ketenangan bukan pergi, kalau hal ini terjadi sekali lagi aku mungkin akan pergi menenangkan diri tidak ingin bertemu kakak lagi "
jawab aisa
" oke oke deh sayang 4 hari ya jangan lebih " jawab ziad
__ADS_1
" hmmm " jawab aisa
Ziad setuju untuk berpisah selama 4 hari, pagi itu ziad keluar dari hotel dengan perasaan bersalah dan les