
Pagi itu adalah pagi yang sangat buruk untuk aisa yang tiba tiba terbangun dengan keadaan seluruh tubuh bercak merah merah. Mengingat kejadian semalam apa yang dilakukan ziad terhadapnya.aisa sangat takut dengan sikap ziad yang memaksanya semalam.
aisa terbangun dan menangiss dalam selimut. Suara isakan terdengar begitu jelas sehingga ziad terbangun. saat ziat bangun ziad belum sepenuhnya sadar atas kejadian semalam. Butuh beberapa menit menunggu kesadarannya dan ziad pun mengacak acak rambutnya.
" apa yang aku lakukan semalam? " ziad bergumam Sambil melihat kearah aisa.
" kenapa kamu menangiss? Apakah sakit? " suara ziad dari sebelah aisa yang bertanya dengan rasa bersalah pada aisa.
Aisa tidak menjawab dia hanya menangis meringkuk dalam selimut dia merasa kesakitan dan malu karena semalam ziad menghajarnya habis habisan sehingga dia tidak bisa berdiri.
" aisa " suara ziad yang menarik selimut
" jawab aku " panggil ziad
Kemudian ziad berdiri dan memakai handuk, dia tau tubuh aisa sangat lemas dan tidak bisa berjalan kulkas itu kemudian mengambil inisiatif membawa aisa ke kamar mandi.
Ziad menarik selimut yang digunakan aisa menyelimuti tubuh polosnya
" jangan " suara aisa pun terdengar
" sini aku bantu" sambil menelan ludah saat dia sudah menarik selimut dari tubuh aisa.
" aku malu " ucap aisa yang menutup badan nya dengan tangan
" sudah aku sudah melihat semuanya ngapain kamu malu sini aku gendong" Tawar ziad
Aisa tidak menjawab zaid pun menarik tubuh aisa dan menggendong ke kamar mandi
" diam jangan gerak, saat ini tubuhku sulit untuk terkontrol " ucap ziad saat aisa ingin memberontak dan bergerak.
Aisa yang takut diapun pasrah.
Setelah mengantar aisa kekamar mandi ziad pun buru buru keluar rasanya jantung nya mau copot Saat melihat tubuh aisa yang polos begitu adik kecilnya kembali menegang dan butuh waktu untuk menstrilkannya kembali dan akhirnyapun ziad lari kekamar tamu untuk berendam air dingin di pagi hari, selesai mandi ziad menuju kamar mandi yg di gunakan aisa dan benar saja aisa tertidur di bak mandi dengan mata membengkak. Ziad yang melihat itu mengangkat aisa dan membalut dengan jubah mandi kemudian membaringkan dikasur.
__ADS_1
" kenapa aku tidak bisa mengontrol nafsu ku saat melihatmu begitu " gumam ziad
" kamu ini racun " gumamnya lagi
Ziad kemudian bersiap siap pergi kekantor.
Kini sudah pukul 10 dimana aisa terbangun dan mengingat hal yang di lakukan semalam lagi dia benci dengan perlakuan ziad yang memaksanya untuk bercinta.
" ah tubuh ini rasanya remuk " kesal aisa
" aku sudah tidak perawan lagi" gumam aisa dengan linangan air mata
" aku aku seluruh tubuhku merah merah dia sangat kuat sungguh sulit mengimbangi permainannya" ucap aisa lagi
" aku harus bagaimana setelah ini aku sungguh malu, selama ini aku tidak dianggap dan tiba tiba di merebut kesucian aku mau apa dia sebenarnya " kesal aisa
" dan bagaimanapun dia tetap suami sah aku jadi ini bukan dosa yang harus aku tangiskan" pikir aisa perlahan lahan mulai sadar dengan keadaannya.
Pukul 5 sore ziad pulang dari kantor dan menuju ke kamar mengecek aisa apakah masih lemas.
" kemana dia, tapi kan dia sakit masa dia kerja " gumam ziad sambil mencari keberadaan aisa
Saat itu suasana rumah ziad sangat sepi pembantu yang bekerja dirumahnya tersebut datang saat dipanggil saja, pembantu mereka berada di belakang rumah ziad, ziad sengaja memfasilitasi rumah untuk pembantu2nya agar tidak menggangu kesendiriannya karna ziad adalah orang yang tidak suka berbicara banyak dan bertele tele.
Masih mencari aisa ziad turun kebawah dan yang benar saja perempuan yang dicari tengah asik berendam di kolam berenang dengan pakaian sexynya. Ziad melihat pakaian pakaian yang dikenakan aisa pun membuat dia terbelalak, aisa hanya memakai br* dan CD saat mandi dikolam renang, ziad kemudian cepat-cepat menghampiri aisa yang tengah bersender santai di pinggir kolam renang, ziad kemudian menarik pinggang aisa keatas hingga membuat aisa terduduk, ziad sangat takut saat ini aisa memakai pakaian seperti itu, ziad takut ada laki-laki yang melihat pemandangan yang indah tersebut.
" apa yang kamu lakukan? " Tanya aisa
" kenapa pakai ini saat kamu diluar kama?" Tanya ziad dengan kesal, dia sangat cemburu dan tak mau berbagi pemandangan indah tersebut.
" hmm memangnya kenapa? Aku selalu begini, memang salah kalo aku lagi menikmati hari libur?" Tanya aisa lagi
" bagaimana kalo ada laki- laki lain yang melihat haa? Ini sungguh bahaya aisa" kesal ziad
__ADS_1
" bahaya bagaimana? Laki-laki yang mana? Dirumah ini kan hanya ada kakak sebagai laki2 " jawab aisa
" terus pak satpam siapa? Tukang kebun siapa? Laundry siapa? Service AC Siapa ? Semua laki-laki aisa kamu lupa" kesal ziad
" kok kakak marah-marah sama aisa, kan gasetiap hari orang itu masuk rumah" jawab aisa
"Berdiri" ziad menarik aisa dan menggendong aisa dalam keadaan basah ke kamarnya.
" kakak ngapain ih aku bisa jalan, kakak jangan gini" kesal aisa
Ziad tidak perduli dia menggendong aisa dengan sangat kencang saat aisa memberontak tak mau di gendong oleh ziad, aisa pun pasrah dia hanya diam saat di gendong sepanjang perjalanan.
Kemudian ziad membawa iasa kekamar mandi dan kemudian meletakkan aisa di bathup kemudian ziad membuka pakaian
" apa yang kakak lakukan " aisa menutup mata
" kamu harus tau apa yang ku bilang bahaya saat kamu memakai baju ini diluar" kesal ziad
" apa maksud kakak, aku hanya memamakai pakayaian renang biasa seperti pada umumnya wanita memakai baju renang" jawab aisa sambil menutup mata.
Kemudian ziad masuk kedalam bathup dan kemudian membalikkan badan aisa membuka semua yang aisa kenakan, dan tentu saja aisa memberontak.
" kakak aku masih capek " jawab aisa yang mulai tau
" salah mu sendiri " jawab ziad
Ziad melancarkan aksi nya dan pertahananpun lolos, aisa tidak bisa melawan atau memberontak karna aisa bingung dengan apa yang dia rasakan saat ini antara sakit dan nikmat yang bercampur aduk seolah-olah terhipnotis dengan perlakuan ziad,
Ditengah-tengah permainan ziad membisikkan aisa
" inilah yang aku bilang bahaya kalo kamu makai baju itu" bisik ziad
" ah ah ah aaaku titidak ah akan memakai bajuuh ini lagi besok besok" jawab aisa yang merasa kenikmatan yang diberikan oleh ziad.
__ADS_1
" yaa kamu harus paham itu, sebab ini adalah peringatan pertama, kalau kamu melakukan hal ini lagi hukumannya akan lebihhh dari ini. Kamu harus ingat itu" ucap ziad
Merekapun sudah selesai menyelesaikan ritual mereka yang sangat panas di kamar mandi, aisa sangat kelelahan, ziad memakaikan handuk dan mengangkat aisa ke tempat tidur.