TIBA TIBA JADI ISTRI CEO DINGIN

TIBA TIBA JADI ISTRI CEO DINGIN
Kesal dan panas


__ADS_3

Aisa sangat lelah mempunyai banyak pekerjaan akhir akhir ini tidur beberapa hari dirumah sakit karena menghemat waktu untuk beristirahat dengan cukup. Aisa sangat tegas dengan pekerjaannya aisa adalah orang yang sangat profesional meskipun dia anak dari pemilik rumah sakit tersebut dia tetap melakukan pekerjaan seperti karyawan lainnya. Setelah beberapa hari tidur di rumah sakit aisa pulang.


" akhirnya sampai juga dirumah " teriak aisa dengan senang.


Tiba tiba ziad datang dari belakang menghampiri Aisa.


" tidak ada kabar setelah beberapa hari apa kamu lupa sudah punya suami" tanya ziad cuek yang sedang memainkan hp nya.


" aku pikir kakak tidak keberatan karena selama ini aku ada aku juga seperti tidak ada dimata kakak, jadi untuk apa meminta izin " jawab aisa


" kamu pintar seorang dokter tapi tidak tau bagaimana berbicara benar dengan suami" timpa ziad


" kakak jangan mulai deh emang harus ngomong gimana aku sudah lebih dari batas aku untuk sabar sama kakak yang tidak menganggap aku ada selama ini" kesal aisa


Jeff kembali langsung kembali keruang kerja tidak memedulikan aisa yang kesal dengan omongannya


" lihat kakak mengabaikan apa yang katakan, jangan salahkan aku juga kalau mengabaikan kakak" kesal aisa langsung memasuki kamarnya


Keesokan harinya jeff sudah duluan pergi ke kantor saat aisa tidur dengan nyenyak saking lelahnya


aisapun terbangun dan menyadari jeff sudah pergi ke kantor kemudian dia membereskan pekerjaan rumah sehari hari. selesai dengan semua pekerjaan rumahnya aisa duduk santai di taman sambil meminum teh.


" huh adem banget ya pagi pagi begini nyantai" aisa berbicara sendiri


" aisa gausah mikirin apa apa oke kamu harus santai hari ini hari libur kamu jadi kamu harus luangin waktu untuk menata mood yang sangat tidak teratur ini" jelas aisa pada diri sendiri


Saat bersantai tiba tiba hp aisa berbunyi pesan


" ting" suara pesan


" sayang, apa kamu lupa malam ini? " pesan dari mama


" malam ini kenapa ma? " tanya aisa


" sudah mama duga kamu pasti lupa, ulang tahun mamanya givan " jelas mama aisa


" oke ma aisa pasti datang kok malam ini " jawab aisa


" oke sayang, jangan lupa ajak suami mu " jelas mama aisa


" ah ya kalo dia gasibuk ma " balas aisa


Pesan itupun berakhir saat itu. Aisa yang selalu terlihat cantik tapi belum menampakkan kecantikan yang sesungguhnya karena dia tidak suka memakai make up tebal saat dirumah sakit. Penampilan aisa terkesan cantik natural alami, hanya pada saat acara penting aisa memakai setelah gaun yang cantik dan memberi sedikit make up pada mukanya yang memancarkan kecantikan yang luar biasa sehingga bisa menghipnotis banyak pria diluar sana.


Sore itupun aisa menelfon sela untuk membeli gaun ke pesta mama givan.


" sel temenin aku beli baju yuk " ajak aisa di telfon


" mau kemana neng beli baju kagak kayak bisanya lu" tanya sela


" mau ketempat ulang tahun mama givan " jawab sela


" wait " sela berfikir


" givan mana ya" tanya sela

__ADS_1


" givan senior gue " jawab aisa


" oh kak givan " sambung sela


" Kayaknya sih aku juga bakal kesana tadi kak jeff bilang sama aku nanti malam kami akan ke tempat ulang tahun temen mama " jelas sela


" oke otw ya gue jemput loe kita ngemall sekarang " aisa sangat semangat


" cus gue siap siap dulu yaah, minta ijin sama suami dulu gue" jawab sela


" oke " aisa tutup telfon


Merekapun pergi kemall dan menghabiskan sore bersama dengan bersenang senang karna dudah lama bagi mereka yang dulu kemana mana barengan sebelum bersuami.


Aisa yang sudah memakai gaun hijau dengan belahan punggung belakang dan bagian paha yang lumayan terbuka dengan riasan elegan dia menuju ke acara pesta sendiri tanpa memberi tahu suaminya sendiri.


" buat apa aku kasi tau dia aja ga nganggap aku ada mending pergi sendiri ajalah " aisa berbicara dengan diri sendiri


rupanya ziad sudah tau acara ulang tahun mama givan saat dia berbicara dengan jeff tadi siang


" bro aisa ngajak pesta barengkan " tanya jeff


" ga tuh " jawab ziad cuek


" Oh mungkin nanti di bilangin tu " jawab jeff


" hmm" ziad bersuara


" yaudah gue pamit dulu ya bro " pamit jeff


" iya hati hati " jawab ziad


Malampun tiba saat ziad sudah bersiap siap di kantornya bersiap pergi ke acara tersebut, dia tau bahwa aisa tidak akan mengajaknya tapi dalam hati ziad mempunyai rasa khawatir ziad berperasaan tidak enak dan kemudian memutuskan untuk menyusul aisa ke pesta


Saat aisa turun dari mobil pandangan mata orang semua ke arah aisa bagaimana tidak penampilan yang terkesan elegan dan sexy membuat aura pancaran kecantikan aisa sangat memukau semua orang


" hey siapa wanita itu" tanya salah satu pemuda disana pada temannya


" gila bro cantik banget asli " jawab temannya


Aisapun berjalan sambil membuat orang terkagum kagum dengan badannya yang bak gitar spanyol mampu menghipnotis pria.


Setengah jam pun berlalu kemudian tiba lah ziad, ziad memasuki acara tersebut dan yang benar saja apa yang dia lihat sekarang sangat membuatnya marah dengan tingkah aisa


aisa yang berbicara dengan beberapa pria disana terdapat givan dan dua teman givan yang di kenalkan kepada aisa.


Melihat pemandangan tersebut ziad sangat kesal


" pakaian apa itu? Apa itu layak untuk dipakai,apa dia tidak punya malu? " kesal sambil bergumam menuju kearah aisa.


Ziad tiba tiba menarik lengan aisa dengan buru buru


" kakak lepasin" aisa bingung dan memberontak


" ah kak givan permisi suamiku Buru buru " permisi aisa

__ADS_1


ziad menarik aisa menuju mobil dan kembali kerumah, saat menaiki mobil


" kak apa apaan ini" berontak aisa


" masuk aku bilang masuk " jawab ziad dengan tegas


aisa pasrah dia bingung entah apa yang dia perbuat sehingga ziad marah begini perasaan tidak ada masalah apa apa antara mereka berdua. Sepanjang perjalanan ziad diam menahan emosi yang membakar kepalanya ketika menatap aisa dengan balutan itu sedangkan aisa diam dan bingung sepanjang jalan. Hingga merekapun tiba dirumah.


Ziad membuka mobil dan menarik lengan aisa


" pelan pelan aku pakai heals " jawab aisa


Peduli langsung menarik aisa menuju kedalam hingga kemudian ziad membuka pintu kamar dengan kasar kemudian mengunci pintu kamar tersebut.


Aisa bingung apa yang salah. Dia sudah berdiri di samping ziad kemudian ziad memukul tembok. aisa terkejut dengan sikap ziad yang begini.


" apakah ini cara kamu menggoda pria pria kaya lainnya" tanya siad dengan sinis memaki aisa


" apa maksud kakak " tanya aisa


" kamu ingin balas dendam dengan ku, aku tidak menganggapmu ada sebagai istri ? Kamu kehausan kasih sayang dan belayan dari seorang lelaki jadi kamu berpakaian bak pelacur seperti ini ? " Maki ziad marah


aisapun mengerti dan memilih diam mengambil langkah untuk membuka pintu kamar. Ziad mencegat aisa keluar dari kamar. air mata aisa mulai membasahi muka cantik itu.


" buka " aisa bersuara sambil menahan tangis


" mau apa kamu ? Mau mencari pria penghibur saat kamu begini? " maki ziad


Sebuah tamparanpun melesat di wajah ziad.


" apa aku semenjijikan itu dimata kakak. Aku tidak pernah berfikiran apapun tentang kakak selama ini, kakak yang selalu mengabaikan aku, tidak menganggap aku ada apa pernah aku protess ? asal kakak tau yaa aku gabutuh lelaki apalagi lelaki macam kakak yang brengsek yang menghina tanpa tau apa apa.


lelaki hanya bikin pusing, dan bikin sakit hati" protes aisa dengan air mata bercucuran.


Amarah ziad semakin memuncak ditariknya aisa dan dihempaskan aisa ke atas kasur. Aisa yang terhempaskan kekasurpun menangis dengan tersedu sedu


" apa yang akan kakak lakukan" Tanya aisa yang takut dengan suaminya itu


" brengsek kamu bilang? aku brengsek? Apa kamu tahu yang namanya berengsek itu seperti apa? Biar aku kasih tau gimana itu laki laki berengsek?" Amarah ziad sudah sampai di puncaknya dimana dia sudah benar benar tidak bisa mengendalikan diri lagi. Ziad membuka jas dan dasi yang dia kenakan.


Ziad menindih aisa dan mencengram dua tangan aisa ke atas Kepala aisa.


" kak aku mohon jangan hiks hiks hiks" mohon aisa


Ziad tidak peduli terus menci***mi aisa dengan rakus mulai dari wajah turun keleher tiba tiba mengikat tangan aisa dengan dasinya kemudian ziad membuka baju kemeja putih yang dia pakai kini terpampang nyata bentuk tubuh ziad yang tidak pernah aisa lihat selama iya menikah dengan ziad.


Kemudian ziad menarik baju aisa dengan kasar sekali tarikan dengan kuat kini tubuh aisa terekspos dengan nyata di bagian gundukan yang menggiurkan diselimuti lapisan busa tersebut, hanya lapisan busa dan seegitiga bermuda yang hanya tinggal pada tubuh aisa. Aisa menangis dengan lemas tidak bisa memberontak ziad menciumi seluruh tubuhnya dengan rakus, hingga kedua busa itupun di singkirkan segera ziad melahap habis habisan gundukan tersebut aisa mengerang merasakan sakit hati dan juga nikmat dia terus menangis dan mendesah.


Hingga ziadpun tidak tahan membuka celana dan merobek segitiga bermuda aisa dan mengarahkan rudalnya ke arah milik aisa.


" kak jangan" mohon aisa dengan lemas


" kamu harus ingat ini namanya si berengsek yang kamu inginkan" saat ziad mendorong ujung dengan perlahan lahan.


" akhhhh" suara aisa saat ziad sudah mencetak gol di gawang milik aisa,

__ADS_1


" akh akh akh akh kak sakit hiks hiks hiks" ucap aisa


Ziad terus memacu dengan nafsu yang membara, hingga sakit yang dirasakan aisa sekarang adalah nikmat yang membuat aisa diam dan menikmati permainan ziad , 2 jam sudah pertempuran ziad dengan aisa, akhirnya ziad sudah tiba dipelepasan terakhir yang disemburkan dalam aisa, ziad pun segera mencabut rudalnya dan berbaring disamping aisa, aisa yang sudah sangat kelelahan fikirannya kacau hingga akhirnya mereka berdua tertidur lelap.


__ADS_2