TIDAK ADA ORANG YANG TAU TITELKU

TIDAK ADA ORANG YANG TAU TITELKU
Bab 6 Kamu Payah


__ADS_3

Alasan di balik musnahnya Keluarga Tirta selalu ditekan oleh empat keluarga berpengaruh itu.


Meski orang-orang bingung, tetapi mereka juga tidak tahu alasan yang sebenarnya.


Tidak heran jika Keluarga Cakrawala, yang notabene merupakan keluarga kelas menengah, bisa menjadi salah satu dari empat keluarga berpengaruh beberapa hari setelah hancurnya


Keluarga Tirta.


Mereka semua menatap Nindi dengan tatapan yang berbeda.


"Apa-apaan dia? Dia benar-benar wanita yang sangat kejam!"


"Diam!" teriak Nindi seraya menunjuk Nawang.


Wanita itu tampak sangat terkejut.


"Kamu marah karena tidak bisa mendapatkan Nindi sehingga kamu berusaha untuk merusak reputasinya. Kejam sekali!" kata Randy dengan


sinis.


Tatapan matanya kini seolah-olah siap


membunuh Nawang.


Bagi keluarga mana pun, martabat dan reputasi lebih penting daripada nyawa mereka. Saat Nawang berbicara tentang konspirasi antara Nindi dan Randy di depan para tamu, itu bisa dianggap sebuah penghinaan besar.


"Penjaga, bungkam mulut bajingan ini untuk selama-lamanya!"


Puluhan pengawal yang dibawa oleh Randy bergegas mendekati Nawang.


Namun, mereka langsung dihadang oleh Endaru.


"Tuan Kencana, pria itu sangatlah kuat.


Berhati-hatilah," ingat Jimmy.


Randy sama sekali tidak menggubrisnya;"Hah! Sekuat apa pun kamu, kamu tetap sendirian."


"Serigala, sekarang giliranmu."


Seorang pria kuat dengan wajah yang penuh luka terlihat melangkah mendekati Nawang.


Jimmy benar-benar senang melihat kehadiran Serigala.


Serigala merupakan pengawal yang disewa oleh ayah Randy dengan bayaran yang sangat besar.


Konon, dia adalah pemimpin dari sebuah pasukan khusus yang telah membunuh banyak orang dan membuat pertumpahan darah. Dia benar-benar sangat kuat.


Pria tangguh bernama Serigala itu menatap Nawang dengan arogan.


"Beritahu aku, kamu ingin mati dengan cara apa?" tanya Serigala.


"Apa kamu pernah mengabdi sebagai tentara?" tanya Nawang sembari mengerutkan kening.


"Benar, apa kamu takut?" balas Serigala dengan bangga.


"Meski kamu telah melindungi negara kita, kenapa masih menjadi seorang kaki tangan?" balas Nawang sambil menatap lurus ke arahnya.


"Beraninya kamu mencampuri urusanku saat kamu sendiri sedang terdesak!"


Serigala mengerutkan keningnya. Dia merasakan tekanan yang besar dari Nawang, yang bahkan tidak dia rasakan pada mantan instrukturnya dulu. Serigala hanya bisa menahan rasa takut di hatinya dan kemudian menarik golok merah darah dari kakinya.


Melihat ini, mata Nawang berbinar.


"Golok Serigala Darah?"


"Jadi, kamu tahu!" Serigala tahu bahwa Nawang uga pernah mengabdi sebagai tentara sebelumnya, jadi dia tidak terkejut.


"Majulah, biarkan aku melihat seberapa banyak kamu tahu tentang Teknik Golok Serigala Darah."

__ADS_1


Nawang berdiri dengan tangan tergenggam di belakang punggungnya, seolah sedang mengajari seorang junior.


"Sial!"


Serigala benar-benar kesal. Bekas luka di wajahnya berkedut, kemudian dia menerjang ke arah Nawang.


Dalam sekejap mata, Serigala sudah berada di hadapan Nawang dan menebaskan golok di tangannya ke arah Nawang.


Namun, Nawang hanya perlu melangkah maju dan mundur untuk menghindari setiap serangannya.


Lambat laun, keringat mulai membanjiri dahi Serigala.


Setelah pertarungan itu, dia sadar betapa kuatnya Nawang.


"Kamu payah!"


Sambil menggeleng, Nawang berhenti dan menjentikkan golok merah darah itu.


Ting!


Sejurus kemudian, Serigala terlempar mundur lebih dari sembilan meter sebelum bisa kembali berdiri tegak.


Apakah Serigala ... berhasil dikalahkan?


Semua orang terkejut, terutama Jimmy serta Randy.


Ini pertama kalinya mereka melihat Serigala dikalahkan seperti itu.


"Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!"


Dahi Serigala berkeringat dingin. Dia menatap Nawang tak percaya.


"Dari mana kamu tahu Teknik Golok Serigala Darah sebaik itu?"


Setiap serangan Serigala diprediksi dengan akurat oleh Nawang.


Nawang tertawa dan berkata; "Bagaimana mungkin aku tidak tahu akan teknik golok yang aku ciptakan?"


Kata-kata Nawang seperti guntur yang


menggelegar di benak Serigala.


"Kamu ... Apa kamu ..."


Bibir Serigala gemetar. Dia membuka matanya lebar-lebar dan menatap Nawang tak percaya.


Teknik Golok Serigala Darah adalah ilmu wajib bagi Tentara Serigala Darah. Kabarnya, teknik itu diciptakan oleh pemimpin pertama Resimen


Serigala Darah.


Pemimpin pertama Resimen Serigala Darah sekarang adalah Raja Perang Tertinggi dan seorang legenda militer!


Nawang mengangguk dengan tangan di belakang punggung.


"Aku memaafkanmu atas kejadian


sebelumnya. Tinggalkan keluarga Kencana."


"Siap Pak!"


Dengan linangan air mata, Serigala memberi hormat secara militer dan bergegas berbalik pergi.


"Serigala! Apa yang kamu lakukan?" tanya Randy dengan kaget.


Serigala berhenti dan berkata; "Tuan Kencana, demi hubungan baik kita, saya menyarankan Anda untuk pulang dan menunggu ajal saja. Jangan berusaha lagi."


Setelah mengatakan itu, Serigala pergi tanpa menoleh ke belakang.


"Tuan Kencana, apa maksud Serigala?" tanya Jimmy tercengang.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa tahu?"


Setelah mengumpat, Randy berbalik menatap Nawang.


"Nawang, kamu bisa mengalahkan Serigala. Aku akui kamu punya kekuatan, tetapi hanya itu saja. Kamu tidak akan bisa mengalahkan kami," kata Randy.


Eskpresi Nawang tidak berubah. Dia melihat arlojinya lalu menatap Jimmy.


"Sudah waktunya. Tuan Wiryawan, apakah kamu siap untuk mati?" tanyanya.


Jimmy tertegun sejenak, lalu tertawa mengejek.


"Nawang, kamu pikir kamu ini siapa?"


"Aku adalah Tuan Wiryawan! Keempat keluarga sangat kuat sekarang. Apakah kamu sendiri yang akan membunuhku?"


"Aku di sini. Apa kamu berani membunuhku?"


"Bah!"


Setelah mengatakan itu, Jimmy meludah di hadapan Nawang.


Randy dan Nindi pun ikut tersenyum.


Jika Jimmy mati, seluruh kota akan terkejut.


Para pejabat dan anggota geng akan menyerang Nawang bersama-sama. Saat itu, tidak peduli siapa Nawang, dia tidak akan bisa meninggalkan kota ini hidup-hidup.


Nindi menggelengkan kepalanya dan berkata; "Nawang, kamu memang berhasil mengejutkan kami hari ini, tetapi kami tidak akan melepaskanmu. Akhiri hidupmu sekarang juga, agar penderitaanmu tidak terlalu berat!"


Randy juga menunjukkan senyum sinis.


Meskipun Nawang berada di atas angin sekarang, seluruh Kota Habuan adalah wilayah empat keluarga besar. Jika mereka menghendakinya, mereka bisa menghancurkan seluruh Hotel


Imperial dalam sekejap.


Melirik Nindi dan Randy, Nawang tiba-tiba tersenyum. Dia menoleh untuk menatap Endaru dan bertanya; "Apakah aku sudah terlalu lama bermain-main?"


"Sedikit," balas Endaru sambil menyeringai.


"Kalau begitu ayo kita lakukan," balas Nawang dengan bercanda.


"Siap, Pak!" jawab Endaru yang langsung menghampiri Jimmy.


"Apa ... apa maumu?" tanya Jimmy sembari mundur beberapa langkah.


Detik berikutnya, di tengah tatapan semua orang, Endaru mengeluarkan benda hitam dari tangannya dan menodongkannya di dahi Jimmy.


Ketika mereka melihat bentuk benda itu, mereka ketakutan.


Sebuah pistol?


Yang ada di tangan Endaru adalah pistol militer.


Orang biasa tidak akan bisa mengenalinya.


Wajah Jimmy menjadi pucat, lalu dia mencibir; "Peralatannya cukup lengkap. Siapa yang kamu gertak dengan pistol palsu itu? Apakah kamu punya nyali untuk menembakku?"


"Nawang, aku tidak takut memberitahumu bahwa akulah yang membakar keluarga Tirta dan


aku juga yang menangkap si ****** Santika itu. Meski sudah mengetahui semua itu, memangnya kamu bisa apa?"


"Aku punya dukungan dari keluarga Wiryawan. Aku adalah Tuan Wiryawan! Apakah kamu berani membunuhku? Apakah kamu ..."


Dor!


Terdengar bunyi tembakan. Suara tembakan yang nyaring itu terhenti dan aula tiba-tiba menjadi sunyi senyap setelah darah menyembur dari


kepala Jimmy.

__ADS_1


Ada lubang darah di antara alis Jimmy, dan dia langsung terkapar di atas lantai, dengan mata terbuka lebar. Dia telah menemui ajalnya dengan penyesalan. Dia pasti tidak pernah membayangkan bahwa seseorang benar-benar berani membunuhnya tanpa ragu-ragu.


__ADS_2